TMCBLOG.com – Meskipun deru mesin di sirkuit sedang rehat selama libur musim dingin, kesibukan di markas besar Borgo Panigale justru sedang memuncak. Bagi pabrikan sekelas Ducati, “libur balapan” berarti “waktu pengembangan”. Baru-baru ini, CEO Ducati, Claudio Domenicali, duduk bersama Gazzetta dello Sport untuk berbagi pandangan tentang apa yang terjadi di balik layar si Merah.
Dari kejutan menyenangkan mengenai pembalap bintang mereka hingga ekspansi serius ke dunia garuk tanah, Domenicali memaparkan peta jalan Ducati yang ambisius menuju tahun 2026. Berikut adalah rangkuman komprehensif dari obrolan sang CEO.
Kedatangan Marc Márquez: Tim Player yang Tak Terduga
Topik paling hangat tentu saja membahas musim MotoGP 2025 yang baru saja berlalu, di mana Marc Márquez tampil dominan di atas Desmosedici. Namun, bagi Domenicali, kekagumannya melampaui sekadar catatan waktu atau jumlah trofi.
“Saya sudah tahu bakat dan tekad Marc Márquez,” ujar Domenicali, mengakui reputasi sang juara dunia delapan kali itu.
Namun, ada satu hal yang benar-benar mengejutkannya setelah Márquez bergabung dengan keluarga Ducati. “Saya tidak menyangka akan menemukan seorang pria dengan kemampuan kerja tim yang luar biasa,” ungkapnya.
Pengakuan ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi dinamika garasi Ducati. Dengan fondasi kerja sama tim yang ternyata kuat ini, Domenicali menegaskan target besar untuk musim 2026: “Kami ingin meraih kesuksesan bersamanya [Márquez] dan Pecco Bagnaia secara bersamaan, untuk membawa kedua pembalap kami ke puncak.”
Memiliki dua matahari dalam satu tim tidak pernah mudah, namun komentar Domenicali menyiratkan optimisme bahwa mereka telah menemukan formula yang tepat.
Panigale V4R: Sintesis Ekstrem dari DNA Balap
Kesuksesan di MotoGP—termasuk empat gelar juara dunia pembalap berturut-turut yang disebut Domenicali sebagai hasil “luar biasa dan fenomenal”—bukanlah tujuan akhir. Bagi Ducati, balapan adalah laboratorium. Hasil nyata dari laboratorium tersebut adalah Panigale V4R terbaru. Domenicali menyebut motor ini sebagai “sintesis ekstrem dari filosofi Ducati.”
“Di dalamnya terkandung semua yang telah kami pelajari di dunia balap dan semua konten yang berasal dari MotoGP,” jelasnya.
Motor ini bukan sekadar tentang desain yang memukau, tetapi juga teknologi tingkat tinggi. Domenicali menyoroti sistem elektronik yang sangat canggih, kontrol traksi dan slide simultan, serta poros engkol yang berputar berlawanan (counter-rotating crankshaft)—fitur yang langsung diturunkan dari motor prototipe mereka.
Tujuannya jelas: memberikan pengalaman lintasan yang luar biasa bagi pelanggan mereka yang paling bersemangat.
Lebih jauh lagi, V4R ini memegang peran krusial untuk masa depan kompetisi. Setelah memenangkan gelar juara dunia konstruktor di WorldSBK tahun ini dengan generasi sebelumnya, V4R baru ini sedang dalam proses homologasi musim dingin ini untuk menjadi basis senjata Ducati di WorldSBK 2026.
https://www.youtube.com/watch?v=pPljdhLrUDw
Serius di Jalur Tanah: Ekspansi Off-Road Berlanjut
Visi Ducati tidak lagi terbatas pada aspal sirkuit. Domenicali mengonfirmasi bahwa proyek off-road mereka berjalan sesuai rencana besar yang telah diumumkan.
Saat ini, mereka telah memiliki Desmo450 MX yang sudah dijual di pasaran—motor yang telah terbukti kompetitif dengan memenangkan kejuaraan Italia tahun lalu bersama Alessandro Lupino dan memberikan kepuasan dalam hal penjualan tahun ini.
Namun, itu baru permulaan. Ducati siap melebarkan sayap ke dua segmen paralel lainnya:
-
Enduro: Versi 450cc untuk enduro sedang dipersiapkan dan ditargetkan mulai dijual sebelum musim panas.
-
Kelas 250cc: Sebuah motor motocross 250cc yang benar-benar baru sedang dikembangkan. Domenicali membocorkan bahwa motor ini akan menggunakan “mesin yang benar-benar baru, sangat kecil, ringan, dan spesifik.”
Kesimpulan
Dari wawancara ini, terlihat jelas bahwa Ducati tidak sedang berpuas diri di puncak kesuksesan mereka. Dengan memadukan kejutan positif dari etos kerja Marc Márquez, transfer teknologi MotoGP yang tiada henti ke motor produksi, dan ekspansi agresif ke dunia off-road, pabrikan Borgo Panigale ini sedang menyiapkan fondasi yang kokoh untuk dominasi menyeluruh di tahun 2026 dan seterusnya. – @tmcblog









Team player, not just a player
Ducati beruntung dapetin marc diumur yang udah “mateng”. Mental marc sekarang mungkin jauh beda sama mental marc sewaktu masa jayanya di hrc. Sekarang santai sesama rider pabrikan berbagi part atau development. Dulu mah boro2 maunya doi doang yang update part.
Ambisi dan skill menyala
Desmo MX 250, betapa gahar dan mahal itu motor
Ga ikut nyemplung Dakar awal tahun nanti?
Pengen tahu durabilitasnya digeber di alam ekstrim dan gampang apa gak perawatannya dilakukan oleh rider-nya sendiri
Perlahan2, bro, bisa ikut endurance motocross tanpa problem motornya aja udah bagus, apalagi ikutan dakar, udah the next level kalo itu
Hanya EWC yg buat nih pabrikan keder
Dan waktu itu sempet ikut EWC, hanya saja gak disupport pabrikan, sampe2 timnya balik lagi pake pabrikan sebelumnya yaitu BMW, timnya namanya ERC, tiba2 pake ducati, tapi cuma bertahan 2 tahun atau 3 tahun gitu, balik lagi pake BMW, langsung gacor lagi.