TMCBLOG.com – Hanya sekali Fabio Quartararo sempat Kalah dari Bagnaia semenjak semenjak memimpin Balap di Tikungan 1 MotoGP Sachsenring 2022 yakni ketika Bagnaia sempat memanfaatkan Top-end Power Desmosedici GP22 di straight lap ke dua, namun setelah T1 Lap kedua Quartararo kembali mengendalikan Balapan dan tak tersentuh sampai Chequered Flag berkibar. Awalnya Mungkin Kita berfikir bahwa ban belakang medium Fabio akan berpotensi akan mengalami penyusutan grip lebih banyak di akhir Balapan ketimbang ban Hard yang dipakai mayoritas Pembalap . . namun ternyata kehawatiran Itu tidak terjadi.

Semenjak Tikungan 4 Sisi ban Kanan hanya sekali terkena Trek sirkuit yakni di Tikungan 11 dan setelah itu baru kembali terkena asphal di Tikungan pertama dan ini membuat kedua tikungan ini ( T1 dan T11 ) sangat Krusial karena berpotensi mengalami penurunan Suhu yang akan mengakibatkan penurunan grip . . Dan ini lah yang sepertinya terjadi Buat Jagoan Ducati Pecco Bagnaia. Sepertinya Dinding kanan ban belakangnya tidak siap untuk digeber lebih, bertemu Limit ketika Pecco Ingin berakselerasi kejar Fabio Di depannya. Slide dan akhirnnya Crash Yang mengakibatkan Pecco Berjarak 25 Point lagi lebih jauh dari perebutan gelar Juara Dunia dari Fabio Quartararo.

Bagnaia DNF, Aleix Espargaro keluar dari zona Podium membuat Fabio lebih kuat memimpin Championship dan tentunya semakin menjauh dari Kejaran Aleix Espargaro 34 Point dan 91 Point atau kira kira hampir 4 kali point full Seri balapan dari kejaran Pecco Bagnaia dengan sisa 11 gelaran balap MotoGP sampai akhir Musim nanti.

Jika saat ini Ducati Masih mau menyimpan asa merebut Juara dunia pembalap, Ya Johann Zarco-lah yang paling memiliki kans terkuat Karena ia berada di Posisi tiga Championship dengan Jarak kira kira dua kali Full Point gelaran atau tepatnya 61 Point dari Quartararo. Bicara perjalanan . . Trend Zarco sendiri bisa dibilang Cakep banget semenjak Le Mans dimana Posisi finishnya terus membaik sampai Seri Jerman ini.

Secara umum Yamaha Lebih tinggi 5 Point dari Ducati di Sachsenring dan ini membuat Jarak Ducati yang sedang memimpin Klasemen sedikit berkurang dari kejaran Yamaha. Dari 54 Point pasca Catalunya menjadi 49 Point pasca Jerman. Honda yang selama kurun waktu 12 tahun yang berisi 11 Seri sebelumnya ( 2019 tidak ada GP jerman ) gelaran MotoGP Sachsenring selalu menyumbang 25 point Via Pedrosa dan Marc Marquez di Klasemen manufaktur, di 2022 ini harus menahan Pilu karena Tidak memperoleh 1 point Pun dari Sachsenring. Honda terdampar di Bawah Klasemeen Manufaktur dan berjarak 140 point dari Ducati

Monster energy Yamaha kembali menempati posisi teratas Klasemen team dengan Modal 25 point Quartararo ditambah 3 Point Morbidelli melawan hanya 13 Point Ducati lenovo yang diraih Oleh Miller. Team Pabrikan Yamaha berjarak 13 Point dari Team pabrikan Ducati di klasemen ini.

Pasca Sachsenring, Johann Zarco yang finish P2 dan meraih 20 Point kembali berada di posisi teratas Championship pembalap Satelit. Kini Jaraknya 11 Point dari Bastianini yang hanya meraih 6 point di Sachsenring. Jorge Martin di Posisi ketiga dan berjarak 39 point dari Bastianini.

Di Sachsenring, Rookie terbaik adalah Fabio Di Giannantonio. dengan membawa 8 point di jerman Pembalap Gresini Ducati ini mengambil alih posisi dua Klasemen Rookie of The year dari Darryn Binder. Marco Bezzechi masih memimpin di Klasemen ini dengan 35 point dan berjarak 19 point dari Di Gia.

Walaupun Straightnya Nggak panjang, namun Ducati masih yang paling loss soal Top end Power. Duo Ducati factory memimpin Soal Top Speed di Race Sachsenring 2022. Namun Sirkuit yang besifat agak agak helix ini Nggak terlalu Butuh itu Jika Memiliki Cornering speed yang biadab seperti yang dimiliki Oleh Fabio Quartararo.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

50 COMMENTS

  1. Abis kontrak di Ducati, better Pecco pulang kampung aja ke tim suhunya (Yamaha) Mooney VR46 duet sama Marini…. Biar Bezzechi aja yg naik ke pabrikan Yamaha nemenin Taro. Morbideli pensiun dini klo cidera nya trus berkepanjangan.

  2. semangatto pecco.. forza ducati ojo loro ati.. RHA aero sudah basi saatnya inovasi!! ganti rante pake belt/gardan sekalian, bending swingarm, kalo pas nikung ban tetap tegak gigit aspal aktivasi pake footstep kaki daya dari tabung RHA, kalo nikung kiri kaki kanan injek fotstep lalu swingarm bengkok sedikit beberapa derajat ke atas, jadi mirip2 motor betmen yang bisa nikung super gesit& kira2 dihalalin sama dorna ga kalo kaya gini wak?

  3. Prediksi ke depan gimana om wakji, bisakah fabio bungkus piala dunia MotoGP 2022 ?
    Positif kah Yamaha menggunakan konfigurasi V4 ?

  4. Race H/L Saksenring Motogp Rd.10 2022 — Seperti biasa race diawali dengan barisan motor yang bisa melipat kaki seperti kura kura. Cucuk cucukan di awal race level tingkat tinggi antara Fabio & Pecco, winning overtake Fabio dilakukan sebelum T1 !!!! Lap 2 coba menyalip Fabio dari sisi luar tikungan namun Pecco disambut sapuan line presisi Fabio membuat motor rosso ducati bergoyang. dilanjut battle kalau kata orang italiano “cucukcucukan” masih di lap 2 Zarco membabat habis Aleix dari sisi dalam memasuki turunan tajam ke kanan T11 setelah sebelumnya melahap tikungan kiri yang sangat banyak. Di lap 3 masih dengan tensi tingkat tinggi para rider saling menyalip dan di lap 4 Pecco dan Mir memutuskan untuk keluar jalur dengan mengikuti gaya Larry, lowside sambil mencari batu akik yang sekarang ini sedang viral!!! Miller masuk long lap pinalti dan turun posisi 7 yang pada akhirnya bisa menyalip Aleix Esp di posisi 3 dan fokus mengejar Zarco di posisi 2. Disinyalir karena sangat senang bermain tombol RHA, Vinyales akhirnya out dengan kondisi motor yang sangat aneh yang bentuknya seperti posisi kura kura sedang menaiki pasanganya dari belakang!!! shapeshifter benar2 berfungsi dengan baik dari hal tampilan yang bisa membuat para penonton terhibur dengan bentuknya yang lucu. Tanpa disangka sebelumnya para rider honda benar benar berguguran seperti musim gugur di musim panas fix memang efek global warming ini, tanda tanda mm93 harus bangkit turun ke bumi untuk menyelamatkan brand Honda. Kata2 “bosan” juga sedang viral di kolom komentar disini karena kebanyakan salah dalam mengekspresikan sebuah “kekalahan” dan kurangnya cak cuk cakcukan cuuk! jiaaaaaaaan antonio

  5. Zarco memiliki gaya berkendara mirip fabio…waktu diyamaha juga dia kenceng. Cuma 61 poin itu cukup jauh dgn performa pembalap ducati yang saling mengalahkan dan tak konsisten. Tentu yang paling dekat penantang fabio adalah aleixs 34 poin. Fabio klo race berikutnya tak mampu lepas didepan paling jg bawa kalkulator biar sllu didepan aleixs.

    • Aleix juga ga sebegitunya fantastis. Udah fix sih, cuma berita duka yang bisa hentikan fabio

      kalau jatuh biasa dnf 2 3 kali kayanya masih bisa tetap bertahan

  6. Wak serius nanya
    Apa ducati gak kepingin bikin mesin konvigurasi inline gitu??
    Mengingat mereka punya paten desmodromic yg pabrikan lain belum bisa ngimbangi?
    Kalo bikin inline pasti sangat ngeri nih ducati.
    Speed pasti tertinggi plus cornering speed yg biadap

      • Ducati butuh rider bermental juara, keras kepala, ego tinggi… Biar gak gampang kena mental politik Ducati.. dan gak begitu aja mau di setir… Dia balapan untuk dirinya sendiri bukan demi kontrak bukan demi gak kalah sama team mate

        • Setuju sih
          Selama ini rider yang masuk ke Factory Ducati seolah kehilangan tajinya

          Dimana mereka seolah jadi robot dan ada beban, race jadi gak konsen, berhati – hati biar gk crash dan dapet poin

          Sedangkan mereka yang di Satelit pada Nothing to lose, Lo mau menang sini pake cara gue
          Gak mau di kontrol, bisa mengontrol fikirannya sendiri

          Yang saat ini masih dipengan oleh Marc dengan gayanya yang unik dan gue mau menang dengan meminimalisir resiko bukan hanya main aman

  7. Tahun 2022 sepertinya menjadi salah satu tahun terburuk buat team dan constructor Honda dalam sejarah mereka mengikuti ajang balap motogp.
    Kira2 banyak yg mengundurkan diri atau di phk gak ya wak itu para insinyur di honda dengan kondisi ini (dengan budaya / tradisi etos kerja di jepang )

  8. Makin pusing tuh ducati. Pecco kek gini blm siap jadi title contender. Miller yg mau out jadi penyelamat muka pabrikan. Malah Zarco yg akhir2 ini konsisten, ngalahin 2 rider muda yg rebutan factory.

  9. RHT jeblok karena pingin juara seri dengan banyak pembalap yang malah jadi blunder terbesar karena ga bisa juara seri satu pun di tahun 2022 ulah motor yang dibuat atas saran netizen biar jangan cuma MM93 aja yang bisa, sedangkan MEYM bisa pimpin championship motogp pembalap hanya dengan FQ20 seorang dan ga peduli yang lainnya urutan belakang, karena memang juara dunia motogp hanya satu orang saja.

  10. kalo gini kyknya malah lebih cocok Zarco yg jd tandem Pecco, dr seri Le Mans finish 5, 4, 3, 2, apakah di seri Assen Zarco bakalan finish pertama ? meskipun kemungkinannya kecil, tp yah biar cocoklogi aja, 😅

  11. Setuju..fakta fans murid rossi itu suka bukan karena kemampuan…fapi memang karena dia murid rossi dan fans berekspektasi tidak ada yg lebih bagus selain murid2 tersebut….
    Maka sering dulu saya bilang..pecco = next dovi..

  12. Pecco berarti dilema juga, harapannya bisa ngehajar Taro d awal malah Taro lepas duluan. mau ngejar, ehh bannya kurang siap karena ban depan hard jdi sisi kanan terlalu dingin. Akhirnya ketika d push awal bkin lost grip. dan sepertinya meski Pecco ngepush d lap 8-10 sekalipun buat ngejar Taro, ga bakal bisa. karena Zarco sudah membuktikan. berarti meman bener Taro. Depan medium. ditambah lagi Michelin ini lebih butuh grip ban belakang, jadi depan medium pun g mudah habis.

  13. Ducati cuma butuh rider konsisten, ga perlu maksa P1 terus ndlosor, Taro ditrek tertentu ga maksain yg penting finish dapet poin.

  14. Era Yamaha terpuruk di tahun 1994 – 2003 sejak ditinggalkan Wayne Rainey, prestasinya tidak pernah separah kondisi Honda di tahun ini.
    Engineer Yamaha masih bisa membangun motor walaupun ditinggal ace ridernya dan masih bisa konsisten di papan tengah atas walaupun sulit juara karena tdk ada pembalap yg mendekati skill Doohan dan Rossi.
    Tapi tahun ini Honda benar2 kacau, padahal saat RCV213 dibangun, Marquez masih ada.
    Tim engineer HRC harus dirombak.
    Benar2 memalukan

    • masalahnya develop mm93 tu motor liar alias gak manusiawi, sama kayak stoner gak bisa develop motor manusiawi, dulu waktu masih punya dp26 malah ditendang, racikan dp26 top markotop untuk para rider honda, racikan dp26 kalo gak salah ngasilin 3 jurdun rider ( kentaki kids, stoner, sama mm93 )

      puig aja tu ditendang, terus balikin rcv213 front end

  15. Zarwo eh zarco kalo d tandemin fabio quartararo di yamaha klop..sayang dilempar krn manager waktu itu..Morbidelli makin kesini makin ambyar..

  16. BestiA menonjol dimemory krn sering menang, tp tenggelam diklasemem, zarko gak keliatan di race tp di klasemen keren, mereka kudu saling curhat nih

  17. semua sirkuit kalo pabio menang berubah menjadi “tidak butuh top speed dan horsepower”, racikan iwata bikin orang2 plin plan 😂😂

  18. fq20 pos 1 lap 1 – 3 dah 98% pasti juara

    motogp sekarang ya cuma fq20 vs ducati, aprillia cuma ngintai siap nerkam doang

  19. Lagi2 si Joko aka Johan Jarko yg jadi rider Ducati terkompetitif di paruh musim awal. Minusnya Joko dia udh lama ga menang, jadi mgkin agak lupa rasanya menang. Klo tengok si medioker yg kebetulan menang diweekend terhectic motogp musim ini, kepedeannya lsg naik dari sebelonnya belagu sok satu dr 3 rider terbaik dunia jadi seolah doi penantang jurdun, hingga kegeerannya berbuah pada kepikunan.
    Hingga akhirnya itu bikin doi balik medioker terbukti semalem duel ama Miller yg sering out aja malah doi lebih out. Artinya menang sekali bisa naekin rasa prcaya diri, itu yg Joko belon rasain dan belon alamin. Doi harus kaya Peko Bangjono, cukup sekali aja rasain kemenangan selebihnya jadi penantang jurdun krn lebih sering berebut posisi 1, bukan cuma pertahanin posisi podium. Nah pertanyaannya, apa Joko bisa menang musim ini? Krn itu syarat mutlak buat naikin kepercayaan diri klo emg mau jurdun, ga bisa cuma bermodal konsisten naek podium kemudian tebar senyuman di parc ferme.

  20. ‘Ducati masih yang paling loss soal Top end Power’

    Agak bingung sama kalimat di paragraf terakhir meski dapet maksudnya wak

  21. ni si vinales kayaknya uda mulai klop ma motornya, jadi ga sabar nunggu dia nabokin si “1 dari 3 rider terbaik” yang perlu bertahun-tahun buat kompetitif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.