TMCBlog.com – Bro sekalian, Umumnya kita kadang memperoleh hambatan duluan saat menuntut ilmu agama, karena memang bahasan temannya seringkali nggak nge-pop dan kekinian. Contohnya gini, ngetik artikel lalu nulis  di awal langsung Ihtiar dan tawalkal .  . yaaahh bawaannya ngantuk duluan 😀 ..  tapi kalo yang ditulis Brigadir Mukidi  . ..  jelas mayoritas akan tertarik, ini Mukidi yang mana lagi nih ya ? mungkin itu yang ada di benak . . . nahh lanjut deh  . . . seperti Viral Medsos yang  saya juga terima akhir akhir ini soal Perbincangan pengendara motor yang tidak memakai helm dengan Sosok Imaginer Bapak Petugas Kepolisian yang kebetulan dinamakan Brigadir Mukidi . . . Sobat sekalian mungkin juga sudah membacanya karena Viral Medsos memang punya kecepatan dan akselerasi jelajah dan penyebaran yang sangat tinggi saat saat ini . .. entah siapa yang memulainya, namun saat memang niatnya tulus dan baik, semoga diberi ganjaran kebaikan yang mengalir deras, sederas aliran sebaran Viral medsos ini  . . . cekidot deh  . .

helm-glasses-4

14 September 2016 . Suatu ketika, seorang polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dimana bapak itu hanya mengenakan peci berwarna putih sebagai penggantinya. Tanpa pikir panjang, polisi meminta SIM dan STNK si bapak yang langsung ditolak dengan keras si bapak.

Polisi : (Mengeluarkan buku tilang) ” Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK Anda ?”

Bapak : ” Sebutkan apa kesalahan saya “

Polisi : ” Anda tidak mengenakan helm “

Bapak : ” Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya “

Polisi : (Sedikit bingung) “Maksud anda ?”

Bapak : ” Rasulullah saja tidak pakai helm. Jadi jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau “

Polisi : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) “Begitu ya pak ?! Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor. Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, apakah Anda yakin Rasulullah tidak akan memakai helm ??”

Bapak : (Tersentak dan terdiam seketika)

Polisi : “Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang Anda sukai seolah-olah Andalah penentunya. Alhamdulillah saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya “

Bapak : “Apa maksud bapak ? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya ?”

Polisi : ” Benar…bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala anda akibat benturan, apakah keluarga anda tidak akan menerima akibatnya ? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan ? Siapa yang nanti akan menafkahi mereka ?”

Bapak : “Allah yang akan menafkahi mereka “

Polisi : “Lewat siapa ? Bukankah rezeki yang diberikan Allah seringkali lewat orang lain ? Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda ? Jika anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi ‘ayah tiri anak-anak anda’. Dan apakah anda ikhlas dengan itu ?”

Bapak : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)

Polisi : “Ini pesan saya buat anda pak, melindungi diri Anda sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri anda saat melihat kepala suaminya terlindungi. Dan jika anda mencintai keluarga anda, maka anda pasti mengurangi resiko yang membahayakan anda. Hari ini saya tidak menilang anda, anggaplah nasehat tadi sebagai surat tilang saya untuk Anda.”

Bapak : (tertegun) “Terima kasih, Pak Polisi. Saya minta ma’af. Oh ya, nama Bapak siapa ?”

Polisi : ” Brigadir Mukidi…”

Untuk sobat ketahui, pelajaran yang bisa kita ambil dari perbincangan Viral medsos diatas adalah kita senantiasa berpegang pada dua prinsip ini. Ikhtiar dulu, berusaha dulu untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya dalam usaha mendapatkan yang terbaik, agar tujuan hidup kita yakni selamat sejahtera di dunia dan di akhirat bisa terpenuhi. Setelah berikhtiar dengan segala kemampuan kita, barulah kita bersandar atau berserah diri . .menyerahkan segala usaha kita kepada Allah swt, atau yang dinamakan dengan tawakal. menrut beberapa sumber Tawakal diambil dari kata ‘wakala‘ yang artinya mewakilkan, maka tawakal berarti memberikan perwakilan, kepasrahan, dan penyerahan diri kepada Allah SWT . . .

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (Q.S. Ar-Ra’d:11)

Taufik of BuitenZorg

50 COMMENTS

  1. ya harap maklum kang. ada beberapa warga masyarakat kita memiliki pemahaman yang sempit tentang keselamatan berkendara, sampai2 agama dibawa2. padahal harusnya pemikiran sederhana yg menjadi dasar berkendara harus ditanamkan jauh-jauh sebelum kita berkendara. mengendarai spd mtr sudah pasti wajib mengenakan helm.

    Guest
  2. andai semua Pak Pol pada begitu…
    pengendara yang melanggar aturan pun akan luluh dan lapang dada untuk menerima kesalahannya.

    Guest
  3. Wah padahal salat jumat masih lama, tapi khutbah nya udah duluan,……
    Hiihihihigihgihiihihi……

    Jumat barokah……

    Guest
  4. kita bisa ambil hikmah dari mana saja.. setiap dibumi dan dilangit mengandung hikmah yg tak semua orang tau dan atau mau tau

    Guest
  5. Hehehe….

    jadi ingat kaum yg doyan kampanye anti vaksin …. koar2 mengharamkan vaksin, bahan-nya lah, pembuat-nya lah, bla bla blaa …. dan kadang menghujat pemakai vaksin …… bisanya cuma itu doang …….

    disaat yg sama, orang yg bkn kelompoknya, mngkin punya Tuhan yg “beda” malah sedang sibuk mikir bgmn caranya bikin vaksin dr tumbuhan …… gak ada urusan dg agama, gak ada urusan dg politik ….. otak diperas utk kebaikan umat manusia, bukan semata2 umat tertentu

    Iman mmg harus teguh dan tegas, tp urusan nalar dan logika juga harus diasah biar dalil2 kitab suci bisa dijalani dgn positif.

    Guest
    • bro di setiap taklim rodja tv mereka selalu mendukung prog pemerintah salah satunya tdk melanggar lampu lalulintas dan pake helm di setiap taklim pasti hal tsb jadi bhn cthnya beda dgn aliran ASUWAJA tv yg penuh dgn iklan sandal akupuntur, beha bermagnet, alat pembesar penis, bedak banci, kaleng masak kue dll

      Guest
  6. Orang yg pemahaman agamanya benar dapat dipastikan selalu memakai alat keselamatan dalam berkendara. Jadi kalo ada orang yg melanggar aturan dengan dalil agama,dapat dipastikan pemahaman agamanya melenceng/mengsong/belok/geser dll..

    Guest
  7. Harus nya Brigadir Mukidi tambahin : Rasulullah juga tidak baca Blog,makan Mie ayam,makan nasi,makan Bakpau,nonton Tv,dengerin radio.

    Guest
    • Dalam masalah dunia (peradaban dan teknologi),Helm,TV,radio,mie ayam,motor,mobil,pesawat,blog,instagram,dll..hukum asalnya adalah mubah (boleh), kecuali ada dalil yang melarang atau mengharamkannya.

      Sedangkan dalam hal Ibadah harus ada Perintah nya dulu, dari ALLAH SWT melalui Rasulullah Saw. Jadi dalam hal Ibadah yaa jangan di tambah-tambahi/dikurang kurangi. harus sesuai sama Rasulullah Saw.

      Guest
  8. Taat kepada Allah, Rosul dan pemimpin yang mengatur urusanmu adalah kewajiban.
    Selama aturan pemimpin tidak bertentangan dengan aturan Allah dan Rosul, merupakan kewajiban juga bagi kita…
    Apalagi yang sejalan…..

    Itu pemahaman saya wak….pemahaman sederhana.

    Itu juga masih sering ngelanggar.

    Guest
  9. Quran Surat Hujurat Ayat 11 dan 12

    Qs. 49 ayat 11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

    Qs. 49 ayat 12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

    Guest
  10. Alhmdllh ada sedikit pencerahan di blog otomotif yg atu ini heheheheeee….
    Begitu byknya amalan yg bisa qta dapat kan sala satunya artikel yg satu ini bermanfaat sekali wak aji
    Satu sisi memperingatkan akan arti dari keselamatan dlm berkendara satu sisi dgn sedikit polesan agama bhw setiap hal yg dilakukan dgn baik dn jujur serta ikhlas maka akan menjadikan setiap permasalahan bisa di selesaikan dgn cara yg lebih baik dn elegan . Andai cerita seperti ini ada di dunia nyata sungguh mulia ucpan pk polisi itu ☺

    Guest
  11. Kalo di Medan mah udah bakal dijawab “Bukan urusanmu Lek!!”..
    Susahlah dsini.. katakanlah 20org yg biasa tdk memakai helm insyaf dan kemudian memakai helm… bakal muncul 30org pengendara newbie yang tidak mau pakai helm.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here