TMCBLOG.com – Bro sekalian, Bersyukur tmcblog kembali menjadi saksi mata momen penguncian kejuaraan Marc Marwmquez di Motegi 2018. Marc Marquez merengkuh kemenangan Di Home base Honda/HRC Sirkuit Motegi sekaligus mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2018 dengan sisa 3 Kali race lagi ( Phillip Island, Sepang dan Valencia ). Sebelum Marc Melakukan Race ia sempat didekati Honda Motor Co. President dan Chief Executive Takahiro Hachigo dan memintanya dengan perkataan singkat ” Do It “ dan Di jawab Oleh Marc Marquez ” I Will “ . . . Dan Di Track Pun Marc Marquez berusaha Memenuhi janjinya dengan terus menghadirkan Determenasi Balap yang lumayan Luar biasa . ..  namun determenasi ini jelas Bukan sesuatu yang aneh jika kita melihat hasil Laptime Marc Di Sesi FP4 dimana Marc Dengan ban yang persis sama dengan yang ia Pakai berhasil menorehkan Laptime yang lumayan Konstant, Oleh Karena itu TMCBLOG sempat bilang jangan mau dibohongi sama Marc hehehe . ..  mengenai analisa race Kita akan lanjutkan disesi Khusus, Kali ini kita akan simak dulu data data seperti apa championship Pasca race MotoGP Motegi 2018 . .

Yap Di Motegi ini Marc Marquez mengunci Kemenangan MotoGP 2018. Dan Dengan kemenangan di Musim 2018 ini total Marc telah menorehkan Gelar Juara dunia GrandPrix Lintas kelas sebanyak 7 Kali. Kemenangan Di Motegi adalah kemenangan Ke 8 ditahun 2018 ke-69 Marc Marquez sepenjang Karir Grandprixnya dan menggenapkan 115 Kali Podium. . . Khusus Untuk 2018, ditengah tekanan Yang cukup keras dari Ducati Marc Berhasil menghadirkan Konsistensi  yang cukup Luar biasa.

Dengan Kemenangan Di Motegi ini Marc Marquez berhasil mengumpulkan Point sebanyak 296 Point dan berjarak 102 Point dari Andrea Dovizioso. DNF nya Dovi membuat Rossi mendekat dengan jarak hanya 9 point ke Dovi. Dengan hasil Motegi, Kembali Juga memperpanjang catatan Record Yamaha Untuk Tidak menang dalam 25 Kali Seri berturut turut.

Ke depan, dengan 3 Kali seri secara Matematika Rossi Masih Sanggup Naik Ke posisi dua untuk overtake Dovizioso di Championship Pembalap

Pasca race MotoGP Motegi 2018, Honda dan Repsol Honda masih berada di atas  Ducati danYamaha Movistar. Yang Patut dicatat dengan ketidak hadiran Lorenzo plus Crashnya Dovi Membuat Point team Ducati Team Jadi Nol dan ini membuat Yamaha Movistar Dengan mudah Overtake dan naik ke posisi dua

Secara Umum Kalsemen team dan Manufaktur masih terbuka . . Masih ada 75 point total diperebutkan di Klasemen Manufaktur dan masih ada banyak Point total Yang bisa direngkuh di klasemen team . .  Oleh Karena itu , selain masalah regulasi Juga, di Phillip Island Nanti ALvaro Bautista akan menggantikan Jorge Lorenzo di GP18 dan berusaha untuk menyelamatkan Point Klasemen team Ducati.

Dengan Finish di posisi Runner Up Motegi 2018, Cal Crutchlow berhasil memimpin Klasemen sementara Pembalap team Independent diikuti Johann Zarco dan Danilo Petrucci. Sementara di Klasemen team LCR Honda Masih kalah dibandingkan Alma Pramac team.

Walaupun Hafizh Syahrin berhasil Finish Top 10 di Motegi, Franco Morbidelli masih tetap memimpin Klasemen Rookie of The year sementara . . . Namun Jarak Hafizh ke Morbidelli hanya berjarak 4 point . . Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

42 COMMENTS

    • ga apa-apa sepi, yang penting komentatornya lebih adem :). lagian tengah malam dah pada tidur lah bro besok kerja 🙂

      Guest
  1. Nikmat amat yak yamama..

    Ini pasti krn hibahan dovi yamama naik peringkat tim..

    Emang bener dah nunggu hibahan depan kalo mau podium, eh gagal podium ya tadi..??

    Guest
    • kalau dulu kan iklannya jmx sampai bikin jembatan ambrol, kenceng

      kalau sekarang iklannya kakek2 naik xmax, jadi alon-alon waton kelakon

      ekekekekekekekekek

      Guest
    • Klo dipikir-pikir iya juga ya
      Konsumennya Yamaha udah dikotak2 sendiri ama mreka di iklannya
      X-Max: kakek2
      Mio s: cewek
      Fino: hijabers
      Xride: pegawai baru n anak kuliahan

      Guest
  2. ggl pertamax. premium aja deh, aq cm heran liat mm93 ngeri bgt cara balapnya, resiko dnfnya tinggi eh tp bukn dia yg dnf malah musuhnya. salut deh sma mm93, ngarep nih mm93 di dukati.

    Guest
  3. boss ducati sebelom gp aragon : motor kita cocok sama semua karakter sirkuit, kita akan memenangkan gelar juara tim & konstruktor. eh dimulai dari gp aragon makin kesini malah makin apes itu ducati wkwkwkwk.

    vinales : setelah hasil gp thailand yang bagus motor kita mengalami perkembangan yang bagus, ada perubahan besar dimotor kami.
    pas race = vinales berkutat diposisi tengah, sementara rossi sempet maju kedepan. oke sabar sabar kebiasaan vinales panas diakhir, eh ditungguin sampe finish gak maju maju juga itu pembalap posisinya wkwkek

    Guest
    • Berarti komen dari kakek legend masih yg paling akurat. Kan kakek udah bersabda jgn gembira dulu, eh vina terlanjur pede.

      Guest
  4. Petrux makin kesini makin payah gitu sih,dikontrak pabrikan bukannya makin on fire malah kebanyakan terlalu main aman yg penting dapat poin,malah lebih baik Miller walaupun sering gambling dan akhirnya ndlosor tapi dia berani merangsek kedepan,dan dia pake gp17 loh, harusnya petrux malu

    Guest
  5. Itung itungannya berarti…paling ndak sampai gp malaysia…kita masih akan melihat balapan seru…marc repsol honda akan berjuang mendulang poin…

    Gitu wa wak kira2…

    Guest
  6. Congrat marq.level 7.???????mbah oci ma dovi tinggal rebutan ampas runer up???.dan apakah record satu musim nggak pernah juara bisa dipertahankan oleh yamaha.kita tunggu aja pemirsa.sekali di udara tetap di udara.RRI stasiun gombong????

    Guest
  7. Next race kasih podium hibah aja buat tim biru, kasihan lama gak nikmatin podium satu lagi, takut lupa rasanya podium satu itu gimana rasanya
    Permohonan terakhir dari last stand fansboy
    ?????

    Guest
  8. Itu kakek lejend mendekat juga beruntung gara2 musuhnya bnyk yg jatoh, maklum udah tua ga berani push limit lagi beda ama pembalap macam jolor dan dovi, yg penting konstan finish walopun diluar podium, disisa seri hati2 buat dovi jgn crash lagi ntar ada yg finish klasemen dua padahal podium pertama aja ga pernah

    Guest
    • King Arthur hebat karena excalibur,tapi excalibur ga akan bisa dipake kalo ga dicabut Arthur
      jadi mau kesatria sehebat apapun,kalo dikasih pedang biasa atau bukan miliknya, kemampuannya ga bakal bisa keluar semua

      Guest
    • Ah gak jg Masbro…
      Juara yg lintas pabrikan dah banyak…
      Yg paling hebat tuh PEOPLE CHAMPION…
      Gak ada duanya….???

      Guest
    • Dan yg gk dibahas itu waktu pindah pabrikan macam bedol desa…
      1. Hampir semua kru dibawa
      2. Kalau gk salah ingat tiba” yamaha mundur dari wsbk dan semua source (dana, enginer, dll) dipakai buat motogp dan “hampir” hanya utk 1 orang saja.
      3. Jaman itu nggak ada lawan yg setanding… Sampai muncul stonner, dan seingat saya mulai itulah rossi bnyak ngeluh di media… Padahal sebelumnya nggak pernah/jarang.
      4. Dan sudah terbukti di tahun” sesudahnya… kalau ada sainganya, gelar juara dunia akan makin sulit diraih. Malah lorenzo yg juara ?

      Bagi ane rossi legend. Tapi kita sebagai fans ya nggak segitunya kali ampe menyepelekan kemampuan pmbalap lain. ✌️

      Guest
    • Andai Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa & Marc Marquez tidak ikut balapan MotoGP mungkin VR46 sudah memonopoli dan sapu bersih juara dunia.
      Pembalap2 yg disebut diatas sampai disebut para allien motoGP & masuk jajaran teratas top legend juara seri terbanyak yg saling bersaing ketat saling mengalahkan satu sama lain, bahkan untuk Stoner & Lorenzo secara head to head masih unggul saat bertemu Rossi.

      VR46 pasti merindukan kompetitornya saat dulu langganan juara dunia macam Max Biaggi, Loris Capirossi, Marco Melandri, Sete Giberneu,dll.

      Yg spesial tentu MM93, berhasil juara dunia dgn berbagai rekornya justru saat menghadapi sekumpulan pembalap hebat & allien macam Valentino Rossi, Jorge Lorenzo serta Dani Pedrosa.

      Guest
  9. Sementara Valentino bisa mengatur situasi dan menahan untuk memberikan yang terbaik buat dirinya. Kendati aku tahu saat ini dia marah karena tidak mampu tampil kompetitif. Memang cukup aneh melihat dia tidak tampil maksimal karena beberapa masalah yang membuatnya bermain aman dengan hanya mengoleksi poin. Menurutku dia akan kembali kuat di Phillip Island….” tutup Dovi…

    Secara langsung dovi nyindir pak tua bangka yg ngebut asal finish ga berani fight kedepan

    Guest
  10. perasaan Marquez di motogp gelar juara dunianya selalu dikunci di 2 tempat ya wak,kalau gak di Motegi (3 kali),ya diseri terakhir Valencia (2 kali).

    Guest
    • thn genap di motegi, thn ganjil di valencia. mungkin dukun spanyol suka yg ganjil2, maniki neko suka yg genap2. kenapa saingan juara MM selalu dlosor di motegi?

      Guest
  11. Bagi yg omong pembalap gk disebut hebat kalau belum juara dilintas pabrikan…

    Nah yg gk dibahas waktu rossi pindah pabrikan udah semacam bedol desa aja… ?

    1. Hampir semua kru dibawa pindah
    2. Kalau gk salah ingat tiba” yamaha mundur dari wsbk dan semua source (dana, enginer, dll) dipakai buat motogp dan “hampir” hanya utk 1 orang saja.
    3. Jaman itu nggak ada lawan yg setanding… Sampai muncul stonner, dan seingat saya mulai itulah rossi bnyak ngeluh di media… Padahal sebelumnya nggak pernah/jarang.
    4. Dan sudah terbukti di tahun” sesudahnya… kalau ada sainganya, gelar juara dunia akan makin sulit diraih. Malah lorenzo yg juara ?

    Kan dulu pernah bisa juara bersama team independent… Nah ini juga kalau nggak salah ingat, dulu team yg dipakai itu 99% sama ama team pabrikan (motor, source, enginer yg nangani, dll) karena HRC liat dia ada potensi yg bagus… Jd dianak emaskan.
    Dan tebakan ane sekaligus mau “membuang” pembalap pabrikan HRC secara halus ??
    ?… Selanjutnya rossi ditarik ke pabrikan ✌️

    Bagi ane rossi legend. Tapi kita sebagai fans ya nggak segitunya kali ampe menyepelekan kemampuan pmbalap lain. ✌️

    Guest
    • kalo pendapat ane
      no. 2 wajar boss namanya juga butuh pengorbanan
      no. 3 mohon maaf ane kurang setuju karena pembalap dulu juga gak kalah hebat. Karena Rossi masih muda dan penuh enerjik. mirip marquez sekarang lah. lagipula seingat saya juga Yamaha waktu itu cuman kalah dari Honda. masih di depan Suzuki, Kawasaki, Aprillia apalagi Proton mirip2 Ducati sekaranglah.

      tapi ya ane sepakat jgn sepelekan kemampuan yang lain

      Guest
    • Iya om. No 2 kan saya bahas… “jangan terlalu mengagungkan” tentang kemampuan pembalap yg pindah pabrikan bisa langsng jurdun, ok itu hebat banget… tapi ya nggak sampai bilang ke pembalap lain kalau nggak bisa berarti belum hebat ?… kan kalau semua mendukung kmngkinan berhasil jauh lebih besar.
      Rossi hebat dari dulu ampe sekrng, klo gk mana mau dulu pabrikan ampe kasih sorce segitunya. Sama lah ama marquez skrng.

      Iya pembalap dulu hebat, tapi gap terlalu jauh… yg hebat” macam robert sblum rossi naik kelas aja dah mulai menurun kemampuanya, ttap hebat tp menurun.
      ane ingat wktu tiap liat rossi sprti main” aja hampir bisa menang, yg sy suka itu rossi membuat balapan jd sedikit bisa dinikmati dgn tdk lngsng ngacir macam lorenzo?… itu jaman keemasan.
      Dan saya juga ingat banget, sejak ada stonner rossi jadi nggak sesantai dulu.

      Point disini yg saya heran, fans nya itu sampai menyepelekan “kemampuan” pembalap lain?
      Kalau menyepelekan pribadi pembalapnya mngkin karena terbawa emosi, terbawa drama, dll.. nah ini “kemampuan” pembalapnya?
      Krn kata mereka gara” motor khusus, tech robot lah, dll ?
      Kalau saya bayangin jika seandainya ? Giacomo Agostini hidup jaman skrng… apa malah nggak jadi sesembahan ?

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.