Kawasaki Siap Produksi 8.280 Unit D-Tracker 150

Tanda-Tanda kehadiran Supermoto 150 cc dari Kawasaki Kian Jelas, ATPM Geng Ijo ini berdasarkan jejak di TPT telah diizinkan Memproduksi 8.280 Unit D-Tracker 150. Yup Bro . .. Unit Motor ini Murni Produksi Kawasaki Motor Indonesia, Bukan Imporan dari Pabrik Kawasaki negara tetangga. Ada Yang cukup Menarik disini yaitu Unit Produksinya yang Cuma 8.250 Unit. Jumlah ini hanya sepertiga dari Produksi KLX 150 Yang merupakan Varsi Trailnya. Koq cuma segitu ya . ..  apa kira-kira dasar pemikirannya?

Seperti Kita tahu D-Tracker 150 lebih merupakan Versi Jalanan, IMHO, sepertinya Kawasaki memperkirakan bahwa versi jalanan dari Motor Trail jauh lebih segmented dibanding versi garuk tanah beneran. Apakah memang begitu? Mungkin ada benarnya juga, secara bila D-Tracker ini mau bertarung head-to head dengan motor-motor street bike yang notabenenya memang didesain khusus buat jalanan . .. Yaaa D-Tracker ini jelas akan memiliki lawan yang sangat berat. Walaupun Motor ini memiliki Ke Khasan tersendiri . ..  kan tetapi Harganya (kemungkinan 24 Juta-an) merupakan salah satu ganjalan Utama . .. dimana Range harga ini termasuk range harga top-end dari versi Motor street Bike Lokal, cmiiw . . . silahkan share komentar bro semua . ..  semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

227 COMMENTS

  1. @ashley alay
    Setuju!!… sorry to say… Kembalian 300 perak tapi gak bilang… Bandingkan dg SPBU Sh*ll… ada fitur pembulatan nominal… (lagi2 fitur 😛 )plus selalu sedia receh buat customer yg gak mau dibuletin kembaliannya… Small things tapi cukup membekas di hati konsumen… Kalo di Shell gua selalu isi full… kl di P*rtm*na asal kira2 nyampe SPBU Shell aja… hahahahahaaa… :))

    Sniff… sniff…

  2. @guspur: iya sih enak nambah temen,…

    cuma kalo temennya FBY wah kacau bisa teracuni,….

  3. from kompas otomotif:
    ==========================================
    JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pemerintah membatasi konsumsi bahan bakar bersubsidi (premium), tampaknya sudah mulai melebar-lebar. Setelah mobil (meski belum dilaksanakan), kini giliran motor akan dibatasi dan dinilai tak masuk akal. Pasalnya, kendaraan roda dua kini dijadikan alat transportasi paling ekonomis sekaligus alternatif terbaik bagi kalangan menengah ke bawah.

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman mengatakan, konsumsi premium jumlahnya tak sebanding dengan mobil. “Satu unit mobil sama dengan konsumsi lebih dari 10 motor. Jadi usulan ini tak masuk akal,” ujar Loman di sela RPUST PT Astra International Tbk di FourSeasons, hari ini.

    Sepert diketahui, pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral berencana mengurangi konsumsi BBM bersubsidi untuk kendaraan bermotor. Semula wacana yang beredar konsumsi BBM bersubsidi hanya boleh untuk kendaraan umum dan kendaraan pribadi jenis tertentu.

    Namun, wacana ini berkembang dan menyasar pada pengguna sepeda motor. Hal ini diutarakan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo hari ini di Jakarta. “Kita sudah bicara dengan AISI, kelihatannya sepeda motor tidak dapat (BBM bersubsidi),” ujar Evita.

    Sampai saat ini, Kementerian ESDM masih mendiskusikan mekanisme penerapan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. “Apakah (pembatasan) berdasarkan tahun pembuatan atau kapasitas mesin,” jelas Evita.

    Rencananya, penerapan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi tersebut sudah diputuskan pada akhir Juni dan mulai diterapkan pada Agustus 2010.

    Pihak AISI mengaku pernah diajak rapat dengan Kementerian ESDM pada 24/5/2010 lalu. Tapi dalam rapat tersebut AISI hanya memaparkan kemampuan produksi industri motor nasional.

    “Kami sama sekali tak ada kata setuju terkait pembatasan Premium untuk motor. Karena waktu rapat kemarin tak dibahas mengenai motor, kebanyakan mobil,” ujar Bambang Supriyadi, sekertaris AISI yang hadir dalam rapat tersebut.
    ========================================

    kalo gini menteri rapat nya sama AISI yang mana yahh.?

    kayanya Indonesia ngga bisa lihat bangsa berkembang.
    Penjualan naik dikit, pajak nambah, bensin non subsidi.

    wuihhhh nasibbbbbb
    untung motor ku dah biasa pake pertamax
    (dari pertama ga pernah pake bensin)

  4. guspur setuju…..
    hehehe….gw malah pernah goceng berapa kali……

    aseen- guspur- sabdo
    ooh…baru ngeh kalo…nambah kencleng buat pesiar, wah mending jadi manager swasta aja…..gak perlu meres2 rakyat kecil dlu…..

    newbie
    gak usah pilih2 kawan bro…hidup cma sesaat nikamti aja….

    daris
    sebenernya gak masalah kalo mo pertamax plus…asal pelayanannya aja gak nyebelin….

  5. @ Gus Pur
    sebenernya aku juga prefer shell. . .
    tapi nek mudik opo iyo nggowo jerigen nang box

    jan . . . . makin gak masuk akal penyelenggara negeri ini. . . .

    keep brotherhood,

    salam,

  6. Bensin eceran gak laku..wakakakakak….

    *yang jual bensin eceran ga usah ikut numbrung bro..ga akan ngerti.. 😛

  7. Rnd pada pindah jangan2 hanya sesaat doank…kalo pemerintahan ada2 apa2 ngeliatnya duid aja…..kalo kali ini gw gemes deh……tapi coba check intropeksi diri…postif think nya dmn yah?…

  8. @ mas Taufik,

    usul aja ni mas,
    kan warung udah rame nih. . .
    gimana kalau isu-isu yang berkenaan dengan biker seperti yang dibahas teman-teman diatas juga diangkat , kan ujung-ujungnya kita juga yang menerima akibat kebijakan itu.

    sukur-sukur warung kita ini dibaca wakil rakyat . . . .

    keep brotherhood,

    salam,

  9. OOt dikit sebentar lagi elpiji 12 kg naik / 1000 /kg weleh naik semua secara pajak kendaraan akan dinaikan juga…..nafasss…nafass tarikkk nafasss……

  10. dasar..pembuat kebijakan mentale buruk…semua dikapitalisasi..pasar tradisional diberangus…pkl digusur..rakyat dipaksa bayar mahal listrik padahal sering matek lampu…sekarang bensin disuruh ganti pertamax.pajak dikenakan biaya progresip………..byuuuuuuuuuhhhh…..

    halah..jangankan..pake pertamax..seandainya harus pake minyak tanah tetep tak jabanin…..**inget pespa dan v80 yang sering nenggak minah+oli tap2an**………

  11. @martini

    mbuh lah . . . nek mbahas pemerintah mung isine kesel. . .
    sing ngutang sopo . . . sing kon mbayari utange sopo. . . .

    awakmu koyo pakde ku sing nduwe susuki A100 ben dino diisi lengo gas karo oli tap-tapan. . . .

    keep brotherhood,

    salam,

  12. Pak Jaos lagi sakit tenggorokan ya kok cuma berdehem saja …….ayo cepet minum avtur biar lancar lagi….wuekekekekeke…

  13. Wah kalau pak jaos mau lewat saya ikut kedepan dech mau cari kampes nich ….liburan besok….

  14. wes nek kbeh larang yo ngonthel ae r go pajak r go bensin.kari nggenjot sak poklek’e thokor

  15. @scooterman
    Ahahahahahahahahaaaaa… ada yg ngeh jg… :mrgreen:

    Ayoooo… back to topic yooo… ngomongin D-Tracker150 aja… Masalah BBM biar ntar dibikinin artikel baru ama Mas Taufik… 🙂

    *Tiba2 penasaran… tu D-Tracker150 ntar pelek 14 tapi jari2nya jg lobang 28 apa nggak ya?… produsen pelek tambah bingung kiy…

    Sniff… sniff…

  16. waaaa…maaap baru sempet online lagi dari pagi

    @SH#169
    menarik mas . .. ok akan ku pikirkan . ..

    @guspur . . .
    maksute will 200 ?? whua ha ha ha ha . . .liat aja nanti gus . . .
    * masih rahasia

    Mo tanya nih gus . . .kalo Dtracker 125 kan pake USD 35mm . .. nah mungkin niy Dtracker 150 juga akan pake USD ini .. . yang jadi pertanyaan adalah spek dari USD nya yang tertulis begini :

    ” With the spring in the left tube and damping force provided by the right tube, ”

    maksute kira2 apa ya gus?

  17. newbi
    udah ah dari kemaren gw kerjaannya oot molo disini, ntar dimarahin yg punya warung lagi…..
    mending share elmu aja deh…byar gak perlu ngelmu di gunung kidul…ngelmu di trit aja….

  18. @guspur:
    kalo d liat dr longgare jarak antar jari2, kyae nih mongtor pake pelek 28h.
    iso2 g nemu pelek variasine iki ngko. seng tukang produksi pelek males nggawe, lhawong mongtore wae cuman d produksi 8280ekor.
    pesen satu aaaahhh…, wes suwe ngiiiiiiimpi nikung ala rear wheel steering d atas jok supermoto. hhheemmmm….rasane nang ati iso mak ssseeeeeeeeeeeerrrr….!!! 😉

  19. kalau melihat komen hari ini komengtatornya banyakan udah pada jenggotan pantesan gak ada bakar membakar, ada juga yang udah bercucu, tuh mbahe

  20. @ashley,.. yah kan saya hanya meng-komeni koment mu yang awal hehe

    berarti yang oot u duluan donk hehe

    balik maning nang taufik ehh topic maksude.

  21. ada hari yang serius namanya serius day
    hari bakar2an, namanya angusday
    hari ejek-ejekan namanya ejekuday
    hari ini hari yang apa yah

  22. newbie
    xixixixixi, gw kan demennya oot….bukan bakar2an….

    aseen
    helooow……ada mbah tereak mbah neh…….

    all
    kayanya velg 14 inci apa gak kecil yah,,,kayanya kerenan pake velg allow 17 inci ( buat thunder)..kereeen kayanya lebih gambot…

  23. @A Seen…
    saring sj..motor2 garuk tanahku hampir semua rantainya pakai rantai standar Satria hiu…
    428H ..mulai harga 75rb s/d 120 rb…ada yg kuning dan yg nikel…
    kalau offroad..jangan lupa u. selalu bw sambungan rantai..

    @40 prikitew…
    disini jg ada orang TRB lho…

    @66 daniel…
    mesin sama ..cuma beda final gear …menyesuaikan jalan raya…

  24. kalo motor kayak gitu kayaknya cocok buat gue! soalnya rumah aku termasuk nanjak, and masih daerah pegunungan gtu! so serasa motocross kayaknya!

  25. @Mbah Ashlay feat Mbah mercon C

    aku kualat suka ngebongi warunge orang, sekarang warungku gentian dibakar orang termasuk sampean. kikikiki

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP