TMCBLOG.com – Ducati mulai waspada. Di balapan MotoGP Brno 2025 Ducati hanya menempatkan dua prototipenya di sepuluh besar, karena setelah Marc Marquez dan Pecco Bagnaia (ke-4), motor berikutnya dari Bologna berada di posisi ke-sebelas (FermÃn Aldeguer), dengan Fabio Di Giannatonio (ke-16) jauh di belakang sementara Alex Márquez tersingkir dari balapan karena kecelakaan dan Morbidelli yang Absen.
Dall’Igna berbicara kepada Sky Sport, di penghujung race weekend Brno. Setelah paruh pertama musim yang gemilang, terutama dengan Márquez yang terus dapat memperkuat posisinya di puncak klasemen, General Manager Ducati Corse – Gigi Dall’Igna ditanya apakah ia akan mengambil opsi liburan di summer break MotoGP 2025? “Para rival kami telah bangkit, jadi saya pikir sudah waktunya untuk kembali bekerja daripada memikirkan liburan,” begitu Gigi merespon.
Meskipun memimpin klasemen pembalap maupun pabrikan, Dall’Igna yakin Ducati tidak boleh lengah. “Ini memang paruh pertama musim yang sangat positif, tetapi keunggulan yang kami miliki perlahan-lahan berkurang, jadi saya pikir sudah waktunya untuk belajar lagi.”
“Pabrikan lain memiliki lebih banyak konsesi daripada kami, dimulai dengan jumlah ban yang digunakan untuk mengembangkan motor. Tahun ini kami sangat konservatif dalam pengembangan yang kami lakukan di awal musim, jadi dapat diprediksi bahwa performa akan stabil pada pertengahan tahun. Saya pikir sudah waktunya untuk mulai mencari solusi yang lebih baik daripada yang kami miliki,”
Terakhir, ia ditanya tentang musim 2026 dan konfigurasi mesin apa yang akan mereka dihomologasikan Ducati nanti, mengingat pembekuan mesin selama dua tahun dan kesulitan yang dihadapi Bagnaia pada musim 2025. “Ada dua spesifikasi (2024 dan 2025) dan yang penting adalah tetap berada di dalam keduanya, lalu kami dapat memutuskan mana yang akan digunakan dan dengan pembalap mana,” ujarnya, yang menimbulkan kebingungan karena peraturan saat ini mewajibkan kedua pembalap dalam tim pabrikan resmi untuk menggunakan spesifikasi mesin yang sama.




nah ternyata mbah gigi menyadari.
mm93 bukan acuan, soalnya emg anomali.
monggo mbah segera di analisis.
Lah memang pengembangan dilakukan oleh bagnaia, Marquez mah mau motor gimanapun ga masalah,
Yg jadi petaka kalau data Marquez buat acuan mutlak, Rider ducati lain akan kesulitan
Gigi belajar dari HRC, dan gak mau mengalami nasib kek mereka.
Yang dibaca pertama kali adalah buku peraturan, lalu mikir keras strategi menghadapi aturan.
Setelah itu baru deh mulai mikir soal jeroan mesin, sasis, suspensi, dll
Ducati emang sudah sering ngakali aturan terutama aturan aero sejak 2016. Uda sering dibawah wak haji dulu soal “tyre cooler alias aero bawah swingarm, aero buntut, aero sidepod, dll”
Belum ada satu tahun gabung tim pabrikan udah mulai kegocek nih mbah gigi.
Dari awal Ducati udah tau konsekuensi rekrut MM93. Ini lebih ke soal konsesi yg mana bikin opa gigi muter otak buat cari celah pengembangan dari aturan yg ada.
Dr pd resiko mending ambil mesin gp24 deh buat 2026 massa crankshaft n flywheel cukup pas buat performa n durabilitas
Dr pd gp25 walau dtuning lbh awet (crankshaft sedikit lbh ringan+ flywheel sedikit lbh berat dr gp24) tp masalah pengereman sulit diatasi alias ngeloyor mulu
Keunggulannya cuma lbh lari dr gp24 di penghujung straight, ingat ya di penghujuuuuung banget wkwkwkwk
kayaknya kecil kemungkinan ya, gak sesuai filosofi Ducita sepertinya, mundur ke belakang.. tetap pake GP25 dikombinasikan dgn paket aero baru yg dipake Marc dan Gianto.. dan tentunya minor update agar mirip2 citarasa GP24.. seperti yg pernah dibahas di blog ini, GP24 udah agak mentok pengembangannya..
Mesin sekarang kan memang pake mesin gp24 dan dibekukan sampai 2026, untuk 2027 baru pakai full mesin baru 850cc
Hodna yg hampir tiap race pebalapnya ga lengkap : “first time?”
belum lagi Mir yg DNF gara-gara ketabrak mulu
Ngeri ya Marc
jangan jadi rht v2 yg terlalu sentris di ace rider, begitu ace rider goyang dikit, kelimpungan tim nya, ingat dukati rider nya berjibun kalo, di sentris 1 rider, yang lain gk bisa adaptasi bubar jalan gk ada yg bisa naklukin tu mongtor ye kan
Mau bagaimana lagi ace sentrisnya dari dulu si peco,semua pengembang ducati mayoritas masukan dari peco,apa perlu ace sentris pengembangan ke di gia
Yang jelas kesulitan yg dihadapi pembalap selain marc adalah tanggung jawab ducati atas pengembangan gp 25 di musim 2024 dimana marc tidak terlibat didalamnya, jadi yg menyalahkan marc pendapatnya tidak masuk akal. Mengambil marc mungkin adalah langkah antisipasi jangka pendek guna menutupi kegagalan pengembangan gp 25 yg mana itu sudah kejadian, jika marc dihapus maka dimana gp 25 lain? Ducati Lenovo udah malu pastinya sama gresini.
ancaman bagi ducati itu yamaha, dan aprilia, kalo katiyem B aja sebab duitnya gak banyak wkwk
Semua salah si Rider pengembang peco ,sudah dibuatkan motor sesuai masukkan mayoritas dari dia malah gak sesuai ekspektasi,apa perlu pengembangan unit sesuai masukan digia