TMCBLOG.com – Sprint Sachsenring adalah kali pertama Alex Marquez finish balapan Sprint di luar posisi Top-2 semenjak awal musim. Yap ia hanya bisa puas finish di posisi 8 dan meraih 2 poin sehingga menyebabkan jaraknya dengan Marc Marquez lebih jauh lagi menjadi 78 poin pada klasemen kejuaraan MotoGP 2025. Namun posisi finish ini dipandangnya dengan positif seraya menjelaskan mengapa ia begitu bangga dengan pencapaian Sprint dalam keadaan recovery cedera fraktur jari tangan kiri ini.
Alex tiba di Sachsenring dengan bidai karbon, kemudian lolos pemeriksaan medis dan diberi lampu hijau untuk berkompetisi di sirkuit roller coaster tersebut. Pada Sprint race MotoGP hari Sabtu, pembalap Gresini tersebut finis terpaut 12,3 detik di belakang sang kakak, Marc yang memenangkan Sprint race.
Alex Marquez lolos langsung ke Q2 dan meraih posisi kualifikasi di P6. Namun, dalam balapan Sprint yang basah, ia harus menyaksikan Pedro Acosta dan Jack Miller menyalipnya di awal balapan. Brad Binder kemudian menyalipnya, dan di final lap, pembalap Honda Johann Zarco juga berhasil menyusulnya.
“Situasinya memang tidak ideal. Bahkan sebelum kami tiba di sini, dokter sudah berkali-kali bilang: Jangan sampai terjatuh. Hari ini, masalah di tangan atau jari sama sekali bukan masalah. Masalahnya lebih pada perasaan di atas motor. Suasana hati saya sedang tidak bagus, dan motor tidak memberi saya kepercayaan diri untuk memacu diri hingga batas maksimal.”
“Dua poin lebih baik daripada tidak sama sekali. Kita harus memahami apa yang bisa kita lakukan secara berbeda untuk menemukan titik terakhir di trek basah.”
“Saya sering berkata: Saya tidak hanya memperhatikan Marc, tetapi juga Pecco. Bagi kami, posisi kedua di Kejuaraan Dunia sudah merupakan sesuatu yang sungguh luar biasa. Saya membalap untuk tim independen dengan motor tahun lalu. Sebelum musim dimulai, saya tidak memiliki prasyarat untuk memperebutkan gelar – Pecco dan rekan-rekan dengan motor pabrikanlah yang bertanggung jawab atas hal itu.”
“Namun demikian, saya tetap di posisi saya saat ini, dan itu membuat kami semua bangga. Tentu saja, saya tidak akan senang jika finis kedua sekarang, tetapi kita tidak boleh melupakan siapa lawan kita. Tidak banyak yang bisa mengalahkan Marc jika semuanya berjalan lancar. Dua balapan ini hanyalah sebuah kemenangan, dan setelah jeda musim panas, kita akan menatap ke depan.”
Alex Marquez kehilangan sepuluh poin lagi dari Marc pasca Sprint race GP Jerman. Namun dengan 241 poin, ia masih dapat menikmati keunggulan nyaman atas Francesco Bagnaia yang finis tanpa poin pada balapan basah tersebut. “Saya menyelesaikan balapan 15 putaran dengan selisih 20 detik di belakang pemenang. Ini benar-benar membuat saya tak bisa berkata-kata,” aku Bagnaia setelah Sprint.
“Saya lambat, sangat lambat. Saya ingin memacu lebih keras, tetapi saya tidak bisa. Ban belakang kurang cengkeram. Saya kesulitan mendapatkan dukungan dari ban belakang.”
“Sulit bagi saya untuk memahaminya. Saya sangat kecewa dengan performa saya. Saya terkejut dengan apa yang saya tunjukkan hari ini.”
“Saya membalap di sini saat basah pada tahun 2023 dan saya ingat itu berhasil. Saya tertinggal 0,6 detik di belakang pemimpin. Jadi tidak terlalu buruk. Hari ini, saya benar-benar kesulitan sejak lap pertama,” ujar pembalap Ducati itu. – @tmcblog








Regubasi dibongkar donk. Cuma nguntungin pabrikan yurep aja lama2. Penonton riil ini sirkus banyak di asia.
Semakin tidak tumpul
Fuel flow Ductoi gak dicek tuh ama FIM. Makin kenceng aja di lurusan. Inget skandal Ferrari di 2019 ama Yamaha Valve Gate.
Bukannya udah wajib setiap motor yg ada di paddock selalu diperiksa FIM yah, apalagi Ducita kena konsesi A yg segelnya disana sini
Sori kalo salah
Bukannya di motogp aturan fuelnya berdasar dari maksimal kapasitas bahan bakar dalam tangki ya? Bukan dari fuel flow macam F1
Bro ecu nya kan unified. Fuel flow abnormal auto ketauan
Martin mesti berkaca lagi dari Bejeki.. jelas mereka itu kompetitif..
Bez makin gacor tapi Ogura malah makin tenggelam
Peco kalah sama orang pesakitan
jujur aja tahun 2025 ini tidak ada lagi pembahasan perebutan juara antara siapa vs siapa udah jelas marq dengan santai sampai akhir bikin rekor ngumpulin poin terbanyak …..beda dengan th 2024,2023 (peco vs martin) ,2022 (peco vs taro) …disitu ada 2 pembalap bersaing poin sampe akhir dengan sengit …..
jadi benar apa kata crutchlow dan bung mateo : kalo mqrc di kasih duc maka mending piala juara dunia langsung aja kasih ke marq hehehehe
yach ngak gitu juga . itu kalu normal. masalahnya takdir ngak ada yg tau
Kalo sekarang kan rival terberat marc vs ego marc itu sendiri
Kalo dengan marc jgn liat klasemennya (udh pasti sulit dikejar oleh lawan) tapi liat balapan perbalapan..,pasti seru…,kalo martin-pecco atau pecco-fabio seru di klasemen tapi d balapan gk menarik alias turing gk ada tontonan2 menegangkan kyk marc
Minggu
14:40-14:50 — MotoGP™ Warm Up
15:00-15:40 — MotoGP™ Rider Parade
16:00 — Moto3™ 23 Laps Race
17:15 — Moto2™ 25 Laps Race
19:00 — MotoGP™ 30 Laps Grand Prix
Alien MotoGP dikasih motor spek level alien, rider lainnya auto cm pelengkap
Ngeri Marc
MM joget pacu jalur, keren