Menyerang adalah Strategi Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2026

TMCBlog.com – Sirkuit Internasional Mandalika memang menyimpan catatan sejarah yang cukup unik bagi seorang Marc Marquez. Sejak masuk kalender MotoGP pada tahun 2022 lalu, dari total empat gelaran GP yang dihelat di Lombok, Rider ber-nomor start 93 ini baru mengumpulkan total 11 poin kejuaraan dunia saja dan belum pernah sekalipun menyentuh garis finis Main Race hari Minggu.

Masih lekat dalam ingatan, insiden tahun 2025 lalu di mana Marquez harus tersingkir akibat bersenggolan dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, di lap pertama GP Mandalika—sebuah insiden crash yang bukan cuma mengakhiri balapannya hari itu, tapi juga menutup partisipasinya di sisa musim.

Namun, peta kekuatan dan situasi psikologis jelas jauh berbeda musim ini. “Dibandingkan tahun lalu, saya datang ke sini dengan situasi dan prasyarat yang sama sekali berbeda,” buka Marquez dalam sesi konferensi pers pembuka jelang GP Indonesia 2026.

“Saya hanya fokus pada momen saat ini dan berusaha memulai akhir pekan dengan baik. Kami ingin bekerja optimal di dalam garasi dan memberikan yang terbaik. Tahun lalu, feeling saya di atas motor terus membaik seiring berjalannya akhir pekan. Itu juga yang menjadi target utama kami tahun ini.”

Marc Marquez: “Sangat Jelas Trek Ini Lebih Cocok untuk Karakter Aprilia”

Melihat tren performa terbarunya, Marquez sedang berada dalam momentum emas usai menyabet empat kali kemenangan ganda (double win) dari enam seri balap terakhir. Menyongsong GP Indonesia, posisinya di klasemen sementara pembalap hanya terpaut tipis dua poin saja dari pembalap pabrikan Aprilia, Jorge Martin.

Lantas, akankah pembalap berusia 33 tahun ini bermain ‘all-out’ demi menjegal laju motor Aprilia yang dikenal sangat kompetitif di Mandalika, atau memilih opsi realistis demi mengamankan poin?

“Seperti yang sudah saya katakan di Motegi, saya akan berusaha menyerang di setiap trek—dan itu juga target saya di sini,” tegas Marquez lugas. “Secara feeling di atas motor, saya sekarang jauh lebih baik, jadi kita lihat saja nanti apa yang bisa diraih. Tapi, harus diakui secara objektif bahwa karakter lintasan ini memang lebih cocok untuk Aprilia. Tugas kami adalah berusaha menjaga jarak sedekat mungkin dengan mereka.”

Tanggapan Soal Format Baru MotoGP 2027

Selain persiapan teknis balapan akhir pekan ini, sorotan media juga tertuju pada regulasi format akhir pekan baru MotoGP yang baru saja resmi diperkenalkan pada 7 Oktober lalu untuk diterapkan mulai musim 2027 mendatang—di mana salah satunya akan menghadirkan sesi Sprint Qualifying di hari Jumat serta pemangkasan durasi waktu total di lintasan bagi para pembalap kelas primer.

“Kita harus memahami apa sebenarnya tujuan utama di balik perubahan-perubahan ini. Bagi seorang pembalap, penyesuaian ini berarti intensitas yang lebih tinggi dan pastinya bakal jauh lebih menuntut fisik. Padahal, dengan jadwal yang berlaku saat ini saja sebenarnya sudah cukup padat,” ungkap juara dunia sembilan kali itu.

Ketika disinggung mengenai minimnya ruang bagi para pembalap—sebagai bintang utama pertunjukan—untuk ikut menentukan kebijakan regulasi, Marquez menanggapinya dengan realistis: “Pihak tim dan penyelenggara yang membuat keputusan. Kamu terima begitu saja, atau kalau tidak ya tinggalkan.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

1 COMMENT

  1. Harus ada GPDA (asosiasi pembalap) kayak F1,biar rider jg punya kedudukan yg hampir sejajar sama promotor balap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP