Kayaknya Gigi Dall’Igna Tertarik Gaet Pedro Acosta

TMCBLOG.com – Jagad MotoGP kembali memanas tepat di awal tahun 2026 ini. Setelah acara peluncuran tim di Madonna di Campiglio, ada satu pernyataan menarik yang keluar dari mulut “Sang Profesor” Ducati, Luigi (Gigi) Dall’Igna. Lewat wawancaranya dengan Motosprint, Gigi sempat bermain “fanta-mercato” alias pasar transfer khayalan yang sukses bikin geger para pengamat.

Bayangkan sobat, Gigi Dall’Igna secara terang-terangan menyebut satu nama yang bikin dia penasaran: Pedro Acosta! Mari kita bedah bareng-bareng apa maksud di balik pernyataan ini.

“Kalau Ada Motor Ketiga, Saya Kasih ke Pedro Acosta”

Kalimat di atas keluar saat Gigi ditanya mengenai siapa rider yang paling membuatnya tertarik di luar line-up Ducati saat ini. Secara jujur dan sedikit bernada canda, Gigi menjawab bahwa jika seandainya dia punya “motor ketiga” di tim pabrikan, dia tanpa ragu akan memberikannya kepada si “Hiu Mazarrón,” Pedro Acosta.

Ini menarik, Sob. Kita tahu Acosta adalah aset paling berharga milik KTM saat ini. Namun, pengakuan dari seorang otak di balik dominasi Desmosedici ini menunjukkan bahwa talenta Acosta memang diakui lintas pabrikan. Gigi melihat Acosta bukan sekadar pembalap cepat, tapi pembalap yang punya “sesuatu” yang cocok dengan filosofi pengembangan motornya.

Fokus Utama: Memperbaiki Pecco Bagnaia

Meskipun sempat berandai-andai soal Acosta, Gigi tetap membumi soal realita di dalam box Ducati. Fokus utamanya untuk musim 2026 ini adalah mengembalikan performa Pecco Bagnaia ke level tertingginya.

Gigi mengakui bahwa musim 2025 lalu bukan musim yang mudah buat Pecco. Ada pasang surut yang cukup kontras—di satu balapan tampil “stratosferik” (luar biasa), tapi di balapan lain justru kesulitan.

“Kami semua berada di kapal yang sama. Saya tidak suka menyalahkan satu pihak. Jika performa kurang, itu adalah kombinasi dari banyak hal, bukan satu masalah makro saja,” ujar Gigi.

Gigi menekankan bahwa prioritas Borgo Panigale saat ini adalah memperbaharui kontrak sang juara dunia dan memastikan stabilitas tim sebelum regulasi baru 2027 diterapkan.

Kode atau Sekadar Pujian?

Biasanya, kalau Gigi sudah mulai memuji pembalap dari pabrikan lain, itu ada dua kemungkinan:

  1. Psy-war: Memberikan tekanan mental kepada rival (KTM) bahwa bintang mereka sedang dipantau.

  2. Investasi Masa Depan: Mengingat regulasi 2027 akan segera datang, Ducati butuh “darah muda” yang lapar kemenangan untuk transisi mesin baru.

Jujurly, melihat gaya balap Acosta yang agresif namun teknis, memang sepertinya akan sangat match dengan karakter Desmosedici yang sekarang makin user-friendly. Tapi ya itu tadi, status Acosta sebagai “anak emas” KTM tentu jadi tembok besar bagi Ducati.

Gigi Dall’Igna tetaplah Gigi yang kita kenal—selalu jujur terhadap talenta hebat, tapi tetap fokus pada pengembangan teknis internal. Pernyataan soal Acosta ini seolah jadi sinyal bahwa radar Ducati selalu menyala untuk siapa pun pembalap terbaik di grid.

Gimana menurut sobat sekalian? Cocok nggak kalau suatu saat nanti kita lihat Pedro Acosta pakai wearpack merah Borgo Panigale? Atau sobat lebih setuju Pecco tetap jadi ujung tombak tunggal Ducati? Silahkan tulis di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

12 COMMENTS

  1. Menarik sih, apakah semisal di tim satelit, bakal kek Marc di 2024 yang sering start di baris tengah tapi finish di podium, meski beberapa kali Crash.

  2. udah ada rumor 2027 duk akan beralih ke red bull karena 2 pembalapnya marq dan acosta akan ke duk . menjadi tim red bull duk dengan uang sponsor besar membiayai kedua pembalap tsb …apalagi redbull austria dan duk punya audi jerman

  3. Kontrak Marquez untuk 2027 udah 9 dari 10. Analisis ngawur aja nih ya, kontrak Pecco diulur sampe pertengahan musim 2026 karena lihat performa. Klo Pecco bagus mungkin dikasih kontrak 1 tahun, jadi Acosta bakal ke Ducati di 2028. Tapi klo Pecco jeblok tahun ini, mungkin beneran Marquez+Acosta di 2027.

  4. panas saudaraku 🔥

    kalo boleh milih antara Martin atau Pecco, ya Pecco lah ya.

    Masalahnya sekarang Acosta atau Pecco. Waduhhhh ini nih

  5. Nasib pecco mendadak di ujung tanduk. Mendingan pindah ke hon da saja. Meskipun motor medioker, tapi gaji oke.

    • Pertanyaannya onda mau ga nampung pembalap macam pecco yg bawa motor juara aja kaya gitu apalagi bawa motor medioker?

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP