Geger Bus Wisata di Aspal Mandalika, Ternyata Ini Alasan MGPA Melakukannya!

TMCBLOG.com – Baru-baru ini jagad maya sempat diramaikan oleh potongan video dan foto yang memperlihatkan bus wisata melintas di aspal mulus Pertamina Mandalika International Circuit. Sontak, hal ini memicu perdebatan di kalangan netizen dan pecinta motorsport. Banyak yang bertanya, “Kok bisa bus masuk sirkuit Grade A?” atau “Apakah ini tidak merusak aspal dan membahayakan?”

Menanggapi keriuhan tersebut, MGPA (Mandalika Grand Prix Association) selaku pengelola sirkuit akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi yang sangat komprehensif. Mari kita bedah faktanya satu per satu agar tidak terjadi salah paham, Sob!

Bukan Eksperimen, Tapi “Circuit Safari” Standar Global

Ternyata, aktivitas bus yang masuk ke lintasan itu bukan sebuah ketidaksengajaan atau pelanggaran prosedur. Menurut Muhammad Awallutfi Andhika Putra, Manager Track & Motorsport Sirkuit Mandalika, praktik ini dikenal secara internasional dengan istilah “Circuit Safari”.

Mungkin bagi sobat yang sering memantau ajang balap Super GT di Jepang, pemandangan ini sudah tidak asing lagi. Di sana, tamu VIP atau penonton yang beruntung diajak berkeliling lintasan menggunakan bus berukuran besar untuk merasakan langsung sensasi tikungan dan karakter sirkuit.

“Di berbagai sirkuit dunia, program ini bahkan kerap dilakukan bersamaan dengan sesi warm-up mobil balap seperti GT500 dan GT300. Apa yang dilakukan di Mandalika berada dalam koridor praktik global tersebut,” jelas Andhika.

Keamanan yang Terkontrol dan Terukur

Pertanyaan besar berikutnya tentu soal keamanan. MGPA menegaskan bahwa aktivitas ini tidak dilakukan sembarangan. Ada beberapa poin penting yang menjamin prosedur ini tetap aman bagi sirkuit maupun penumpang bus:

  • Pengaturan Kecepatan: Bus bergerak dalam kecepatan rendah yang sudah ditentukan.

  • Pengawasan Ketat: Setiap pergerakan bus dipantau secara menyeluruh oleh tim pengawas lintasan.

  • Kajian Teknis: Lintasan balap kelas dunia memang dirancang untuk mampu mendukung berbagai jenis kendaraan selama mengikuti prosedur keselamatan yang benar.

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA, menambahkan bahwa setiap kegiatan yang berlangsung di Mandalika, termasuk program wisata ini, selalu melalui perencanaan profesional di bawah supervisi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Mandalika Sebagai Destinasi “Sport Tourism” Sepanjang Tahun

Langkah ini sebenarnya merupakan bagian dari strategi MGPA untuk menjadikan Mandalika bukan hanya sebagai tempat balapan setahun sekali (seperti MotoGP atau WSBK), melainkan sebagai destinasi Sport Tourism yang aktif sepanjang tahun.

Dengan adanya program seperti ini, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman edukatif:

  1. Mengenal lebih dekat karakter tikungan ikonik seperti Turn 10 atau Turn 16.

  2. Melihat langsung kualitas aspal dan fasilitas sirkuit dari sudut pandang pembalap.

  3. Meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Kuta, Lombok.

TMCBlog melihat langkah MGPA untuk memberikan klarifikasi ini sangat tepat. Di era media sosial, sebuah visual tanpa konteks seringkali disalahartikan. Dengan merujuk pada standar internasional seperti di Jepang (Super GT), MGPA ingin menegaskan bahwa Mandalika dikelola dengan kiblat sirkuit-sirkuit top dunia lainnya.

Jadi, buat sobat yang kemarin sempat khawatir, tenang saja. Bus tersebut masuk secara legal, terencana, dan aman. Ini justru merupakan cara unik bagi masyarakat umum untuk bisa menikmati kemegahan sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut tanpa harus menjadi pembalap profesional.

Gimana menurut sobat sekalian? Tertarik nggak merasakan sensasi “Circuit Safari” naik bus di tikungan-tikungan tajam Mandalika? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar!

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

11 COMMENTS

  1. Jadi bayangin bus cebong jaya jurusan purwokerto-wonosobo digaspol di Mandalika, semua penumpang pakai racing suit, helm, safety belt, plus pengaman berupa airbag, kayaknya bakal asyik tuh

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP