TMCBLOG.com – Bro sekalian, BMW Motorrad telah memperkenalkan satu sistem variabel valve yang akan dibenamkan di Produk Adventure mereka yakni BMW R1250GS . .  Namanya BMW ShiftCam technology . . . Sebenarnya kalo tmcblog lihat teknologi yang membuat BMW R1250GS ini seperti memiliki dua ‘ wajah / Face ‘ secara simpel merupakan teknologi variable Valve Biasa dimana terjadi Variasi Bukaan/ ‘Lift’ ( angkatan ) dari Klep ( Valve ) karena memperoleh tonjokan dari CamShaft dengan dua profil Lobe berbeda .

 

Yap di Motor motor dengan mesin berdiri dan tiduran kedepan, Kita Biasa mengenalnya dengan Nama Lain Seperti VTEC di Honda Maupun VVA di Yamaha. Namun begitu Yang dikembangkan Oleh BMW ini lebih diperuntukan bagi mesin Boxer mereka. . .. Dan Jika Di Vtec perpindahan Lobenya diatur menggunakan sistem hidrolik, maka di ShiftCam BMW ini sebenarnya lebih mekanis lagi yakni menggunakan semacam pergeseran ulir  . . Cek gambar di bawah ini

Jika Gigi kena Ulir cam low maka  cam akan bergeser ke kiri dan akan mengenai Lobe cam rendah ( Low cam ) sedangkan Jika ada satu gigi yang kena ulir cam Hi maka cam akan bergeser ke kanan dan akan mengenai Lobe cam Tinggi ( High cam )

Karena kedua Silinder berjauhan bahkan kanan dan kiri, maka sistem Dual Profil Lobe di Camshaft ini pun Hanya dedicated melayani satu silinder saja. Ini jelas akan lebih mudah diaplikasikan variabel Valve . . Bisa bayangkan jika sistem variabel valve digunakan Untuk 4 silinder segaris . . Maka timing perpindahan Mode Camnya pun harus diperhitungkan benar karena siklus masing masing silinder di mesin 4 silinder segaris bisa beda beda tergantung firing ordernya.

Jadi Saat Jalan pelan dengan power Yang diharapkan lebih bisa dikontrol, Maka Klep kupu kupu di throttle Body akan terbuka sebagian, dan ini akan membuat aliran udara dari Box Filterpun tidak begitu banyak masuk ke ruang bakar.

Oleh karena itu bukaan klep pun tidak perlu lebar lebar, secukupnya saja . . dan di mode ini profil Lobe dari Camshaft hadir Yang lebih rendah . . Power pun terjaga, dan mudah dikontrol.

Saat butuh Full power maka Klep Kupu Kupu di Throttle body pun akan terbuka lebar dan membuat aliran udara akan masuk banyak menuju ke ruang bakar.

Karena butuh tenaga besar, maka Klep mengangkat lebih tinggi lagi membuat Volume debit campuran duara dan BBM lebih banyak Masuk . ..  pembakaran lebih hebat dan menghasilkan power lebih besar . .Perbedaan bukaan Valvenya bisa sobat lihat di 3 Gambar berikut ini :

Kelihatan Kan perbedaan Bukaan Klepnya  ? nahhh ajdi githu sob ..  BMW Mengklaim Power maksimum dari calon new BMW R1250GS ada di angka 136hp dan torsi maksimum 143Nm . . . ini lebih tinggi dari R1250GS current 2018 dimana Power maks di angka 125 hp dan torsi maks di angka 125 Nm . . Semoga berguna sob

Taufik of BUitenZorg

44 COMMENTS

  1. Variable valve semakin ngetren di r2, semua bikin patent dan nama masing2 seperti di r4
    Kl mekanis begini sama seperti patent suzuki yg cm ini memanfaatkan ulir as nya. Krna utk motor adventure/multi purpose jd hrs simpel

    Guest
  2. BMW juga ngembangin motor otonom gitu lo,dicoba di BMW rgs juga,tapi kayaknya agak beda dgn Honda riding assist yg kalo berhenti ga bisa jatuh,itu masih butuh di standar samping

    Guest
  3. Kok g nyomot teknologi “his siblings” yg udah make model i-drive dr jaman jebot..
    Keren tuhhh….100 th lbh canggih drpd vvt,vva,srvvt…ekkkk

    Guest
    • @RAV,
      Mungkin belum dapat jatah NASTAK..!!!
      Makanya belum komen disini & mungkin jari jemarinya gemeteran coz, kelaparan.😂🤣😂🤣😂
      Nanti jam 2 siang pasti
      bakal bercokol disini.😎
      Tunggu aja😀😀…
      Liat juga tuh aksi mereka
      di warung JAS JES JOS alias Blog SAMPAH isinya debat gak mutu.!!!👎👎👎👎
      Dan anehnya gak ditertibkan oleh penjualnya & malah sengaja biar traffic rame & mengundang iklan dari atasan..👎👎👎👎👎🤢🤢

      Guest
  4. kapan ya ada electric valve macam konisegsegsegseg di motor, jadi timing ny bener2 “bebas” gk dipatok sama high cam low cam

    Guest
    • eh variable lift maksudnya, kok nyasar ke timing wkwkwk.. pokok semacam kyk di koniseg gitu deh wak jadi gk pake noken lagi (freevalve) cmiiw

      Guest
    • Ngak usah jauh2 bawa mobil eksotis koenigsegg,itu juga udah ada di moto gp ducati,..prinsipnya sebenarnya sama camless…cuma beda di sistem aktuator sazaa..atau malah mungkin sama,aktuatornya pake solenoid valve yg dikontrol langsung oleh ecu??..cmiwwww..
      Prinsipnya sama,pneumatik valve,camless..no floating,no delaying,no drop,no bocor-bocor

      Guest
    • bukan ny sistem desmodromic itu butuh cam ya? bedanya kan kalo desmodromic cam ny nuga fungsi bwt naekin sama nurunin klep??
      kalo pneumatic valve cari di gugel malah nemunya pneumatic valve dongkrak wakakak

      Guest
    • Sorry broo…ducati masih pake sistem mekanik cam…kalo koenigsegg udah full pneumatik buka tutup klep.nya..jd g pke cam,cuma modal pneumatic valve buat ngangkat n nurin batang valve mesin..
      Jd ecu merintahin solenoid valve pneumatic buat nganggkat n nurunin batang valve mesin..
      Thanks brooo…

      Guest
    • Yang bikin penasaran, apa free valve milik koenigseg yang katanya bagus untuk efisiensi bahan bakar juga bisa untuk mesin performa tinggi layaknya mesin dengan sistem katup desmodromic atau pneumatic? Sanggup sampai berapa ribu rpm si free valve ini?

      Guest
    • Masih luama bro, sport 150cc tekno jadul Aja dah tembus angka 30jt gmn mau di kasih free noken As… Jd nambah berapa itu harga??? …
      Dan perawatan nya bakalan Mahal jg,secara solenoid valve di PT saya lumayan harganya ya kurang lebih sama Kali ya yg buat otomotif,Dan belom sensor nya…

      Guest
  5. 1250cc power 136hp yah namanya juga mesin selonjoran, mana kuat langkah kompresi tinggi, makanya wajar mesin R1250GS pake variable valve supaya durasi valvenya retard.

    Guest
    • Itu mesin honda n ducati di motogp yg silindernya selonjoran pakai kompresi tinggi, high rpm, tenaga besar lo, bahkan versi jalannya ducati juga,

      Guest
    • Mesin V atau L ya jelas beda bro, lagi pula tenaganya besar ngak pake variable valve. Ada contoh lain mesin selonjoran sebagai pembanding?

      Guest
    • Klo horizontal gk cocok hi comp/hi power, klo gitu v engine konfigurasi L, yang separo high comp hi power, separo lagi gk bisa hi comp hi power. Kalah dong sama inline yang berdiri/miring,

      Guest
  6. Nih kalo AHM niat DOHC yang katanya “Hello Kitty” itu bisa dijadikan Dual VVAT (Variable Valve Actiation & Timing) nih … gak cuam klep in klep out Juga bisa di manipulasi … soalnya saat ini klep in dan out kan cuma punya 1 lobe jadi masih punya 1 sisa tempat lagi …

    Guest
  7. Mirip bgt prinsipnya dengan audi variable lift n timing, bedanya, ulir (alur) di bmw ini di tepi, kalau audi di dekat lobe. Poros cam diam, lobe nya bisa geser kanan kiri. Pas geser, harus pada posisi base circle, biar gk hancur kena tappet/rocker arm. Keunggulan dekat lobe, bisa buat multi silinder yang berdekatan. Kalau ini hanya bisa 1 silinder. Aktuatornya cuma pin yang didorong elektronik atau hidrolik. Di audi elektronik. Mirip pin punya vva.
    Cam model lobe yang bisa geser ini lebih bagus dr vtec, karena kelembaman valve train lebih kecil. Cocok buat hi rpm, low rpm juga bisa.

    Guest
  8. Dari semua teknologi valve. Sampai saat ini saya masih kagum dengan desmodromic ducati. Dibilang sederhana tapi rumit, dibilang rumit tapi sederhana. Intinya pabrikan kudu saingan dalam hal teknologi baru, eh jualan juga. hahaha

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.