Ducati Yakin Aprilia akan terapkan Team Order Untuk Bantu Martin

TMCBlog.com – Bro sekalian, persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP makin panas pasca gelaran GP Mandalika, Indonesia! Menariknya, psywar alias pancingan-pancingan verbal antar pabrikan mulai dilontarkan. Salah satu yang hangat datang dari Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi. Pria gaek asal Italia ini secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya yakin 100% (no doubt) kalau Aprilia pada akhirnya bakal menerapkan Team Order alias perintah tim demi mengamankan gelar juara dunia bagi Jorge Martin!

Seperti yang tmcblog pantau, pertarungan di papan atas klasemen sementara setelah Mandalika memang benar-benar tipis tumpis. Jorge Martin yang menunggangi Aprilia RS-GP kini unggul tipis—hanya selisih 2 poin saja—di atas Marc Marquez yang membela panji Ducati.

Tardozzi mengomentari hasil GP Mandalika di mana Aprilia tampil begitu dominan dengan menguasai posisi 1 sampai 4 di balapan utama (Main Race), sementara Marc Marquez hanya bisa finis ke-6.

“Datang ke sini tertinggal 2 poin dan pulang tetap tertinggal 2 poin dari Martin adalah sebuah kesuksesan buat kami,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia. “Masalah sebenarnya adalah Aprilia terbukti sangat superior, terutama di trek ini. Tapi kalau kami bisa bertahan di Australia nanti, saya pikir perebutan gelar juara dunia masih sangat realistis untuk kita kelola.”

Namun yang bikin heboh adalah ketika pembicaraan masuk ke ranah Team Order. Davide Tardozzi menegaskan bahwa langkah Aprilia memberikan instruksi kepada pebalap lain untuk membantu Jorge Martin adalah hal yang sangat wajar dan tak terelakkan.

“Saya sama sekali tidak ragu kalau cepat atau lambat Aprilia akan mengeluarkan team orders. Menurut saya itu hal yang benar dan logis, dan saya pun akan melakukan hal yang sama kalau ada di posisi mereka,” tegas Tardozzi.

Tardozzi sendiri tentu bukan orang baru dalam urusan strategi internal begini. Masih ingat kode ‘Mapping 8’ yang dikirimkan Ducati ke dashboard Jorge Lorenzo saat membendung pertarungan gelar 2017? Yups, Tardozzi tahu betul seluk-beluk dinamika ini.

Meskipun kubu Noale (Aprilia) sejauh ini mengindikasikan bahwa team order belum berlaku selama pebalap mereka secara matematis masih berpeluang juara, Tardozzi melihat bahwa dalam 5 seri tersisa, persentase poin akan makin menyusut dan Aprilia mau tak mau harus mengambil keputusan realistis.

Di sisi lain, jika logika matematis ini diterapkan balik ke Ducati, tiga pebalap Ducati lainnya seperti Pecco Bagnaia, Franco Morbidelli, hingga Fermin Aldeguer secara matematis sudah terpaut jauh dan berpotensi diminta membantu Marc Marquez jika situasinya memungkinkan. Namun dinamika di lapangan tak semudah itu, mengingat Aldeguer baru saja mengalami cedera patah tulang tangan di Mandalika, sementara pilar Ducati lainnya belum menemukan konsistensi di papan atas belakangan ini.

Sementara di kubu Aprilia, formasi empat pebalapnya (Martin, Bezzecchi, Fernandez, Ogura) tampil amat solid. Namun situasi makin pelik karena di musim 2027 mendatang, Jorge Martin dan Ai Ogura dijadwalkan bakal berlabuh ke Yamaha, sementara Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez tetap bertahan bersama RS-GP.

Apakah Aprilia benar-benar akan segera merilis ‘kode rahasia’ team order di dashboard pebalapnya pada seri-seri mendatang seperti di Phillip Island atau Sepang demi memuluskan Jorge Martin meraih mahkota juara dunia? Atau justru mereka biarkan para pebalapnya bertarung bebas?

Taufik of BuitenZorg / @TMCBlog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP