Efek domino Yang mungkin Terjadi Saat Premium Untuk Kendaraan R4 Pribadi Naik . .

A man finishes to fill up at a gas stati

Bro Sekalian seperti kita ketahui bersama, berbagai pemberitaan media  beberapa hari terakhir ini menyebutkan bahwa ada kemungkinan pemerintah RI akan menaikkan Harga BBM bersubsidi yakni Premium Oktan 88 untuk Kendaraan roda empat Pribadi ( Plat Hitam) dari  Rp. 4.500 menjadi sekitar Rp 6.500 sedangkan untuk kendaraan umum (pelat kuning) tetap Rp. 4.500  . . . salah satu tujuannya adalah untuk menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 21 triliun . ..  Kira kira apa efeknya . .

Yamaha#1_tmc

tmcblog berfikir salah satu pemikiran nya juga selain penghematan subsidi APBN adalah membuat orang semakin merasa berat untuk membawa Mobil pribadi karena ongkosnya akan semakin tinggi yang diharapkan bisa pindah ke moda transportasi massal. Bicara Transportasi massal, tmcblog pikir nggak ada orang disini yang mau capek capek berkomuter menggunakan kendaraan pribadi . ..  enakan juga naik kendaraan umum, nggak cape nyetir, bisa istirahat, mengurangi resiko dijalan dan lain sebagainya . . .

Akan tetapi, khususnya di kota besar seperti jakarta . ..  moda transportasi umum belum secara menyeluruh dilirik oleh pengguna jasa transportasi . ..  hmmm mungkin ini dikarenakan tingkat kenyamanannya masih belum bisa memberikan kepuasan, atau ada alasan lain . . . merasa bawa Kendaraan pribadi adalah sebuah prestis tersendiri? hmmm . ..  apa bener begitu bro?

Gas-Meter

efek lain adlah . . . eksodus ke moda trasnportasi roda dua  alias sepeda motor . ..  alasannya tentu adalah masalah konsumsi bahan bakar umumnya kendaraan roda dua dibawah 250 cc di Negri kita  ini se boros borosnya, terlebih lagi ada opsi, harga bensin premium untuk kendaraan roda dua nggak ikutan naik (tetep 4.500 rupiah) . .. katakanlah misalnya Konsumsi bbm Ninja 250R 20-25 km/liter, masih jauuuhhh lebih irit dibanding konsumsi bahan bakar roda empat . . . apalagi jika kita lihat fenomena evolusi hampir semua motor motor skutik yang kian irit saat ini  . . . . hmmm.

ini tentu merupakan sinyalemen awal yang tentu nya butuh pembuktian beberapa bulan setelah Mei 2013 . . . siapa tau aja , naik 2000 rupiahpun nggak ngefek buat pilihan konsumen untuk tetep menggunakan Roda empat pribadi, maklum sudah bebeapa kali teruji, kita ini cukup adaptif sama model kenaikan kenaikan kayak begini . . . silahkan share komentar bro sekalian .. .  semoga Berguna

taufik of BuitenZorg

128 COMMENTS

  1. Selagi transportasi umum masih bgtu2 aja,kayanya susah deh mas,biarpun permiunnya naek,sprtinya ga ngaruh…yg udah2 jg dulu bgtu,awalnya aja pd ngeluh hbs itu pd beli permiun jg 🙂
    klo mang jd naik,kasian yg pny mobil2 tua.

  2. bensin aja yg naik, solar jangan. biar truck yg ngangkut sembako bisa jalan dan gak berimbas ke naiknya harga sembako

  3. apakah motor dg kubikasi besar sprti 250 akan mndpt jth maksimal pengisian BBM bersubsidi???

  4. emangnya bener bensin kita tuh murni RON 88? hasil uji lab di Thai oleh grup Gam** , RON kita antara 86-87. setujuh ajah klo dinaikin tapi RON juga ikut naik juga dong, masa kendaraan high comp dipaksa minum premium mana yg recom pabrikan lagi, dasar koplak.

  5. setidaknya lho ini wak haji, ada keadilan disini….sy hnya punya spda mongtor sehari 2 liter puter2 jkt, dengan kepanasan kehujanan, tp ada yg nikmatin sehari 20-30 liter dengan innova,avanza bahkan nissan x-trailnya, yg pasti adem dan tidak kehujanan….artinya, mereka yg menikmati subsidi jauh lebih kaya dr saya dan bikers lain yg hanya mampu beli spda mtor…hnya btuh pengawasan agar tidak terjadi penyelewengan wak haji…itu pendapat sy ya wak haji…

  6. Menurut pandangan saya mas taufik peningkatan menjadi 6000 tidak akan membuat pengguna mobil beralih ke transportasi umum atau motor karna kenaikan harga tidak terlalu tinggi. misalnya per bulan bbm pribadi mencapai Rp.1,5 juta perkiraan setalah kenaikan akan menjadi Rp 2 juta.
    Pada umumnya masyarakat yg menggunakan mobil untuk aktifitas sehari hari adalah masyarakat menengah keatas, kenaikan itu tidak akan membuat mereka beralih dari mobil peribadi dgn segala kelbihannya ke transportasi umum/motor dgn segala kekurangannya.
    menengah kebawah biasanya mobil simpanan,di pakai hanya untuk keperluan tertentu.
    bengkaknya anggaran subsidi bbm bukanya karna kita masih mengimpor bbm lebih dari setengah kebutuhan domestik?

    Negara pengekspor minyak sekaligus pengimpor bbm,miris memang.

  7. dari pada dinaikin tuh bbm, lebih baik diturunin kualitasnya jd oktan 85 ato malalah boleh kurang, jd masarakat tinggal memilih, mau pake bbm dengan oktan rendah (positipnya bengkel jd lebih idup = perputaran ekonomi dari kendaraan yang rusak). oktan bagus > ini tidak bagus buat perekonomian, kerja benglel jd cuma ganti oli doang. heheheeeeee

  8. Pengaruh sedikit untuk jakarta (pengguna terbanyak),kalau didaerah disinyalir makin bertambah panjang antrian bbm untuk roda 2 (termasuk yg pengecer untuk roda 4 juga)

    pertamina dan aparat terkait kalau tidak bisa mengendalikan pengecer lebih baik buatkan tempat dan pompa khusus serta harga khusus dengan asumsi quota tiap spbu di daerah meningkat

    *kami di daerah juga masih termasuk indonesia

  9. mau hemat ampek Rp 1000.000.000.000.000 pun! Saya orang kecil gak kan ngrasain pengaruhnya!

  10. tetap naik mobil, nail 2500 tetap dibayar, angkot jalan ngetem waktu ngak jelas ngak nyampe trayek, naik motor body keberatan + anak bini, panas kepanasan hujan kehujanan, angep aja biaya rumah sakit, tetap naik mobil

  11. Beli premiumnya tidak ke spbu, tapi ke pemilik angkot, atau pedagang eceran. lebih murah kan??

  12. HARGA BENSIN NON SUBSIDI PERLITER SBB :
    1. Harga Dasar Minyak Mentah = Rp. 5,940
    2. Harga LRT (Lifting,Refinery, Transportation) = Rp. 1,360
    3. Pajak lain2, sekitar 15% = Rp. 1,100
    Maka TOTAL HARGA BENSIN NON SUBSIDI SEHARUSNYA RP. 8,400/liter
    (ini msh murah bila dibandingkan beli bensin di Jepang sekitar 16rb-an)

    DGN HARGA JUAL SUBSIDI = RP. 4,500 untuk premium, maka NEGARA NOMBOK sekitar Rp. 3,900/Liter

    Bagaimana menghitung Subsidi kepada kita???
    1. Misal saya punya mobil, minumnya premium… sebulan kira2 beli bensin Rp. 350,000 –> jika dikonversi ke liter = 78liter/bulan.
    Maka besar subsidi dari negara adalah = Rp. 3,900 x 78 = Rp. 304,000/bulan
    atau Rp. 3,650,000/tahun… (hmmm lumayan juga)

    2. Misal saya pakai motor, minumnya jelas premium… seminggu 20rb jadi sebulan kira2 80ribuan dech… maka penggunaan bensin=18 liter
    Maka Subsidi = Rp. 70,200/bulan atau Rp. 842,000/tahun…

    APA YG BISA KITA SIMPULKAN???
    Terlihat bahwa Subsidi berbanding terbalik dengan TARAF HIDUP…
    YG MENIKMATI SUBSIDI JELAS2 ADALAH ORANG YG LEBIH SEJAHTERA…
    Apalagi apabila Mempunyai Kendaraan dgn CC BESAR dan LEBIH DARI 1… maka akan lebih besar lagi subsidinya… Saya yakin byk orang yg pengeluaran bensinnya sampai ber-juta2 sebulan… dan subsidinya pun membengkat berjuta2 pula…

    SUBSIDI ADALAH PENGHANCURAN PEMBANGUNAN/KESEJAHTERAAN…

    LEBIH BAIK DANA SUBSIDI DIPAKAI UNTUK KESEHATAN, PENDIDIKAN, PANGAN, & PENGENTASAN KEMISKINAN…

    LEBIH BAIK ORANG2 MAMPU TIDAK DIKASI SUBSIDI… (saya ikhlas)

    PEMERINTAH HARUS BERANI…
    RAKYAT MISKIN SEHARUSNYA MENDUKUNG… BUKAN MALAH BERDEMO…

  13. Mau diarahkan ke moda transportasi massa? Hahaha.
    Gini WakHaji, moda transportasi massa kita “berantakan”. Dari segi keamanan, kenyamanan, sampai jumlah armada. Itu semua udah bikin saya muak untuk naik moda transportasi massa.
    Klo 3 poin itu sudah baik? Saya yakin tanpa modus kenaikan harga bbm, pasti masyarakat mau menggunakan moda transportasi massa secara sukarela tanpa “gojlok-gojlok” dari pemerintah lagi.

  14. Pusing amat bs beli bensin R4 jalan ga punya motor yg pasti naik umum blm jls waktu dan nyamannya bahkan lebih mahal mending ya naik motor

  15. mobil angkutan umum nantinya akan beralih fungsi untuk “Tandon” premium berjalan dengan harga tidak naik. untuk narik tiap hari aja belum tentu dapat penumpang banyak, ini pasti akan terjadi nanti, angkutan umum semakin jarang digunakan untuk narik penumpang, tapi untuk nyedot premium dari spbu-spbu.

  16. jadikan satu harga aja,Industri,mobil Pribadi,Angkutan Umum,kalau efek Inflasi atasi bersama,seperti biaya pendidikan gratis/pengobatan,kalau barangnya sejenis harga beda2 cuma jadi ladang kerja baru yg ndak Produktif.

  17. wah… untuk di daerah kayanya susah….pengalaman touring kemaren ke sumatera dari cilegon- bukittinggi… disana bbm di borong oleh pengecer pake jerrycan (jerigen)bermobil-mobil…langsung ludes SPBUnya(mo solar, mo bensin des-des ludes).. realita disana ga ada yang bisa kontrol penjualan BBM teori doang…. so… Kalo Beli Pake JERIGEN mo di kasiih PAke harga berapa?.. makanya jangan tanya solar langka… habis di borong pengecer dan oknum industri serta pertambangan dan perkebunan… itu sekelumit realita yang ada di lapangan… sekian laporan nya wak Haji.. wassalam..

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP