TMCBLOG.com- Salah satu yang ditunggu-tunggu dari sosok Gigi Dall’Igna pasca balapan seri MotoGP adalah review yang biasa ia tuangkan di laman akun LinkIdn pribadinya dan di akhir bulan Juli ini ia menuliskan review yang memuji-memuji performa kedua pembalap Ducati Lenovo yang berkaitan dengan bagaimana Marc Marquez kembali menunjukkan kelasnya sendiri di akhir pekan MotoGP di Brno.
Di Brno, Marc Marquez menjadi pembalap Ducati pertama dalam sejarah MotoGP yang meraih lima kemenangan Grand Prix berturut-turut. Itu adalah kemenangan GP kedelapannya dalam dua belas balapan, dan yang ke-70 secara keseluruhan di kelas utama kejuaraan dunia sepeda motor. Sementara ini, Ia memenangkan sebelas dari dua belas balapan Sprint pada tahun 2025.
Ini adalah angka yang mengesankan bagi juara dunia delapan kali tersebut menjelang jeda musim panas. CEO Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, juga terkesan. “Dominasi ini lebih dari sekadar kemenangan dan menunjukkan kerja hebat yang kami lakukan dalam simbiosis antara motor dan pembalap, yang membuat kami bangga,” tulisnya setelah GP Ceko.
“Ini bukti lebih lanjut akan kelas Marc yang luar biasa, luar biasa, dan yang terpenting, cerdas; ia selalu tahu bagaimana menangani berbagai situasi balapan, baik saat ia dengan percaya diri memimpin dari lap pertama hingga terakhir, seperti yang ia lakukan di Jerman, atau memulai dengan lebih hati-hati, lalu memacu dengan keras di pertengahan GP dan menjaga jarak dengan semua pembalap – tanpa mengambil risiko, seperti yang ia lakukan pada hari Ahad di Brno.”
Dall’Igna melanjutkan: “Ia memaksimalkan motor dan dirinya sendiri di saat-saat menentukan, menggabungkan kecerdasan dan insting. Ia memiliki pengalaman seorang juara dan tekad yang tak pernah habis untuk menang. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, menyadari bahwa ia masih memiliki ruang untuk berkembang dan berkembang.”
Meskipun performa Marc Marquez mengesankan, tim pabrikan Ducati menghadapi tugas berat sepanjang musim untuk mengembalikan performa baik Pecco Bagnaia di atas Desmosedici seperti yang ia miliki pada tahun 2024, ketika ia meraih sebelas kemenangan GP. Di Brno, Juara Dunia MotoGP dua kali itu hanya mampu finis di posisi ke-tujuh dan ke-empat.
“Pecco benar-benar hebat – dengan start yang hebat, persis seperti hari Sabtu di sprint setelah meraih pole position pertamanya musim ini. Ia memimpin dan mempertahankannya selama mungkin, membalap dengan kuat hingga akhir, dan hampir meraih podium. Sebuah podium yang memang pantas ia dapatkan, mengingat apa yang terjadi di sprint,” Dall’Igna tetap memuji performa pembalap Italia itu di Grand Prix.
“Menurut saya, itu adalah akhir pekan terbaiknya musim ini. Ia menjalani dua balapan yang luar biasa, dengan tanda-tanda peningkatan dan kecepatan tinggi. Ia juga sedikit kurang beruntung, dan itu adalah kesalahan kami.” Begitu penjelsan Pria berusia 59 tahun yang sepertinya secara tidak langsung berkaitan dengan masalah tekanan ban dalam Sprint race hari Sabtu, ketika Marquez dan Bagnaia harus mundur untuk menghindari penalti.
Di antara para pembalap Ducati, hanya Marc Marquez yang tampil gemilang di GP Ceko. Pembalap lain dari pabrikan yang berbasis di Bologna itu mengalami kesulitan di Brno. Bagnaia finis ke-empat, Fermin Aldeguer finis ke-sebelas pada hari Ahad sebagai pembalap Desmosedici terbaik ke-tiga, Fabio Di Giannantonio finis ke-16, dan Alex Marquez harus DNF.





Secara race mungkin membosankan karena lu agi lu lagi. Tapi karena ada potensi mengejar rekor vale, semua orang jadi bersemangat.
rivalitas para legend memang harus selalu digoreng, faktanya itu bikin rame.
Kalo legend diversus sama pembalap reguler apple-to-cucumber jadinya
Apple ya apple cucumber ya cucumber
Kami cocol apel di pecel atau gado gado ya ga masuk.
Sbagaimana timun ga masuk untuk bikin pancake atau apple pie.
Intinya tajam tajam tumpul tumpul
Lalu metu alergi
Tajam ga tajam.. tumpul ga tumpul
Setelah metu alergi dipakailah ECU Pirelli
Wak, ijin ngasih saran. Daftar Konten di segmen Trending, Artikel, Konten Terpopuler, dan Motogp itu sama semua. Ketika saya mau baca lagi artikel race terakhir, bingung cari dimana dan akhirnya ketemu di segmen motogp setelah klik navigation beberapa kali. Bagaimana jika salah satu segmen di atas itu di hapus dan di ganti dengan segmen race result. Yg isi nya adalah artikel2 tentang sprint dan sunday race. Trims
ducati bakalan puyeng nanti, kayak hodna dengan syarat gigi dal igna masih di ducati, kapan boyong santi hernandez
Kumpulin rekor rekor dulu, termasuk ngumpulin jurdun itu yg jd catatan sejarah. Puyeng belakangan penting jurdun.pembalap maupun manufacture, dan juga team.
Mungkin karena anda telihat seperti ikan
Tajam ga tajam, tumpul ga tumpul 🤣
huss..lagi meratapi,,di kolam lele dia
Hayo digia kemarin alasan nya apa kok ga perform? Gitu kok bandingin diri dg marc. Wah.
dia belum cukup pantas untuk memantaskan diri
Kata mateo, setup motor ducati khusus brno ini memang kacau