TMCBLOG.com – Marco Bezzecchi Kembali start dari Posisi terdepan dimana Kali ini adalah Balapan Utama MotoGP Austria 2025 yang dilangsungkan sebanyak 28 Lap. Aspap Permukaan Trek Kering dengan suhu mencapai 32 °C. Pemilihan Ban Mayoritas Kombinasi Michelin Slick Medium Medium. Francesco Bagnaia berhasil merebut posisi holeshot dari Bezzecchi yang meraih pole position, tetapi Bezzecchi-lah yang berhasil mempertahankan P1. Suasana sengit terjadi di lap pembuka ketika Marc Marquez menyalip Pecco dari sisi dalam dan Tikungan 3, tetapi Pecco berhasil mempertahankan P2 saat memasuki Tikungan 4.
- Lap 2 Marc Marquez berhasil menyalip Pecco di Tikungan 3 untuk naik ke P2, sementara Pedro Acosta menyulitkan Alex Marquez setelah bintang KTM itu melakukan start yang hebat dari baris ketiga. Enea Bastianini kemudian merebut P5 dari Acosta sebelum pembalap Italia itu melebar di Tikungan 1, sementara Alex Marquez terkena penalti Long Lap satu putaran kemudian yang membuatnya turun ke P11. Bezz memimpin 0,4 detik dari Pecco. Marc naik ke P2 di sektor 2
- Lap 3 Bezz memimpin 0,6 detik dari Marc
- Lap 4 Di depan, Bezzecchi mencetak lap tercepat Grand Prix pada Lap 4, menjaga jarak 0,6 detik dari Marc Marquez, sementara Pecco mempertahankan posisi ketiga dari Acosta. Keunggulan itu kemudian tergerus oleh Marquez, dan di awal Lap 8, selisihnya 0,2 detik antara Bezzecchi dan Marquez, sementara Pecco tertinggal 1,1 detik di posisi ketiga.
- Lap 6 Bezz masih 0,6 detik memimpin dari Marc
- Lap 7 Marc Terus mncoba mendekat ke Bezz
- Lap 9 Bezz memimpin 0,42 detik dari Marc
- Lap 10 Jarak kembali memendek, Bezzecchi memimpin 0,2 detik dari Marc
- Lap 11 Marc terus memapas jarak ke Bezzecchi
- Lap 13 Tapi . . tetiba Jarak MARC semakin menjauh dari Bezz . . Sepertinya ia mencoba untuk mendinginkan temperatur Ban depan.
- Lap 14 Marquez tertinggal 0,9 detik di belakang Bezzecchi, selisih waktu terbesar antara keduanya hampir sepanjang Grand Prix. Apakah Marc itu hanya mendinginkan ban depannya, atau apakah Bezzecchi ini menunjukkan kecepatan yang superior? Sementara itu, rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, harus mengakhiri Grand Prix-nya setelah mengalami crash di Tikungan 7 pada Lap 14.
- Lap 15 Marc di P2 berjarak 0,6 detik dari Bezz
- Lap 16 Jarak kembali mendekat dimana Bezz memimpin 0,5 detik dari Marc
- Lap 17 jarak Bezz dan Marc di P2 sejauh 0,6 detik. Pecco P3
- Lap 18 Selisihnya Jarak antara Marc di P2 dan Bezz kembali menjadi 0,2 detik. Dan dalam perebutan posisi ketiga, Acosta melakukan manuver agresif terhadap Pecco di tikungan kedua terakhir di lap yang sama untuk naik ke posisi ketiga, dan manuver itu membuat pembalap Italia itu kehilangan dua posisi karena Aldeguer menyusul Acosta.
- lap 19 Marc 0, 1 detik dari Bezz dan lanjut fight cucuk cucukan dengan Bezz
- Lap 20 Di Tikungan 3, Marquez melesat dari sisi dalam dan menuruni bukit menuju Tikungan 4, dengan Marquez memimpin. Bezzecchi melakukan serangan balik di Tikungan 6 untuk merebut kembali posisi terdepan, sebelum Marquez memarkir Ducati-nya di sisi dalam Bezzecchi di Tikungan 1 pada Lap 20 untuk merebut tongkat pimpinan balapan.
- Lap 21 Marc memimpin 0,6 detik dari kejaran Bezz
- Lap 22 Marc, Bezz dan Aldeguer
- Lap 23 Marc memimpin 0,69 detik dari Bezz.
- Lap 24 Aldeguer adalah pembalap yang terus melaju. Pembalap rookie ini menyalip Acosta di Tikungan 2B dan kecepatannya sungguh luar biasa. Aldeguer adalah pembalap tercepat di trek dan pada Putaran ke-22 dari 28, Fermin itu tertinggal 1,7 detik di belakang Marquez dan 1,1 detik dari Bezzecchi.
- Lap 25 Aldeguer terpaut 0,9 detik dari Marquez dan setelah melewati Bezzecchi, selisih waktu Marquez berkurang dua persepuluh detik. Dua persepuluh detik lagi terpaut di lap berikutnya, sehingga selisih waktu antara kedua pembalap Spanyol di depan menjadi 0,7 detik dengan tiga lap tersisa.
- Lap 26 Marc, Aldeguer, Bezzecchi di top 3
- Lap 27 Marc memimpin 0,9 detik dari Fermin
- Lap 28 Marc memimpin lap terakhir.
Dan akhirnnya MARC MARQUEZ memenangkan Race MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Red Bull Ring yang juga menandakan Balapan ke 1.000 dari kelas primer MotoGP semenjak pertama kali di helat tahun 1949. Fermin Aldeguer P2, Marco Bezzecchi P3. Aldeguer tampil gemilang dalam menekan Marquez di tahap akhir, dan akhir pekan Bezzecchi menjadi momen yang tak terlupakan karena performa apik pembalap Italia itu terus berlanjut – ini merupakan podium kedua berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 2023 bagi Bez.
Acosta memimpin laju KTM di kandang sendiri dengan Finish P4 dan 1,8 detik di belakangnya adalah pembalap KTM lainnya, Bastianini. Meskipun tidak naik podium, dua posisi lima besar menandakan hari yang baik bagi pabrikan Austria ini.
Joan Mir berjuang keras untuk meraih posisi P6 yang positif yang merupakan Raihan terbaik semenjak India 2023 bagi dirinya, sementara Brad Binder finis di P7 setelah terlibat dalam beberapa pertarungan sengit. Posisi kedelapan diraih Bagnaia yang kecewa, yang kehilangan posisi di tahap akhir.
Raul Fernandez berhasil menahan Alex Marquez untuk P9, di mana Alex Marquez tidak mampu bangkit dari penalti Long Lap yang diterimanya. Franco Morbidelli mengantongi P11, mengungguli Johann Zarco , Luca Marini , Ai Ogura , dan pembalap Yamaha terdepan di P15 , Fabio Quartararo
Pasca perolehan 37 Point di Austria, Marc Marquez memimpin Klasemen Pebalap dengan raihan 418 Point dan berjarak 142 Point dari Alex Marquez di Posisi kedua dan 197 Point dari Bagnaia di Posisi tiga.
Taufik of BuitenZorg






Ouch,pecco bisa-biasanya disalip mesin perontok tulang di dry race
Marq double six win in row ..uhuuy
Rekor baru lagi tuh
rekor demi rekor..
kukira jadi cupu..
ternyata makin jadi super SUHU..
Mentereng.. 1.. 1000..
Gw kira motor marquez ada troble waktu tiba² menjauh dari bez, eh ternyata lagi gabut doank,,
Pengalaman gg boong.. hemat ban, buat attack terakhir…
P1 risiko harus push buat jarak diawal.. kemudian bertahan diakhir…
P2 hemat ban dan jaga jarak tidak jauh-jauh.. buat serang di akhir..
Terbukti bezze malah disusul Aldeguer (rookie)…
tp klo bezz ikutan nahan pace kelamaan
yg datang ke rombongan makin rame, jadi ya mau gamau
Tekanan bannya udah limit kali karena ngikutin Bezz dr dekat terlalu lama, sedangkan race berjalan belum 1/3 sisa race,makanya nyari udara segar dulu dgn mundur dikit
fix kunci jurdun di mandalika ini mah wwkkwkw
Cuma dari satu seri udah bisa menambah gap 22 poin dari p2, sekarang gapnya jadi 142 poin dari p2 klasemen. Kalo gini terus bisa-bisa gelar juara dunia motogp malah dikunci di misano.
Eh salah, motegi ding
Jurdun di Misano, penghinaan buat pasukan kuning despicable
Jurdun di Motegi, lecutan buat honhon (“mantan terindah” menang di kandang hon2), kyknya bakal ga enak buat Marc ato hon2 itu sendiri.
mending Jurdun di Mandalika aja sekalian combo “pecah telur”
kali aja bisa bikin makin banyak tiket ke jual dimari
sultan2 owner ducati bisa bikin even touring ke Mandalika
mumpung momen gitu
yah asal ga dirusak ama oknum fomo dan aji mumpung
Mandalika bukan tempat yg aman bagi MM93
peko pesakitan bgt ckck
bisa aja nih Marq kasih php ke valeban , bikin valeban nonton motogp sampe akhir wkwkwk ….valeban ga percaya race pace , cuma percaya tahyul / kutukan kalo marq ga pernah juara di sirkuit ini tambah lagi marq crash di kualifikasi wkwkwk
rossi mesti sering2 datang ke sirkuit biar marq tambah semangat biar lanjut terus menang double
Semut merah menyala, tim kuning merana, fermin warbyasah..!
Joan mir akhirnya bisa finish 😀
yamaha juru kunci, kasian..
wak, valeyellow pernah menang di redbull ring gak?
semenjak kaki rompal di Mugello dia makin jarang menang,
bahkan di trek Mugello kandangnya dia itu sendiri
pasca itu, kemenangan dia di satu musim bisa dihitung cukup dengan jari 1 tangan
Nggak. Sejak musim 2016 sampai pensiun dia cuma menang 3 kali di Jerez, Catalunya, dan Assen.
apa sih, gue malah seneng joan mir selemat masuk barisan 10 besar
Apalagi kerjasama ama binder buat nyalip pecco seru banget
GP25 yg moncer cuma Marq
GP24 yg moncer cuma Fermin
Wak haji koq aku g dapet notif by email sekarang y
Morbideli yang notabene tahun lalu sudah mengendarai gp24 ada dimana bro ?
Sempat tanya ngapain marc ngepush dari awal nguber bagnia, ternyata karena bagnia semakin tertinggal dari bezz
Manuver dronenya yg ngeliput negeri kalo dr kamera
#ngeri
kan komentatornya jg bilang tadi, manuver drone nya bisa merusak konsentrasi pembalap..
yg keren Firman Aldeger sih tadi, pelan tp pasti tau2 P2.. overtakenya beresiko semua tp ok.. kirain dogfight lebih lama versus bebi syark tadi, musuh lama di moto 2, tp sekali kena ditinggal..
12 dari 13 untuk SR
9 dari 13 untuk MR.
Tahun 2025 MGP jadi Marc Grand Prix.
Penasaran dengan strugglenya Ducati GP 25 yang dikendarai oleh Pecco dan Diggia.
Kapan terakhir motor Ducati terbakar di lintasan Wak Taufik?
Untuk sekarang tugas insinyur Ducati pasti lebih berat tekanannya dari Opa Tardozzi dan Gigi. Karena melihat sulitnya Pecco dengan motor sekarang dan dalam balapan tadi motor Ducati Diggia ngebul dan terbakar.
Tapi untuk musim sepertinya semua apotek sudah tutup. Semua obat diborong habis oleh Marc.
Barangkali Mandalika ? Taun lalu
Bisa2 sebelum 6 atau bahkan 7 seri terakhir sudah bisa dikonci itu barang 😁😁😁
honda seperti bentar lagi menjadi mode stabil tapi nanggu 2027 reset motor settingan awal
Alex73 gampang bgt ke distract,
kemarin pasca kena wobble, sekarang pasca LLP; hilang pace tiba2
kurang pengalaman duel
kurang juga pengalaman comeback dari barisan belakang
btw, Mir harus selametan nih, hasil race P6 lumayan juga tuh ngasepin Ducati pabrikan
tapi Zarco kenapa pula, letih fisik kah ??
Mir waktu ngerem motornya ga ada anteng-antengnya, ya setidaknya bisa p6, moga bisa jadi evaluasi team berikutnya, ya kek biasa markes mainin Yang laen, Bagnaia kenapa lagi? Wkwk
Maaf nih kalo oot wak, katanya ini kan perayaan GP ke 1000 bukannya dulu udah pernah ada perayaan yang ke 1000 di le man’s 2023 ?
Morbi, Diggia, Acosta pointnya sama
Alex marquez kena long lap pinalty karena apanya
Di brno nabrak joan mir
Mir sekalinya tidak nongol notif langsung ajak duel Ducati pusat 🤣