Terkuak Lewat Paten Yamaha! Fungsi Asli “Downwash Duct” MotoGP Ternyata Untuk Ini, Sob!

TMCBlog.com – Halo Sobat sekalian, Gasspolll! Masih ingat kan pertama kali kita melihat bentuk aneh menggembung di bagian bawah fairing Ducati Desmosedici saat tes pramusim Qatar 2021? Waktu itu Michele Pirro, Jack Miller, dan Pecco Bagnaia yang pertama kali pakai. Bentuknya mirip corong atau saluran udara yang membuang angin ke bawah.

Nah, piranti yang sering kita sebut “Downwash Duct” atau terakir Ducati menyebutnya sebagai Corner Sidepods ini sekarang sudah jadi standar di grid MotoGP. Hampir semua pabrikan pakai (kecuali KTM yang lebih suka model internal/rata bodi).

Tapi, selama bertahun-tahun, fungsi pastinya masih jadi misteri “ilmu hitam” aerodinamika. Ada yang bilang buat bersihin dirty air (turbulensi) dari ban depan, ada yang bilang prinsip “tongkat ski”, macem-macem lah teorinya.

Namun, sebuah dokumen paten yang didaftarkan oleh Yamaha baru-baru ini sepertinya membuka tabir misteri tersebut. Dan tebak apa? Penjelasannya cukup mengejutkan dan (awalnya) terdengar sangat tidak “Racing”. Cekidot penjelasannya!

Penjelasan Paten Yamaha: Demi “Bernafas” Lebih Lega!

Dalam dokumen setebal 20 halaman tersebut, Yamaha menjelaskan penerapan teknologi ini untuk motor produksi massal. Anehnya, Ducati sebagai pelopor malah belum mematenkan ini (mungkin biar rahasianya nggak bocor kali ya?).

Menurut Yamaha, fungsi utama dari guide element atau Downwash Duct ini adalah: Meningkatkan Efisiensi Pendinginan Radiator.

Lho, kok bisa? Sambil lihat gambar di bawah ini, cek Begini penjelasan teknisnya Sob:

  1. Struktur: Motor memiliki radiator (penukar panas) di balik fairing samping. Di bagian fairing tersebut ada lubang pembuangan udara panas (A2) (exhaust port). Nah, Downwash Duct ini dipasang di bagian luar fairing, tepat di depan lubang pembuangan tersebut.

  2. Prinsip Kerja (Bernoulli Effect): Bentuk duct ini menonjol ke luar dan memanjang ke depan. Saat motor melaju, udara (A7) yang menabrak dan mengalir melewati permukaan luar duct ini akan memiliki kecepatan tinggi.

  3. Ekstraksi Udara Panas: Sesuai prinsip fluida dinamis, udara yang bergerak cepat akan menciptakan tekanan rendah (Low Pressure) di sekitarnya. Tekanan rendah di sisi luar fairing ini akan “menyedot” udara panas (A2) yang terjebak di area radiator (yang bertekanan lebih tinggi) untuk keluar lebih cepat melalui lubang pembuangan.

  4. Keuntungan Ganda:

    • Pendinginan lebih baik: Sirkulasi udara di radiator jadi lancar, mesin lebih adem.

    • Radiator Bisa Lebih Gede: Karena duct-nya ada di luar, insinyur tidak perlu pusing mikirin ruang sempit di dalam fairing. Radiator bisa dibuat lebih besar tanpa mentok sana-sini.

Dalam patennya tertulis: “Kecepatan udara yang mengalir di sepanjang permukaan luar ini relatif tinggi, yang mengurangi tekanan pada lubang pembuangan udara… Ini memfasilitasi evakuasi udara, sehingga meningkatkan aliran udara melalui penukar panas.”

Benarkah Cuma Buat Pendinginan? (Edisi Skepsi)

Nah, di sini letak menariknya, Sob. Yamaha dalam patennya bersikeras ini soal pendinginan oli dan air radiator. Di dalam duct-nya bahkan ada guiding plate untuk meluruskan aliran udara biar drag-nya minim.

TAPI… mari kita lihat fakta di lapangan pada Yamaha YZR-M1.

Sejak 2024, Yamaha M1 sudah pakai Downwash Duct ini di fairing samping. Tapi anehnya, di motor M1 (termasuk versi tes terbaru), TIDAK ADA lubang pembuangan udara panas di area di mana duct itu berada! Jadi, apa yang mau didinginkan kalau lubangnya saja nggak ada di situ?

Kondisi ini mengingatkan kita pada kasus “Spoon” (Sendok) Swingarm Ducati beberapa tahun lalu. Saat itu Gigi Dall’Igna bersikeras di depan FIM Court bahwa sendok itu fungsinya buat mendinginkan ban belakang. Padahal semua orang tahu (dan data membuktikan) itu menghasilkan Downforce. Tapi karena regulasi Aero body saat itu melarang tambahan aero buat downforce di area itu, alasan “pendinginan” lah yang dipakai biar legal.

Apakah Yamaha melakukan hal serupa? Menggunakan alasan “pendinginan” di paten untuk menutupi fungsi asli aerodinamikanya? Bisa jadi fungsi aslinya di MotoGP tetap untuk menciptakan Ground Effect saat menikung, atau memanipulasi wake (jejak turbulensi) agar tidak mengganggu grip ban belakang.

Jadi kesimpulannya:

  1. Secara teori fisika (di atas kertas paten), alat ini sah berfungsi sebagai ekstraktor panas yang efisien.

  2. Secara aplikasi balap (di M1 MotoGP), sepertinya ada fungsi Aerodinamika / Downforce tersembunyi yang “nebeng” bentuk desain ini.

Gimana menurutmu Sob? Apakah ini murni cooling system atau atau Cooling system yang dipatenkan hanyalah Bonus dari fungsi Utama Downwash Duct Yakni menciptakan Ground-effect ?  Silahkan dikunyah-kunyah…

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

7 COMMENTS

  1. Didalam pabrikan memang dibutuhkan seorang penulis cerita yg handal untuk hal2 spt ini…wkwkwk bukan melulu di isi enginer..tp perlu seorang penulis cerita..hahaha

  2. Kayanya tujuan awal tetep downforce, tapi kemudian mereka nemu efek samping pendinginan jadilah dipatenkan untuk pendinginan

  3. Printilan seperti ini kok bisa ngefek ya. Pantesan pabrikan jepang menyepelekan aero selama beberapa musim.

  4. Sendok arm dulunya malah M1 yg duluan pake khusus wet race untuk membantu manajemen suhu ban belakang, agar suhu ban tetep di kondisi optimal. Dan ketika dry-race, sendok armnya di ganti hugger biasa.

    Namun cerita berubah ketika Desmo Ducati mengadopsi sendok arm itu di semua race baik dry dan wet. Gegerlah dunia karena Ducati terindikasi memanfaatkannya buat efek downforce

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP