TMCBLOG.com – Di artikel sebelumnya Kita sudah sempat diskusikan berdasarkan beberapa hal bahwa setelah RNF Racing meninggalkan Yamaha dan Memilih Aprilia sebagai rekan Kolaborasi di tahun 2023 maka ada potensi kemungkinan Yamaha akan berjalan dengan 1 team Saja yakni team factory Dengan Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Dan akhirnnya Perkiraan Kita ini diperkuat Oleh Info awal dari Direktur Yamaha racing Lin Jarvis.

” Well, Ini bukan satu situasi yang ideal Karena Yamaha selalu memiliki tim satelit sejauh yang saya ingat. Kami selalu memiliki lebih dari dua Motor di grid. Dan nggak Pernah mengenakkan ketika kita menghadapi akhir dari sebuah Hubungan. Tentu Kami masih memiliki waktu sampai akhir tahun berpartner dengan RNF. namun mereka mengambil keputusan untuk pindah ke Aprilia di masa depan, Kami Menghormati Keputusan tersebut.

Saya sedikit terkejut Kemarin dengan Pengumuman tersebut dimana Keputusan Tersebut dikeluarkan ketika Kami sedang merapatkan keputusan tersebut, dimana ini tuh sedikit nggak biasa. Namun kami meghormati keputusan tersebutdan Kami Move On dari sana “

Kami akan memiliki 2 Motor Tahun depan Di grid. Tentunya, seperti yang saya sudah katakan, Sampai saat ini kami selalu memiliki tim satelit. Dalam realitasnya di paddock MotoGP, setiap team Lain memiliki kontrak sendiri dengan Pabrikan. Sehingga sampai saat ini tidak ada alternatif lain. Namun tidak apa apa Buat kami, karena hanya memiliki motor pabrikan dan Bisa fokus mengupdate Motor hal itu baik baik saja dan kami Sangat percaya diri bisa kami lakukan dengan dua pembalap. “

“Hal mendasar dari Memiliki tim satelit adalah anda bisa memperoleh data lebih banyak, lebih banyak Motor di grid dan inginnya semuanya berada pada zona kecepatan yang sama. Hal keuntungan kedua adalah Kita bisa mendatangkan Pembalap pemula. Dan tim Pabrikan kami yang sekarang adalah Contoh yang sempurna untuk hal tersebut dimana Tentunya mundur beberapa tahun yang lalu SIC team membawa ke dalam Franky Morbidelli dan Fabio. Mereka menemukan kecepatannya dan ditransfer ke Tim Pabrikan. Jadi Tidak memiliki Tim satelit akan membawa kesulitan untuk membawa talenta Baru di masa mendatang. “

” Ini akan tidak mengenakan, namun kami memiliki dua pembalap Muda yang hebat dan cepat di Tim pabrikan. Jadi saat ini hal tersebut belum akan jadi maslaah besar. Dalam hal mendapatkan Data Ekstra, kecepatan Fabio sayangnya tahun ini tidak dekat dengan kecepatan Pembalap Satelit. Dan oleh sebab itu kami belum menggunakan Banyak data dari performa tim satelit tahun ini. Di Kondisi Ideal, mereka akan dekat dan kami akan memperoleh Keuntungan. Dan ketika saya melihat tahun ini dan tahun depan, Kami tidak melihat adanya kerugian yang nyata. “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

98 COMMENTS

    • jelas nunggu kang rosi inimah buat tahun 2024, cuma team satelit yg udah ada yg bisa pindah sesuai aturan dorna, nambah harus factory

      • Secara ga langsung pintu motogp buat ketoprak tertutup,
        Seandainya 2024 vr46 merapatpun kayanya vr46 lbh prioritaskan academynya,

        • 2024 Morbi pasti out kalo performnya kaya skrg, atau ga improve signifikan. Digantiin Toprak masuk YFR dgn catatan tahun ini & 2023 jg ttp bisa jd title contender

          Semoga dgn fixnya kursi Yamaha Motogp 2023 tertutup, bs bikin Toprak lebih fokus krn buat juara bertahan tp belum menang2 lagi pastinya lumayan bikin tekanan

  1. Sesuatu yang pantas, paling juga ditolong Dorna itu mah.

    Kurang menampar apa sakit hatinya Gresini puluhan tahun kena toxic ? Rnf masuk, masi aja digituin. Belom lagi perkara harga temen buat tim anu. Ya siapa yang ga sakit hati mending cabut

    • Kata saya si mending prioritas ambil dri Moto2,adaptasinya BS lebih cepet kalo ambil dri Moto2 biasanya,misal bisa bajak Acosta yg punya talenta diatas rata2 pasti Joss,Toprak biarin aja di WSBK selama rider Yamaha yg lain blom terlalu menonjol macam Locatelli.

    • Terlalu ngotot harus tim pabrikan bisa2 malah terlewat nanti kesempatan masuk MotoGP, sayang bngt kalau Toprak sampai gagal ke MotoGP

      • Gak sayang juga sihh. Performa yamaha di WSBK lagi bagus bagusnya. Top speed gak ketinggalan jauh .
        Klo di motogp, top speednya ketinggalan jauhhhhhhhh

    • Pake winglet yg lama dari awal musim. Waktu di wawancara abis race bilang lebih enak pake yg aero lama

    • sekilas di snap sama motogp “new winglet” tapi karena ane liatnya di TVnya sekilas..ngga keliatan gede atau kecil..
      btw keikutsertaan Yamaha di tahun2 berikutnya tergantung jangka waktu kontrak FQ,ane liat sih kayanya bakal cabut ya..sepertinya impact jurdun kaga besar ke penjualan..mending dananya buat yg lain..

      • Impact jurdun ke penjualan lebih di tentuin faktor kebintangan si ridernya sih. cm Rossi dan Lorenzo yg bisa upping sales mass produk yamaha.
        Fabio? Non-Motogp fans gada yg tahu itu siapa..

  2. gitu kok cuap cuap duluan kalo mau Toprak bakal di satelit bla bla bla,satelitnya ghaib

  3. Makanya kalau punya tim satelit juga harus dijaga hubungan dan perasaannya, masakan akan memberikan diskon pada orang lain sedangkan pada tim satelitnya yg sekarang malahan tidak 😁

    • tul. terbukti tim lain satelitnya udah pernah juara race. sedangkan yamaha belum pernah sama sekali dalam 10 tahun terakhir (atau mungkin lebih ya?). Tech 3 aja begitu membelot ke KTM bisa menjuarai balapan di tahun keduanya di 2020

  4. Lama2 pabrikan jepang bisa2 team pabrikan saja stlh suzuki ambyar..yamaha honda main mata..biar pabrikan eropa yg jor2an..dibabat ama jepang makin menggila fokus 2 motor.aplg kl ban jembatan batu+asimo motobot dibolehin lg aww

  5. “Dan oleh sebab itu kami belum menggunakan Banyak data dari performa tim satelit tahun ini.”

    harusnya kencang tidak kencang pun bisa saja cukup berguna karena keberagaman data riset pun jg jadi lebih jelas,jadi makin yakin dari dulu tim satelitnya tidak pernah dilibatkan dalam pengembangan motor/dianggap outsider yg tidak perlu banyak tahu yg penting bayar sewa motor

    • krn menurut Jarvis data tim satelit skrg belum masuk “speed zone” yg layak utk datanya bisa di kumpulkan (dibandingkan dgn Fabio udah jelas sgt jauh),

    • Yaa kalo yg pake motor tua gmn mau di pake datanya (jaman Tech3), skrg pun Dovi lemot walo user M1 2022 jd gak kepake datanya krn berseberangan dgn data Fabio.

      Pastinya user motor spek pabrikan lah yg di ambil datanya.
      Makanya kan satelit Hodna di kasih spek pabrikan semua, agar bisa di pake data nya. Ducati juga ke Pramac.

  6. Yamaha ini kok sering ditinggal dengan kata “kecewa” ya?
    saat Tech3 dulu gak terlalu nyimak gimana prosesnya.
    Kasus Maverick dan RNF ini mirip (dalam hal emosi), ya meskipun MV pake cara brutal dan RNF pake cara halusan…

    • Sejauh ini prestasi satelit yamaha plg jos ya dgn razali plg jeblok ya dgn razali,
      Sm tech 3 trmsk adem ayem, cm dr berpaa puluh tahun tech ga pernah juara, br dapet juara ya bareng ktm…

  7. Ymh lagi mengencangkan ‘ikat pinggang’ kali ya, semoga segera comeback team satelite nya dengan pembalap yg lebih proper, kadet academy dari moto2 masih blm menunjukkan progress

    Last but not least… M1 sekarang bukan motor yg ramah buat rookie (lagi)

  8. Kalaupun ada team satelite kasih lah spek motor yg sama kayak Factory ya ada sedikit perbedaan yg gak mencolok. Itung² bisa bantu pengembangan yg lebih luas lagi.

    Tapi ya sudah keputusan semoga M1 2023 lebih stabil lagi soal top end power dan rear tyre nya yg ga pernah terjawab.

    Stabil kalau pakai ban Bridgestone dan Software inhouse 😊

    • iya tuh..jaman baheula..yg cucuk2an rossi sama lorenjo doang wakakaka
      bagusnya sih bring back ecu inhouse dulu…masih bisa jumawa ngga tuh ducduc

  9. Pasang harga ga ramah kantong sih, udah tau tim satelit yg minat Yamaha dompetnya tipis. Udh gitu terang2an ngasih harga temen ke mantan pembalapnya.

    • feeling gw sih ini bukan cuma soal harga, tapi mungkin RNF ditawari kontrak cuman 1 tahun lagi (Razlan pengennya Yamaha memberi kejelasan utk kerjasama jangka panjang), belum lagi mungkin pemilihan rider terlalu disetir sama Jarvis jadi Razlan ga seneng, (belajar dr kasus Dovi meskipun Yamaha yg kontrak langsung)

      • Setuju si…
        Kl dovi ga dibantu yamaha apa rnf bisa lanjut wktu itu, sponsor aja ga punya…
        Yamaha gelagatnya emang nungguin rossi…

        • Iyalah muaranya tetep jualan..
          Hanya nama Rossi yg bisa ngangkat jualannya..
          Sampe ada tiruan2 aksesoris pake nama Rossi..

  10. Bekerja sama dengan tim petronas dulu sangat diuntungkan, karena mereka punya tim dari moto3, moto2 dan motogp. Sangan bermanfaat untuk penjenjangan diluar kebutuhan data teknis. Saat ini yamaha sudah bekerja sama dengan VR46 melalui tim master camp untuk penjenjangan. Idealnya tim satelit yamaha berasal dari VR46 tim. Tidak harus dari Mooney.

  11. Sebenernya seneng aja tuh Yamaha, enak beban biaya dan pemikiran berkurang, namun nanti hanya akan mengandalkan data dari dua pembalap saja

  12. Dan akhirnya sisa 6 motor jepang d grid motogp..dorna mulai panik gk ya..
    M1 mesin inline sendiri dgn 2rider.
    Suzuki udh out
    Honda lg troble
    Kl ducati gk menang jurdun ah sudahlh

  13. Tahun depan satelit honhon yg hilang…makin menipis aja pabrikan jepang atau memang sengaja disingkirkan secara perlahan 😁

  14. Kalo ternyata tidak ada satupun pabrikan yang mau masuk sebagai pengganti suzuki, apa mungkin dorna akan membiarkan kondisi seperti ini terus ya wak…..?
    Vr46 masuk ke satelit yamaha dan ducati tetap dengan 2 satelitnya (pramac + gresini)…

  15. Nah, sekalinya FQ dibajak tim lain. Yamaha jadi seperti apa? Ayo nih pabrikan sultan, kesempatan ngisengin Yamaha. Ayo gaji FQ setinggi-tingginya biar gak kabur. Wkwkwk

  16. Berarti mmg beberapa Tim Private menilai bahwa progress M1 tidak jelas. bahkan tim vale yg sudah pensiun d Yamaha dia lebih milih gambling ke Ducati meski mmg secara pencapaian 2021 tidak jurdu, tp secara manufaktur merajai. karena motornya sudah friendly dg rider. Semoga dg gantinya Lin bisa ada angin perubahan.

  17. RNF ini emg tim satelit yg kebetulan payah pembalap satelitnya, seperti taun 2007, jaman Tech3 Sylvain Guintoli feat Makoto Tamada, sepanjang musim selalu finish di luar 10 besar, jadi memang lebih baik stop saja, next time cari yang lebih solid secara finansial dan pembalap

  18. Dewe wani,
    Yang penting Eksposure Brand Yamaha selalu ada di motoGP, Wkwk

    Dibilang kurang dana juga kagak, malah ada potensi sponsor besar buat Yamaha. Kali aja Lin Jarvis mau lobi Petronas lagi, sepik” gitu sama Datin Azrina Abdul Aziz 😂

  19. prinsip RNF rumput tetangga lebih hijau…aprilia masih konsesi mesin update trus jadi komeptitif…entah tahun depan tanpa konsesi

  20. Segera ganti puig!! Ehh jarvis

    Mereka salah mengelola tim, zaman jarvis banyak yg dikecewakan, mulai tech3, crutchlow, zarco, folger yg digantung, RNF, vinales, …

    Mau dibilang dikata apakah? Mereka semua berurusan dengan sebuah nama yamaha

  21. Kenapa sistem bisnis di f1 lebih menarik ya?
    Manajemen tim pun gak kaya motogp,
    disana lebih mandiri sebagai tim
    Tim yg mesin sama pun bukan brarti tim satelit, r&d pun punya sendiri yg bikin bentuk mobil beda 1 samalain
    Paling mentok cuma nitipin pembalap

    • Dulu motogp era CRT dan open sempat sih struktur timnya hampir mirip F1, konstruktor cuma bikin sasis, mesin bisa beli/sewa, entah sekarang gak diterusin lagi

      • Riset mahal dan kalaupun berhasil bikin mesin belum tentu kompetitif dan durable = keluar dana riset ulang lagi.

  22. Balikin ke jaman purba, regulasinya cuma displacement tok, biar banyak motor2 ajaib
    Boxer 2 silinder, i2~i6 ampe V8, ngayal wkkwkkw

  23. Banyak dugaan2 liar
    Rnf kecewa krn beda hrga penawaran sama vr46 sampai terlalu disetirnya pemilihan pembalap sm pabrikan
    Semakin pengen suppo masuk gantiin jarvis

  24. kaget apa pura2 kaget? wkwkwkwkwk
    emang sengaja kali ditendang secara alus kwkwkwkwkw
    jangan2 yang sebelum2nya sama

  25. Inline mulai ditinggalkan, tp V4 jg akan segera di tinggalkan krn semua pada waktunya akan ke Motor Listrik, Era Baru kendaraan Go Green.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here