TMCBLOG.com – Walaupun masuk gravel saat balapan Sprint, secara umum sampai hari Sabtu, balapan Pedro Acosta di Sachsenring Jerman bisa dibilang cukup positif. Acosta berhasil mengamankan posisi start yang sangat baik di baris kedua dan tentunya balapan yang impresif selama belasan lap di kondisi basah.
Acosta awalnya tertinggal di awal balapan, tetapi kemudian pembalap berusia 21 tahun itu menunjukkan recovery posisi yang impresif. Catatan waktu putarannya sangat baik, ia sempat naik ke posisi ke-empat. Kemudian datanglah ancaman besar, dimana Acosta nyaris mengalami kecelakaan besar.
“Itu adalah kesalahan saya. Saya menabrak genangan air, tepat di tempat Morbidelli jatuh. Roda depan loss, dan satu-satunya kesempatan saya adalah lolos lurus ke depan.”
Pembalap Spanyol itu masuk ke gravel trap dengan kecepatan tinggi dan hanya karena keberuntungan semata ia berhasil menghindari crash. Acosta kembali ke balapan di posisi ke-12 di belakang Pecco Bagnaia, bertarung terus hingga akhirnya finish di posisi 9 untuk mengamankan 1 poin.
“Terlepas dari kesalahan itu, balapannya bagus. Saya berhasil kembali ke trek, termasuk dalam hal waktu putaran. Pada akhirnya, itu bahkan cukup untuk mendapatkan satu poin, jadi saya senang dengan hasil akhirnya.”
“Hari ini, kembali terlihat jelas bahwa kami memiliki keunggulan di lintasan basah. Banyak motor yang performanya menurun drastis saat hujan, tetapi tidak demikian halnya dengan KTM. Motor ini membantu pembalap, dan balapan dengan KTM di tengah hujan juga menyenangkan. Kepercayaan diri pada roda depan sangat baik, dan sensasinya sebanding dengan di trek kering.”
Pasca Sprint race di Sachsenring, Acosta tetap berada di posisi ke-delapan, di belakang Zarco, yang juga finis di depannya dalam Sprint. Di belakangnya, seperti saat ia berada di trek, adalah pembalap rookie Gresini, Fermin Aldeguer. – @tmcblog





Atau karena emang yang lain gak mau ambil resiko ?
Anggp rata2 user Ducati bukan spesialis hujan, kecuali Marc yang emang pengalaman.
Artinya hampir pembalap topnya menurun 50% skillnya dong ?
Akhirnya pembalap dgn skill normal memacu kuda besinya yang harusnya performanya juga dibawah Ducati.
Gitu gk sih ?
semoga hujan lagi seruh liatnya
Mungkin motor dgn power yg luber2 itu cenderung enak buat balap basah,dulu Ducati waktu Masih ga bisa belok saat basah kayak kesetanan
Pedro Pedro.
Kon iku gak mlebhu podium ae kok yo cangkeman.
Til til, koen iku kari nonton wae kok yo cangkeman wkakkwkwkw
ndalz ndalz, kowe kok cangkeme wong kok mbok cangkemi mneh
pedro pedro, koen iku tibo ndik main race ae kcangkeman
Sama dengan Ducati Old