Menurut Gigi Dua Crash Marc Marquez Bukan Karena Kesalahan Membalap

TMCBLOG.com – Dalam 6 kali balapan Grand Prix pertama musim 2025, Marc Marquez mengalami 2 kali crash. Crash pertama di Austin USA ketika dalam keadaan trek yang unik ia berkendara melalui kerb berwarna putih, terlihat melibas racing line yang sedikit berbeda dari lap lap sebelumnya sampai akhirnya terjatuh.

Crash kedua terjadi di Jerez, terlebih lagi di sebuah tikungan kiri yang selama ini merupakan senjata andalan Marc. General Manager Ducati Corse berkesempatan kepada DAZN menjelaskan perihal dua kesalahan Marc dimana menurutnya setelah melihat data telemetri bukan merupakan murni kesalahan Marc Marquez dalam berkendara.

“Saya pikir dia (Marc) sangat cermat dalam memberikan indikasi,” kata Gigi “Lalu ada teknisi, yang harus mendengarkan komentar pengendara dan mencoba melihatnya tercermin dalam telemetri. Karena kami adalah teknisi dan kami harus menghargai angka dan bukan kata-kata.”

“Bagi kami, penting untuk memahami apa yang dikatakan pengendara saat melihat telemetri. Hanya dengan cara ini kami dapat melangkah maju. Saya sangat senang bekerja dengan Marc. Dia adalah pengendara yang, selain menjadi pengendara yang sangat cepat, [juga] menggunakan semua materi yang dimilikinya dengan baik.”

“Menurut saya, dia mengalami dua crash, lebih karena kurangnya kejernihan daripada karena kesalahan berkendara. Itulah mengapa saya pikir kami dapat mengandalkannya untuk mencoba mencapai tujuan penting. Kami bekerja untuk dapat mencapai hal yang sama seperti dengan Pecco.”

Menarik melihat pilihan kata yang diambil oleh Gigi. ‘kurangnya kejernihan’ atau ‘lack of lucidity’ . . . Masih multi tafsir. Menurut kami seperti mengarah ke kurang-jernihan dari tim dan atau Marc dalam menilai dan mengantisipasi potensi keadaan hambatan/rintangan yang akan ditemui dalam balapan sehingga tidak memiliki setup dan kesiapan merespon dengan solusi. – @tmcblog

14 COMMENTS

  1. Karya Om Gigi Daligna + Marc = Kombinasi yg sempurna

    Pantes Marc ini Respect banged sm Gigi..

  2. Kalau awam yang menonton pada waktu itu, saat di Austin, Marc melibas kerb yang sepertinya merupakan bagian dari sirkuit yang kotor.

    Kalau Jerez, masih awal-awal lap dan sudah fight dengan rider lain, kemungkinan suhu ban belum optimal.

  3. secara kasat mata crash di COTA ada brp persen kesalahan Marc yg keluar sedikit dari racing line/lindas kerb.. tp bagi pakde Gigi Marc adalah the missing puzzle yg udah ketemu, bisa jadi suatu usaha agar Marc gak terlalu feeling guilty akibat crash itu.. berhubung Domenicalli sempat komen bahwa crash itu karena Marc over pede..

    • Bukan kesalahan membalap melainkan kesalahan mengambil racing line ditempat dan waktu yang salah 🙂

  4. lack of lucidity = ora cetho

    mungkin emang Marc nya aja yg gak jelas pas kasih feedback berdasarkan datanya, karena feedback dia bisa jadi malah berlawanan dgn yg seharusnya dilakukan dan gak manuk akal (misalnya)

    Bikin bingung teknisi yg dengerinnya

  5. sebelum musim 2025 ini tiba , saya meragukan marc bisa mengalahkan peco karena peco sangat ducati banget dan perfeksionis…..tapi kenyataannya memang marc ini aslinya berbakat , saya tidak paham soal telemetri marc saat pakai GP23 kenapa dibilang oleh tim ducati factory adalah sesuatu yang spesial….

    memang marc ini bakat alami fenomenal, ga heran kalo dia ini baru rookie motogp langsung bisa juara dunia motogp dan termuda pula padahal lawannya saat itu terhitung legend motogp sebut aja : Rossi , lorenzo , pedrosa

    • Dengan catatan marc sekarang adalah pembalap yg sudah cacat,banyak syaraf di lengannya sudah gak sempurna. Hanya saja pesaingnya aja yang g terlalu op seperti jaman rossi,lorenzo,pedrosa

    • Kalau saya justru malah sebaliknya….

      Saat MM93 join dan memakai Ducati GP23, setelah balapan sudah melewati 3 hingga 5 seri awal dgn tipe sirkuit yg berbeda, dari data race pace sudah jelas bahwa MM93 adalah pembalap tercepat diantara semua pembalap yg pernah pakai Ducati GP23 (termasuk Pecco, Martin, Bastianini, Digianantonio, Alex Marquez, Beszheci).

      Jika saja saat itu Ducati GP24 tidak mengalami lonjakan performa yg drastis hingga 2 sampai 3 langkah, MM93 kemungkinan besar langsung juara dunia di masa awal join Ducati.

      Situasinya mirip saat MM93 juara dunia motoGP musim 2013 saat masa rookie, dimana paket motor yg dipakai MM93 kompetitif dan sepadan dgn milik Dani Pedrosa, VR46 dan juara bertahan Jorge Lorenzo.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP