TMCBLOG.com – Pecco Bagnaia, seperti yang kami sampaikan saat live reaction Sprint Race MotoGP Motegi kemarin begitu flawless memimpin balapan, karakter balapan text book butter hammer monotone yang lebih mirip sebuah METRONOME kembali hadir di balapan Sprint Motegi. Benar-benar tak terkejar dan tak tersentuh semenjak awal start. . . Sebenarnya Bagnaia mulai seri Misano sebelum ini sudah mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya. Namun di hari Jumat dan Sabtu Sprint Motegi kepercayaan diri tersebut dikombinasi oleh GP25 yang kembali mau diajak kerja sama . . Jadi lah Pecco Bagnaia yang dulu.
Namun dibalik itu ada beberapa pendapat yang mengemukakan bahwa Pecco Bagnaia kembali menggunakan GP24 semenjak Misano dan tes Misano. Apakah benar begitu? Kalau dari segi mesin sepertinya tidak karena mesin yang dipakai dua pembalap dalam satu tim pabrikan harus identik, sehingga dengan regulasi ini, Bagnaia tidak boleh berganti ke mesin GP24 sembarangan, terutama juga Ducati pabrikan konsesi Kelas A.
Namun part-part lain yang tidak dikendalikan ketat oleh reguasi konsesi Kelas A tentu saja boleh. Motorsport sempat menyebutkan bahwa ditengarai beberapa part GP24 (lengan ayun, garpu, dan aerodinamika), dikombinasikan dengan aspek lain seperti kewajiban penggunaan cakram rem depan berdiameter 355 milimeter di Motegi, tampaknya telah mengembalikan feel front end bagi Pecco Bagnaia.
Itu belum tambahan satu part yang semenjak sesi FP1 Motegi terlihat dipakai oleh Pecco Bagnaia dan sebelum ini sudah terlebih dahulu dipakai oleh Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio yakni tuned mass damper yang diletakkan di ujung sisi lengan ayun sisi kanan belakang. BTW, Pecco sudah memakai mass damper ini semenjak balapan Grand Prix di Misano yang lalu.
Pertanyaan besarnya adalah sama dengan pertanyaan banyak netizen dimana apakah ia kembali ke GP24? Sesuatu yang, menurut peraturan, tidak mungkin terjadi dalam sudut pandang mesin (power unit), meskipun untuk suku cadang lain tetap bisa. Untuk kekepoan ini, Bagnaia menjawab: “Kami belum kembali ke GP24, tetapi kami telah mengganti komponen yang tidak berfungsi dalam situasi lain, tetapi di sini dan di Misano, komponen itu berfungsi.”
“Mungkin karena putus asa. Tetapi komponen itu kembali berfungsi lebih baik, dan pada akhirnya saya merasa lebih baik. Saya bisa berkendara lebih mirip dengan tahun lalu.”
Ketika ditanya apakah komponen ini berasal dari motor 2024, Pecco menolak untuk mengonfirmasi secara langsung: “Itu komponen yang juga dimiliki Marc.” Ketika ditanya mengapa komponen ini berfungsi sekarang, ia menegaskan: “Itu sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan. Tetapi setelah hasilnya, saya tidak banyak bertanya pada diri sendiri; saya hanya senang.”
“Pada akhirnya, kami semua berada dalam situasi yang sama, bekerja sama. Hasilnya memang datang di sini, tetapi tentu saja bisa datang lebih cepat. Mungkin saat tes Jerez, jika solusi ini ditemukan lebih awal, saya bisa menjalani musim yang sama sekali berbeda, dan pada akhirnya, apa yang terjadi terjadi, dan kami memperbaikinya dengan enam balapan tersisa.” – @tmcblog






Joss
Katanya pecco pakai GP24 Morbidelli dengan mesin GP25
ya kalau banyak balik pake komponen gp24, based on artikel ini berarti yg gp25 murni cuma mesin (yg juga basicnya gp24 yg berubah cuma dikit, bukan full gp25 yg ditolak rider pabrikan), sama sasis aja dong ?
alamak kemungkinan gp26 besok ya makin ga banyak berubah kalau diubah dikit gini aja pecco struggle
Setelah orang mau gelar champion baru ada taji?
Apa mungkin kemenangan sisaan aja biar posisi 3 aman dari bez.
bisa jadi om, biar all ducati
setelah ada ancaman dari Bezz (April) wkwk
embuhlah tapi nyatanya gitu
Jadi nanti marq juara dunia temanya apa yah kira2, kita tebak2 buah manggis : tema from hell to 7th heaven ? , tema bangkit dari kubur jadi juara dunia ?? ..hitungannya nanti juara 7 kali atau 9 kali nih
atau kata2 Arnold di film terminator : I’ll Be Back !!
Endingnya perayaan yang lebih ke mengingat masa jaya terus masa kelam cedera gak bisa balap semusim full. Dan nonton video smpe nangis “More than A Number”
Coba next race mandalika. Karena di motegi harus pake disc brake besar. Gimana next race klo pake disc kecil
percuma juga,perebutan gelar udah usai.
tinggal ampas