TMCBlog.com – Sobat sekalian, jika kita bicara soal MV Agusta, yang terbayang pasti adalah “Motorcycle Art”—motor eksotis yang saking indahnya lebih sering dipajang di ruang tamu ketimbang dipacu di aspal. Namun, tahun 2025 kemarin bisa dibilang menjadi tahun yang cukup “bergejolak” bagi pabrikan asal Schiranna ini.
Bukan rahasia lagi kalau 2025 adalah tahun transisi. Angka penjualan global mereka sempat turun sekitar sepertiga, hanya menyentuh angka sedikit di atas 2.000 unit. Tapi jangan salah sangka dulu sob, di balik angka itu, ada pergerakan besar di balik layar untuk menyongsong tahun 2026. Mari kita bedah rencana bisnis mereka ala TMCBlog!
1. Lepas dari KTM: Kembali ke Tangan Timur Sardarov
Ini poin yang paling krusial. Setelah sempat menjalin kemitraan erat dengan KTM (Pierer Mobility AG), per Juni 2025 proses penjualan kembali saham mayoritas KTM ke pemilik sebelumnya, Timur Sardarov, telah tuntas.
Menariknya, sosok Hubert Trunkenpolz (huruf ‘T’ dalam singkatan KTM) tetap bertahan di jajaran direksi MV Agusta, namun ia sudah tidak memiliki fungsi eksekutif lagi di KTM. Jadi, beliau fokus mengurus MV secara independen. Di bawah komando Luca Martin, MV Agusta kini ingin berdiri di atas kaki sendiri namun tetap membawa standar profesionalisme yang sempat mereka pelajari saat bersama KTM.
2. Aftersales yang Lebih Serius (Bukan Sekadar Jualan)
Salah satu keluhan klasik motor eksotis adalah suku cadang yang sulit. Gianluca Maggiori (Head of Sales) menegaskan bahwa di 2026, MV Agusta akan meningkatkan level layanan mereka:
-
Garansi 5 Tahun: Sebuah langkah berani untuk membuktikan kualitas mesin mereka.
-
Logistik Cepat: Pengiriman sparepart kini dikawal langsung oleh DHL untuk memastikan distribusi lebih cepat ke seluruh dunia.
-
Update Tool Diagnostik: Meskipun saat ini masih menggunakan alat XC2 milik KTM, ke depannya MV akan bertransformasi ke sistem mandiri yang lebih canggih.
3. Proses Produksi: “Artisan” Bertemu “Kaizen”
Di pabrik legendaris mereka di Schiranna, MV Agusta menerapkan metode produksi yang unik. Mereka mengombinasikan sisi “Handmade/Artisan” yang selama ini jadi nilai jual utama, dengan sistem “Kaizen” (Toyota Production System) yang fokus pada efisiensi dan kualitas tanpa celah. Jadi, motornya tetap punya “jiwa” buatan tangan, tapi presisinya standar pabrikan raksasa.
4. Bintang Utama 2026: New Brutale 950!
Nah, ini yang paling ditunggu-tunggu sobat sekalian. Kabar panasnya, MV Agusta sudah menjadwalkan produksi Brutale 950 terbaru pada Juni 2026 dan akan mulai dikirim ke konsumen pada Juli 2026.
Stefano Campaci (Head of Marketing) membocorkan perubahan filosofi brand. Jika dulu mereka fokus pada motor yang “indah buat pajangan”, ke depannya mereka ingin fokus pada motor yang “enak banget buat dikendarai”.
“Kami tetap eksklusif, tapi kami ingin motor kami lebih sering terlihat di jalanan, bukan cuma di ruang tamu,” ungkapnya.
Strategi mereka akan terbagi dua:
-
Top-Tier Models: Tetap mempertahankan edisi kolektor yang super mahal.
-
Accessible Models: Menghadirkan model yang lebih terjangkau bagi lebih banyak pengendara (seperti seri Enduro Veloce), namun tetap dengan feel premium khas MV Agusta.
MV Agusta di 2026 bukan lagi sekadar jualan tampang. Dengan manajemen yang lebih mandiri, perbaikan sistem logistik, dan hadirnya Brutale 950 yang lebih rider-oriented, sepertinya “Art” dari Italia ini siap kembali bertaji di pasar motor premium global.
Kira-kira kalau Brutale 950 masuk Indonesia, berapa ya harga yang pantas menurut sobat semua? Silahkan tulis di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog






Jangan jangan mesin U5 mandek
Lebih seing liat ducati v4 dijalanan daripada mv agusta
Desainnya bukan untuk semua orang
sama Byson aj bodynya masih gedean Byson ini nakednya MV Agusta