TMCBLOG.com – Dalam sebuah acara F1 podcast Beyond The Grid, pembalap Williams F1 -Alex Albon- yang juga pernah membalap bersama Red Bull Racing dengan mesin Honda sempat membuat perbandingan antara gaya berkendara agresif dua juara dunia di dua kelas tertinggi disiplin motorsport, yakni Max Verstappen dan Marc Marquez.

Menurut pembalap blasteran Thailand-Inggris ini, keduanya yang telah membalap di level tertinggi olahraga masing-masing selama beberapa tahun sekarang memiliki beberapa kesamaaan. Ketika menilai Verstappen, Albon berkata “Ketika Anda melihat data, Anda akan melihat bahwa di beberapa tikungan, Max luar biasa dan dia berada di limit untuk seluruh lap. Dia menyukai mobil dengan front end yang sangat kuat.” . . Yes ini benar benar seperti karakter Marc Marquez banget.

Dan ketika Albon berbicara soal Marc “Ini perbandingan yang aneh untuk dibuat. Tetapi jika ada yang menonton MotoGP, pikirkan seseorang seperti Marc Marquez. Dia memiliki gaya berkendara yang sangat spesifik dan itu berhasil untuknya dan itu cepat, tetapi itu tidak selalu yang paling mudah untuk diikuti dan jika pembalap itu selalu [berhasil] melakukannya . . . Yah, tidak ada alasan bagi tim untuk menyimpang dan berpikir untuk mencoba sesuatu yang berbeda.”

Nggak tahu memang niat mengutarakan hal tersebut dengan tujuan mengkritik secara halus strategi perubahan platform Honda RC213V 2022 yang memperkuat rear-end dan mengesampingkan kekuatan Marc Marquez sebelumnya yakni di front end. Menurut TMCBlog pernyataan dari Alex Albon ini dalam banget! Nggak ada alasan bagi HRC untuk mencoba sesuatu yang berbeda walaupun dengan alasan alasan humanis agar menjadi ‘Common Riders Friendly’  jika Marc Marquez bisa mengemulasi motornya menjadi kemenangan . . Begitu kali ya maksud Alex Albon.

Karena berhubungan dengan Marc, sekalian saja TMCBlog mau sharing ke sobat sekalian bagaimana pendapat Marc Marquez pasca test Jerez di mana dia dipersiapkan 3 motor RC213V di pit box-nya. Marc Marquez mengendarai total 60 lap di Circuito de Jerez pada hari Senin dalam tes satu hari kelas MotoGP. Pembalap pabrikan Honda itu mencatat waktu lap terbaik menit 1:37,940 dan berada di posisi 15 pada akhir sesi pengetesan. Pembalap Spanyol, yang finis keempat di GP Spanyol sehari sebelumnya ini berkonsentrasi untuk setup aerodinamis pada RC213V.

Juara dunia delapan kali itu bahkan memasang fairing dan aero wing yang mirip desain Honda 2021. “Itu adalah hari yang baik dan penting dan kami dapat mencoba beberapa hal. Seperti biasa, beberapa hal berhasil, yang lain agak mengecewakan. Kami mencoba beberapa paket aerodinamis yang berbeda,” tegas pembalap berusia 29 tahun itu.

“Penting untuk memahami bagaimana mereka (aero) akan bekerja di trek yang lebih pendek dan lebih ketat karena di pramusim kami selalu berada di trek besar seperti Sepang dan Mandalika. Kami dapat mengumpulkan banyak informasi, tetapi kami harus terus bekerja. Kami menantikan Le Mans.”

Beberapa pertanyaan masuk ke TMCBlog mengenai apakah HRC tidak dengan mudah begitu saja menggunakan sasis 2021 dan mengombinasikannya dengan mesin 2022 dan akan membuat CoG motor akan kembali ‘mengarah ke depan’.  Untuk pertanyaan ini Marc Marquez dengan tegas menjawabnya sob; “Honda tahun lalu adalah motor yang sama sekali berbeda. Kami tidak bisa lagi menggunakan apa pun dari tahun lalu. Kami pergi ke arah yang sama sekali berbeda dengan motor baru. Kami harus memikirkan bagaimana membuat mesin balap ini lebih kompetitif.”

Yes, jadi sudah jelas yah, menurut Marc, strategi shortcut seperti itu tidak dapat dengan mudah dilakukan. Cara terbaik adalah bertahan di spek motor 2022 sambil berharap HRC mengubahnya kembali di 2023 nanti, dan berusaha membuat motor 2022 ini bisa kompetitif tanpa mengubahnya. Ini artinya memang harus ada perubahan pendekatan teknis dan juga gaya balap dari pembalap. Dan untuk saat ini memang Marc Marquez masih yang terbaik dalam melakukannya, ia rela bertahan, dan sangat jarang memberikan kritikan-kritikan terbuka di media walaupun itu motor yang awalnya dibuat untuk mengakomondasi keinginan lain telah merenggut banyak potensi kemenangan untuk Marc dan juga Honda secara umum.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

86 COMMENTS

  1. Yes kekuatan rcv ada di front end tapi malah pamungkasnya bener yg di sunat abis….Niatnya mau bikin kompetitif smua rider eh malah makin ambyar karena tidak sesuai gaya balap ace rider mereka, pol44 keknya tahun depan bakal di depak nih karena memble dan ngeluh mulu…

  2. beda pendekatan dibandingkan Fabio yg terang2an kritik Yamaha,
    kalo Suuzki di posisi Hodna saat ini mungkin mereka udah mundur sejak akhir 2020,, 😅

    • Marc tetel kritik pabrikan.. tapi gak seperti pembalap lain koar2 di media..
      Balapan itu di sirkuit..
      Bukan depan corong media

  3. Semoga segera kompetitif marq.tanpa gaya mepet2 mu,moto gp jadi agak kurang menarik.dah kangen duel2 mu kayak vs dovi vs rins , vs bagnaia.walaupun harus kalah tapi saya terhibur dengan gayamu.

    • biar gmna semenjak rossi dah ga kompetitif, ya si marq ini yang bisa gantiin buat yg sering bikin tontonan menarik,motornya disunat yaudah bikin balapan jadi turing doangan

      • lah bukannya pas dia di peak juga turing? berapa kali race emang dia fight dari awal sampe akhir? kebanyakan kayaknya ngacir duluan.

        • kalo ane malah lebih suka sekarang, ngeliat dia fight dan banting tulang buat rebut posisi malah seru kok…
          hahahaaa…
          bosen lah liat dia menang teruss.. sekali kali ngalah lah di belakang tapi penuh hiburan..
          gaspol terus marques!..

  4. Perubahan & kekacauan ini semua gara² mulut besar pol44. Banyak nuntut motor baru sesuai gaya balapnya, giliran sdh dikasi malah masih melempen juga.
    Kayaknya akhir 2022 pol44 fix kena pecaat.

    • nah.. ini masih dalam satu pabrikan dengan hanya perubahan karakter motor saja sudah kesulitan podium begini, apalagi kalau ganti pabrikan dengan konfigurasi mesin yg berbeda pula, kemana kemampuan adaptasinya yg hebat itu apakah sudah memudar?

      • klo pindah pabrikan lain..motor lain udah jadi udah setel kekompetitif annya,klo honda ini dibikin bener2 baru
        asal udah setel ya juga bisa kompetitif lg,justru lindah ke pabrikan lain ga akan sesulit adaptasi sama honda 2022

      • “hanya”

        Ini motor bener2 baru kan, sampai part motor tahun lalu gaada yg bisa ditempel ke motor 2022

    • Mm macam Tsubasa di anime sepakbola wkwkw

      Titik lemahnya di mana mana tapi masih besar semangat tarungnya

    • Morbi cidera ligamen / tendon, MM cidera tulang (ligamen bahu juga ada tapi sudah lama dan relatif sembuh). Kata matteo, jauh lebih lama pulihnya cidera ligamen.

      • Cidera morbi di kaki jadi gak terlalu pengaruh sama performa ( mestinya ), nah cedera marc di tangan + diplobia ( 1 benturan parah auto pensiun )

  5. pembalap hebat, tapi berarti belum tentu mamakes bisa juara pake motor apa saja (seperti yg digaung-gaungkan dahulu). nyatanya aja pake motor yang bukan marcsentris aja kesusahan.
    akhirnya bakal jadi kayak si doktor diakhir-akhir karirnya, kalo juara dibilang skillnya yang hebat, kalo kalah dibilang motornya yang kurang oke.

      • setuju, dan semua pembalap motogp itu hebat. terlepas siapa yg lebih banyak menang, tapi mereka semua di grid hebat

    • Yah klo pembalap hrc lainnya langganan podium baru bisa faktor marc yg sudah habis, lah ini pembalap lainnya masih kesulitan juga dengan motornya.

      • saya ga bilang mamakes sudah habis, dia masih cepat, masih hebat. cuma emang butuh motor yg klik sama gaya dia. dan mungkin pembalap honda lain jg masih belum klik sama motornya. tinggal tunggu waktunya aja siapa yg klik duluan dan mulai bawa honda sering menang lagi

    • Tapi bener kelitannya HRC harus berbenah. Setelah kontrak 4th, MM93 blm sekalipun nyumbang world title krn cedera. dan tahun inipun ada kemungkinan bukan title contender. Jadi sebagai Puig, dia harus mikirin gmn caranya bisa menang tanpa MM93. Puig ya jangan magabut cuman ngandelin MM93 doang. Yamaha juga dalam ambang2 ini klo terlena. Lha motor cuman bisa dipake 1 orang doang.

      • dan langkah yg diambil sekarang itu entah bener entah salah belum ada yg tau. diluar cidera jg cepat atau lambat mereka perlu perubahan juga, krn mamakes mirip stoner yg emang begitu gaya balapnya aneh, beda sama si dokter sama daped yg mungkin lebih universal gaya balapnya. mangkanya daefault motornya mungkin lebih gampang dibikin klik sama beberapa gaya pembalap lain

        • setiap motor balap di set up utk seorang penunggangnya, sekecil apapun pasti ada bedanya…

    • @Malibu
      tapi klo menurut fans kuning alias iyem di medsos,, marques lah yg udh habis kena karma, bukan motornya yg bermasalah. tapi utk pol taka dan alex memang motor yg bermasalah.
      percayalah apa kata iyem mereka maha tau segalanyaa 😂

      • kalo yg mahabenar begitu mending ditinggal melipir pergi aja.
        terus apa kabar muridnya pak dokter, bagiono yg katanya belum dapet feeling aja seri-seri awal aja begitu kesusahannya.

    • Nanti ada lagi yg beropini bahwa juara tahun ini masih kurang greget gara2 marquez gak kompetitif karena motor yg gak sesuai dengan gaya balap dia

    • saya juga ga bilang mamakes tidak mampu adaptasi, dia mampu. cuma belum dapet klik nya aja antara setup motornya atau motornya yg emang belum bisa dibawa kompetitif

    • Obyektif aja bro….brp lama marc dibekap cedera?
      Brp kali jg musim ini berjalan?
      Blm setengah musim pake motor yg benar2 baru jg sdh dijudge spt ini???
      Bangun broo…. Hahahaha….

    • At mlbiu
      Kabar baiknya si pembalap bersangkutan ga pernah bilang demikian ketika menang ridernya topcer ktika kalah maka motornya yg salah.
      Perhatiin mm93 pas parc ferme ktika finish podium. Hampir ga pernah lupa bilang : motor bekerja dgn baik dan trimakasih untuk team.
      Or something along those lines

    • Ya wajar lah namanya juga legenda, yg jurdunnya udah banyak. Mau Rossi mau Marc pasti ada ego dalam dirinya buat ngomong gitu.

      Bedanya kalo Rossi begitu, kalo Marc beginu.

  6. Mungkin marc sudah g tajam lg (meskipun katanya jg gk tumpul). Tp sisi profesionalnya yg hampir tidak pernah mengeluh atau menyalahkan tim nya lah yg sangat bagus.
    Apakah marc msh akan sperti itu jika hnda msh terpuruk dlm wktu yg lama. Who knows…

    • Sikap MM ke HRC tetap akan seperti itu, karena HRC sudah memberikan segalanya ke dia, termasuk ketika cidera..
      Yang jadi persoalan adalah mental MM apakah akan berubah? Dari balapan untuk menang menjadi sekedar balapan sampai berakhir kontrak kemudian berhenti

  7. Apakah HRC Tdk Bisa membuat Sasis Dengan COG Front End Tpi Dengan MESIN 2022 ? ATAU memang Mesin 2022 Hanya Bisa Menggunakan Sasis COG rear End ?

    • Sepertinya keduanya bisa2 saja,
      Hanya sja apakah nnti hasilnya motor jadi kompetitif atau malah melempem, krn pasti ada ‘keseimbangan’ tertentu yg harus dicapai untuk meracik motor yg kompetitif.
      Imho

    • Ya bisa bisa aja. Tapi kan mindah cog ke depan dengan ganti sasis, bukan perkara mindahin ke depan juga

      Semua settingan yg lain jga ya harus mengikuti. Jadi ya ga akan secepat bangun 1000 candi dalam semalam juga

  8. RCV 2022 hasil input dari pembalap2 honda selain marc tetapi pembalap yg ngasih input untuk pengembangan malah gk ada yg bisa maksimalin motor hasil input mereka sendiri

    • Ya itu tuh yang bikin gemes.

      Cuma ya gak kaget juga sih karena rider HRC selain Marc emang ada yg spesial?

  9. Tapi redbull dan Honda Repsol itu beda.. redbull itu yang penting didepan, untuk marketing brand minumannya, Honda repsol itu selain didepan, juga harus diakui kendaraannya… Beberapa tahun terakhir yang Honda repsol rasakan adalah, brand image mereka di racing turun saat marq tidak ada…

    • Oh dan redbull 2022 ini sebenernya juga dibuat supaya mudah dikendalikan checo, tapi max tetap bisa beradaptasi dan memaksimalkan rb22..

  10. Terlalu sulit kah untuk balik ke front end lagi?
    Kalo balik ke front end tu mas damper di kemanain?
    Kenapa gak mas damper/salad box di copot aja biar enteng di sleding2, eh kalo di copot berarti harus rubah2 data2 di software apalah

  11. MM skrg klo tiap kali jatuh apalagi kena benturan di kepala, pasti dibayangi diplopia, ini yg mgkn bikin was2 semua org di HRC, tp klo gak ngepush sampe resiko jatuh, gak bisa kompetitif, serba salah ya

  12. Ya gak bisa nyalahin hrc sepenuhnya
    Hrc begitu juga karena markues
    2020 jelas banget mencoreng muka petinggi honda
    Merubah pakem itu sulit dan hrc ada di posisi persimpangan jalan seperti ducati ditinggal casey 2010, baru setelah rossi pindah & preziosi “dibuang”, mulai “sadar”, baru moncer tahun 2017 alias tahun ke 4 nya dovi… dan bagnaya dapet hasilnya

  13. Hoka Hoka bentoboxnya dipindah dr belakang ke depan aja, jadinya kan tumpuan front end jadi lebih kuat nantinya,walaupun ada kemungkinan ban belakang spin dan ban depan lebih cepat abrasi wkwkwk

  14. Gaya balap marc Marquez paling berbeda dr pembalap lain.. Gaya balap di level tertinggi.. makax motor yg cocok buat dia adalah paket motor yg sulit dikendalikan oleh pembalap lain.. Istilahx dia adalah alien yg berbeda drpd rider biasa.. Marc bisa memaksimalkan kekuatan n kemampuan motor yg dipakaix.. Semakin sulit motorx bagi marc itu semakin nyaman.. Beda dg paket motor 2022 yg mudah bagi pemabalap biasa tp sulit buat marquez karena semakin downgrade kemampuanx

  15. Capaian Marquez sampai race terakhir di Jerez dengan spek motor “seadanya” gak bisa dibilang buruk. Ditambah lagi berbagai masalah yang menimpa (diplopia). Semoga setidaknya di paruh kedua sudah kembali normal. 🙌

    • bkn salah HRC dan marc slahkan ban jin itu yg pakemnya diblkang, klo kita perhatikan motor lama mmg kuat front end nya tp itu justru yg mmbuat MM cidera krn motor mdh high side, saking fokus difront end blkang mah ngikut ja tp efeknya klo udh high side horor sob, dan new RCV gw lihat dah minim high side krn mmenuhi kebutuhan BAN bkn rider

  16. Sesumbar HRC butuh konsesi hanya krn dia ga sanggup bawa RC213V jg klo tim laen katakan Ducati pasti auto dipecat, minimal dibikin ga nyaman ampe keluar sendiri. Ini udh dibaek2in, keluhannya diturutin, tetep memble jg. Udh sedari awal rider kelas 2 ya tetep rider kelas 2 naik motor terbaek di grid jg, kecuali khusus Pol dan abangnya motor boleh 1100cc dan bensin boleh 30 liter, baru dah the sisters sanggup cucuk2an di front pack jadi title contender.

  17. Bisa dikatakan bahwa kekuatan front end di semua balapan adalah bagian yang paling penting dalam semua aspek, namun hal itu juga bergantung pada seberapa besar level yang dibutuhkan pada setiap pembalap, karena tidak dipungkiri bahwa area depan adalah bagian yang pertama kali menyentuh sirkuit dan sebagai ‘alat’ yang paling mudah digunakan untuk mengendalikan kendaraan.
    makanya, adalah hal yang aneh kalo ada artikel yang terus menerus membahas betapa pentingnya area fornt end dari kendaraan, dan jika ada pembalap yang lebih mementingkan area belakang dibandingkan depan, mungkin untuk kasus pembalap yang mementing area belakang itu memandang ada masalah yang sangat serius sehingga dia tidak bisa mengendalikan atau tidak sesuai dengan karakter yang dia mau, misal perubahan arah dengan mengandalkan pergeseran bagian belakang yang terlalu ekstrem.
    Jadi mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, area fornt end itu tetap bagian yang paling penting dalam kendaraan, sebagai logika deh, kalo ada kendaraan yang pecah ban antara depan dan belakang, mana yang paling susah dikendalikan, ya tentu saja ban depan, karena efeknya bisa lebih parah dibandingkan pecah ban belakang, begitu juga pada saat ganti ban, kenapa pihak ban lebih menganjurkan untuk menganti ban baru pada ban depan dibandingkan belakang, sama seperti itu kasusnya.

  18. Sekarang di bawah tapi pasti tdk selamanya asal kita berusaha,itulah hidup hehehe.. semangat mm93, semangat semuanya

  19. Beda dengan Mike Doohan. Doohan sektenya sangat kolot soal motor. Selama dia merasa masih bisa menang dengan motor lawas dia ttp ngeyel jangan ada ubahan. Yg disuruh nunggang motor yg diupdate pasti tandemnya duluan. Jika hasilnya bagus, Doohan mau. Maka pd era Doohan, Honda selalu telat update motor. Ya gk pa2, kan ada Doohan. Kalau Rossi waktu di Honda, sektenya ya motor Honda harus nyaman untuk semua orang, asalkan jangan finish di depannya. Kalau Stoner, sektenya sama dengan Marques. Cuma mereka yg bisa menunggangi motor Honda. Nggk pa2, yg penting kan bisa juara.

  20. ini HRC yg buat nd tuning mesin juara dunia F1 lho’,, ingat juara dunia F1,, kalo cuman bisa ikut doang gag usah komen’,,
    Juara seri aja belum pernah apalagi juara dunia’, mending fansnya diam aja’
    Tau diri,,
    😚

  21. marc belum nemu cara rolling speed yg kenceng dg motor yg kuat di area belakang, sbelumnya tinggal angkat ban belakang utk rubah haluan, nah ban ngeselin yg skrg ban depan rawan stress klo dipush trs gaya marc yg lama, imo

  22. Agree broski.
    Gw jg ga paham knapa bgtu.
    Pernah gw coba angkat ban blakang motor gw pk tngan kiri.
    Stang dan roda depan msh gmw belok. Motor yg gw cobain wktu itu meow m3 dri pabrikan alat makan

  23. gegara dengerin pebalap alakadarnya.. pdhl nih motor dah d setting mnurut si popol.. eh te2p aj mamakes yg d depan..

  24. jadi, kesimpulannya; tidak ada pembalap yg benar2 hebat. karena tiap pembalap hanyya akan menang jika motor sesuai dgn karakter balapnya masing masing.
    mungkin hanya Stoner, Rossi, Lorenzo yg bisa juara dgn spek motor benar2 berbeda

  25. Sedikit banyak, masalah trauma fisik akibat benturan akan membekas di pikiran marc, sehingga ada rasa was-was saat menggeber motornya di luar batas limit, hal itu sangat manusiawi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.