TMCBLOG.com – Panas! Sepertinya suhu di paddock Yamaha sedang mencapai titik didih. Hubungan antara Fabio Quartararo dan Yamaha yang sudah terjalin bertahun-tahun kini sepertinya Goyang dan berada di ujung tanduk. Informasi terbaru menunjukkan bahwa Yamaha tidak lagi sekadar “menunggu” keputusan Fabio, melainkan sudah secara aktif menyusun Plan B atau rencana Cadangan yang sangat terstruktur untuk menghadapi era “Post-Quartararo” pasca 2026. Mari kita bedah secara analitis strategi apa yang sedang dimainkan oleh pabrikan Iwata ini. Cekidot!
1. Pemicu Keretakan: Kritik Terbuka vs Harga Diri Pabrikan
Fabio Quartararo belakangan ini sangat vokal, bahkan cenderung “brutal” dalam mengkritik pengembangan YZR-M1. Mulai dari menyebut mesin Inline-4 sudah mencapai batasnya, hingga mengomentari mesin V4 baru Yamaha yang menurutnya masih lebih lambat dari versi sebelumnya.
Bagi sebuah pabrikan besar seperti Yamaha, komentar ini bukan lagi sekadar masukan teknis, tapi sudah menyentuh harga diri (prestige). Yamaha merasa sudah memberikan segalanya, termasuk gaji fantastis sebesar 12 Juta Euro (sekitar 200-an Miliar Rupiah) per Musim. Ketika Fabio menyebut “Yamaha berbohong soal janji motor juara,” Yamaha pun mulai kehilangan kesabaran.
2. Paolo Pavesio dan Visi “Rider Masa Depan”
Direktur Yamaha MotoGP yang baru, Paolo Pavesio, tampaknya membawa pendekatan yang lebih dingin dan pragmatis. Ia secara terbuka menyatakan bahwa Yamaha harus segera memikirkan line-up pembalap masa depan.
Plan B Yamaha tidak bergantung pada satu nama besar, melainkan pada sistem.
-
Proyek Moto2 dengan Pramac: Ini adalah “senjata rahasia” Yamaha. Kolaborasi dengan Pramac Racing di kelas Moto2 bukan sekadar pelengkap, melainkan kawah candradimuka untuk mencari suksesor Fabio.
-
Target 2027: Yamaha sudah memetakan bahwa pada tahun 2027 (saat kontrak Fabio habis), mereka akan mengambil talenta muda langsung dari struktur Moto2 mereka sendiri.
3. Audisi Terselubung: Kasus Izan Guevara
Ingat saat Izan Guevara mendapatkan kesempatan menjajal YZR-M1 sebagai “hadiah” di akhir musim lalu? Di dunia MotoGP, hampir tidak ada yang namanya “hadiah cuma-cuma” untuk motor sekelas M1.
TMCBlog menganalisa bahwa itu adalah uji kelayakan (audisi). Yamaha ingin melihat data telemetry Guevara: seberapa cepat ia beradaptasi dan apakah gaya balapnya cocok dengan karakter mesin Yamaha (baik I4 maupun V4). Ini Bisa jadi barbuk alias barang bukti nyata bahwa Yamaha sudah mulai memilah siapa yang layak mengisi kursi YZR-M1 di masa depan.
4. Kursi Panas: Rins, Miller, dan Toprak
Bukan hanya Fabio yang terancam. Yamaha juga mengirimkan sinyal kuat kepada pembalap mereka lainnya:
-
Alex Rins & Jack Miller: Mengingat usia mereka yang sudah senior, Yamaha memberikan syarat mutlak: Hasil atau Diganti. Jika performa tidak konsisten, mereka akan langsung “disapu” oleh talenta muda dari proyek Moto2 Pavesio.
-
Toprak Razgatlioglu: Kehadirannya di MotoGP musim ini sangat dinantikan, namun ia pun harus membuktikan bahwa ia bisa langsung tune-in. Jika tidak, sistem regenerasi Yamaha akan terus berjalan tanpa menunggu siapapun.
5. Quartararo Mengikuti Jejak Marc Marquez?
Satu poin menarik adalah soal Gaji. Fabio adalah pembalap dengan bayaran tertinggi saat ini. Jika ia pindah ke Ducati atau Aprilia, hampir mustahil ia mendapatkan angka 12 Juta Euro.
Namun, Fabio tampaknya sudah “kenyang” secara finansial. Ia melihat apa yang dilakukan Marc Marquez tahun lalu—meninggalkan gaji besar demi motor juara (bahkan dengan kontrak nol gaji di awal). Jika Fabio benar-benar sudah menjalin “perjanjian awal” dengan Ducati atau Aprilia, maka ia sudah siap kehilangan pendapatan demi kembali ke puncak podium.
Yamaha saat ini sedang melakukan rebranding identitas tim. Mereka tidak mau lagi disandera oleh satu pembalap (seperti era akhir Rossi atau era kejayaan Fabio). Dengan mesin V4 yang sedang dikembangkan dan jalur pembibitan muda bersama Pramac, Yamaha siap berpisah dengan Fabio pada akhir 2026 Jika memang jodohnya begitu.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Antara Fabio dan yamaha ini kondisi nya sama dengan Rosi dan Yamaha. Semuanya pengen pisah tapi tidak ada yg mau memulai.
Kalau rosi mah pada masa itu gamau udahan karir sama sekali di balap, lucu aja kalau mau udahan pake segala masuk petronas dlu
tapi pada akhirnya mbah oci sadar umur tidak gak bisa bohong dan udah gak ada ambisi murni haus kemenangan di balap motor
Kalo dari sudut pandang fb20, emang harus cepet2 hengkang dari yamaha, kalau ngga mau nyia-nyiain umur.
Kecuali, motifnya memang cari duit sebanyak2nya sebelum pangsiun.
mayan ngirit 12 Juta eur, bisa dapaet pebalap muda dengan harga 1/10 nya
Daripada Ijan,mending segera dekatin David Alonso yg kayaknya lebih punya potensi lebih luas
Yamaha ini bisa dikatakan konyol sih, mereka kaga inget itu sejarah ama vinales begimana ?? untung untung dlu diselamtin mukanya sama Taro
lah malah kecolongan sampe Taro ributnya mirip mirip era vinales kemaren. Yamaha deserve those cemoohan.
Walau miller sama Rins juga ya begitu, tp kan memang by basic ya motor yamaha udah bapuk dluan.
Mencoba menganalisa istilah “bapuk”….
Istilah jawa berarti “lapuk”, umumnya dipakai ekd karisedenan surakarta, yang biasa mengucapkan antara kepala 4 atau kepala 5.
Apakah saya benar?
Anjasmara……analisa anda sekelas Ai 😂
ga dong. masi muda saya Om :((
Yamaha sudah benar, tidak ada yg lebih besar dari pada pabrikan
sejarah modern motogp, juara dengan rider alien (MM, VR, CS, JL) or motornya OP
Ya elah bro… Kalo Engine etc(M1 YAMAHA i4) dah mentok biar MM93 yg bawa ya BAPUK HASILNYA…. Trus giliran mau explore new engine(M1V4 YAMAHA) malah dilimit… Gondok ngga tu rider…. gimana mau kasih feedback buat tu new engine…wajar kalo ridernya ngomel..Gimana bro.. Salah/bener imho sy ini…?
Aaah..Tenane….tp memang sih taun depan era motogp baru uda g sbrp lg di perlukan pmbalap yg brpengalaman di satu pabrikan, krn smua sperti di reset trlbih krn pindah supliyer ban
Taro salah satu talenta senior berbakat era Marquez, konyol kalau yamaha rela ngelepas sementara progres yamama pelan2 dimulai
Begitulah hidup, ada pertemuan ada perpisahan 😀 😀 😀
Lebih baik pembalap muda dan fresh muscle memory nya, jadi bisa lebih cepet adaptif, daripada rider senior yg uda punya muscle memory di motor sebelum nya dan terjebak susah move on susah menyesuaikan dgn motor terbaru
jangan ngarep pembalap muda bisa fight barisan depan apalagi motor belum matang …so far sampai saat ini tidak terlihat dari moto2 dan moto3 yang extraordinary. paling logis mengharapkan toprak
Sejarah modern motogp, juara dengan rider alien (MM, VR, CS, JL) or motornya OP
the next alien : Acosta and Toprak
momentum juga bisa kalau lucknya gede. Suzuki jurdun dibawa Mir kemarin, emang gsxrr OP ? engga. Apa Mir nya OP ? engga wkwkw
luck itu kl 1 atau 2 seri. ini kan full season
dan suzuki and mir enggak buruk2 amat .. walau bukan the best
dan kondisi ini bisa di bilang langka, seperti hal nya leicester juara liga inggris
ini soal management tim. faktor davide brivio
yang simpel dulu deh
ngerti maksudnya OP ga ?
Pingin banget liat fabio naik motor selain yahaha, wabil khusus ducati atau aprillia. Yakin banget skill fabio bukan kaleng2, sayang disia2kan dimotor yang belum kompetitif.
Penasaran juga berapa lama m1 v4 bisa bersaing didepan sama motor2 juara.
Dia udah kehabisan referensi setup motor makanya bingung
Persis pecco
Pecco, mir, quartararo, Martin Juara dunia MotoGP yang N aja
Engga sepakat bang, terbukti taro bbrp sirkuit masih bisa bawa bapuk1 fastest lap. Taro di musim rookie nya malah dapat best rookie dibanding f.bagio yg naik motor bagus. Meski gw bukan fans taro, tapi gw masih percaya kalo dia salah satu yg punya bakat balap.
Uda tuker aja. Pecco sm fabio . Satu ke ducati satu ke yamaha utk 2027
Masih aja ada yg latah fomo,berharap seolah2 Toprak jadi alien penyelamat yamama,wkw dikira level MotoGP ringan kali ya,
mnurut saya sih, rins yg harus di depak, entah krna dia asal spain shingga kursinya sulit goyah.