Carlos Ezpeleta Jelaskan Soal Polemik Jumlah Gelar Juara Dunia

TMCBLOG.com – Sebelum Marc Marquez dianugerahkan gelar Juara Dunia MotoGP 2025 di Motegi hadir banyak Pertanyaan netizen mengenai kenapa MotoGP terus menyebutkan bahwa Di Motegi 2025 Marc akan memperoleh gelar MotoGPnya yang ke 7, Dan MotoGP jarang terlihat menggaungkan Diksi 9 Gelar Juara Dunia Grand Prix ( Lintas kelas ). Smapai sampai Banyak yang berfikir bahwa jangan jangan ini akan dibawa ke Pemisahan Kelas Moto3 dan Moto2 ke depan . . Untuk hal ini Carlos Espeleta Chief Sporting MotoGP bergabung dengan Com-Box Moto2 FP2 di Jepang untuk berbicara tentang Soal ” 7 atau 9 Gelar Juara Dunia ” ini.

“Kejuaraan Dunia adalah Kejuaraan Dunia, dan gelar juara dunia adalah gelar juara dunia,” ujar Ezpeleta dengan lugas. “Semua gelar yang telah diberikan akan terus dihitung, hanya bagaimana Anda menyikapi kata-kata dan detailnya.

“Ada perubahan tren karena bagaimana kejuaraan ini telah berkembang menjadi seperti sekarang, lebih besar dari sebelumnya dan lebih penting, secara global, daripada sebelumnya. Saat ini jelas bahwa para pembalap di Moto3, target utama mereka adalah mencapai MotoGP.

“Sebelumnya, ada pembalap yang sangat sukses di satu kelas dan tidak pindah ke kelas berkapasitas lebih besar, tetapi kenyataan sekarang tidak demikian. Sulit untuk menentukan tahun di mana hal itu berhenti. Kita masih memiliki Legenda MotoGP, dan mereka akan terus menjadi Legenda MotoGP. Kita memiliki Hall of Fame yang baru dibentuk untuk nama-nama terbesar di kelas premier olahraga ini. Namun, mereka tidak saling eksklusif.”

Marc Marquez baru saja memenangkan Kejuaraan Dunia MotoGP ketujuhnya, dan olahraga ini berfokus pada hal itu – tujuh gelar di MotoGP. Namun Bukan berarti gelar juara 125cc dan Moto2 miliknya telah dibatalkan, atau dicabut. – @tmcblog

7 COMMENTS

  1. perlu diingat bahwa dalam sejarah Grand Prix motor, yang sekarang disebut dengan Moto3 & Moto2 itu adalah kejuaraan dunia dengan kelasnya tersendiri, menggunakan motor dengan kapasitas cc yang lebih kecil, sehinggga tetap valid mendapatkan gelar juara dunia, bukan seperti sekarang Moto3 Moto2 diperlakukan seolah feeder series

    • Itu dia, karena namanya berubah jadi 3 dan 2 jadi berkesan penjenjangan.
      Kalo dulu kan namanya berdasar kapasitas mesin jadi punya prestige masing-masing.
      Apalagi dulu kelas cc kecil semua prototype dan ada beberapa pabrikan yg ikut.
      Kalo sekarang performa motor dibuat “hampir” setara (moto2, moto3 nyusul), emang tujuannya biar skill pembalap terlihat tapi ya makin berasa penjenjangannya.

  2. menurut saya udah jelas sih yg dibilang ezpelata.. ngga penting buat pembalap moto2 dan moto3 titel juaranya mau di akuin apa ngga sebagai juara dunia. buat mereka yg penting itu ya harus bisa juara mau satu, dua apa tiga di moto2 dan moto3 karena itu target mereka supaya bisa ke motogp nantinya.

  3. buat fans kuning anti Marc, ini adalah konspirasi untuk menggeser nama besar raja microphone. Dengan memangkas angka jurdun Agostini, masih agak masuk akal untuk dilampaui legenda aktif saat ini (Marc). Sehingga exposure olahraga ini bisa lebih di blow up

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP