TMCBLOG.com – AGV paling tidak merilis Desain Baru Pista Series Untuk Dua pembala motoGP asal Italia di Misano Yakni Valentino Rossi dengan tema ” Pil Biru “ dan Desain baru Helm AGV Franco Morbidelli Yang lebih ke pesan kemanusiaan ” Anti rasisme “. Race Di Misano ataupun Mugello selalu menghadirkan tradisi Desain helm Khusus bagi pengendara Italia di Home race mereka ini, Begitu Pula di Misano 2020 dan Morbidelli adalah salah satu dari beberapa yang memulai debut desain helm yang menampilkan dirinya digambarkan sebagai karakter dari film pemenang penghargaan Spike Lee Do the Right Thing – sebuah film yang menangani ketegangan rasial dan kekerasan di Amerika.

Sementara Tema Yang dihadirkan Di helm AGV Morbidelli – yang ayahnya orang Italia dan ibunya orang Brasil – menghadirkan Pesan verbal ‘kesetaraan’ – anti rasisme yang tercetak dalam berbagai bahasa di bagian belakang helmnya. “Ketika saya memutuskan untuk membuat helm khusus untuk acara ini, saya ingin berurusan dengan masalah besar dan topik besar, yaitu rasisme. Tetapi saya juga ingin memeluk seluruh tahun 2020, karena tahun 2020 ini dimulai dengan cara yang sangat buruk dan banyak, banyak hal yang tidak menyenangkan terjadi di dunia pada tahun 2020. “

“Kami mencoba untuk membuat pertunjukan untuk penonton dan kami mencoba untuk membuat penonton merasa senang. Jadi, saya ingin membahas topik ini dengan ringan, bukan berat.

“Dan ada film Spike Lee yang membahas masalah ini dengan hebat, yang berjudul Do the Right Thing. Ada karakter yang pada satu titik dalam film hanya mengatakan berhenti membenci satu sama lain . . .  Jadi saya ingin memasukkan diri saya ke dalam pakaiannya dan mencap diri saya di helm.

“Dan juga, saya ingin mengirim pesan kesetaraan [di belakang] dalam berbagai bahasa karena menurut saya itu salah satu hal terpenting untuk diingat. Saya pikir penting untuk diingat bahwa kita semua sama. Virus Corona mengingatkan kita akan hal ini dengan cara yang buruk, tetapi kita perlu mengingatnya juga untuk hari-hari baik. Jadi, menurut saya itu adalah pesan terbaik untuk dikirim dan dengan cara seringan mungkin. ” Begitu menurut Franco seperti yang dikutip dari motorpsport. Wah inspiratif Juga Yaa

Taufik of BuitenZorg

36 COMMENTS

  1. Wak haji,di balapan kelas premier motogp kok ga ada yg kulit hitam ya,dulu udah pernah ada apa blm ya?,mohon pencerahannya.

    Guest
    • Negro itu menjadi ungkapan kasar untuk kulit hitam, merujuk pada masa kolonialisme dan perbudakan. Mungkin ga beda jauh maksudnya dengan menyebut orang Indonesia dengan indon.

      Saat ini penyebutan yang dianjurkan adalah “black” atau kulit hitam.

      Guest
  2. Morbi campuran brazil dan italia tp masih bisa diterima sama warga italia yak.
    Si taro wn prancis tp gara gara pas masih kecil memutuskan fokus balap dan pindah ke spanyol, dia malah jadi bahan ledekan warga prancis yak.
    Beda sama stoner pas memutuskan fokus balap dari kecil pindah ke eropa tp begitu dicintai sama warga australia.

    Guest
  3. Makanya nanti kalo motogp jadi di gelar di Indonesia, kita sebagai rakyatnya harus tunjukin indahnya toleransi yg terus dijunjung tinggi oleh negara kita.

    Bravo Morbi

    Guest
  4. Jangan nyebut n*gr* atau nig*r Pak.
    Itu menyakiti hati mereka.
    Ati ati pilih kata Pak.

    Btw, mantab, morbi P2 lah

    Guest
  5. Untuk line up produk AGV, seri GP-Tech (menurut kepala saya) adalah yang terbaik dibanding Pista GP.
    Paling nyaman digunakan. Nggak bikin pipi jadi kempot. Walaupun area visor visibilty lebih kecil.
    Namun memang secara tampilan, seri Pista/Corsa guanteng pol nggak ada obatnya.

    Guest
  6. bener ternyata … motogp tanpa marc lebih seru ….
    seru liat ketidak konsistenan pembalap …
    pembalap yg levelnya jauh di bawah marc ….
    buahahahahaha

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.