TMCBlog.com – Mas Bro sekalian, ada sebuah pemandangan yang terasa “hambar” saat kita melihat grid WorldSBK musim 2026 ini. Jika biasanya mata kita langsung tertangkap oleh siluet hitam-hijau dengan logo cakar garang, kini kita harus mulai terbiasa melihat tim balap seperti Aruba.it Ducati tanpa dukungan Monster Energy. Ya, sang raksasa minuman energi ini sepertinya resmi menarik diri dari panggung WorldSBK (WSBK) mulai musim 2026 ini.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah “si cakar” sudah tidak haus lagi akan adrenalin motor produksi massal? Mari kita bedah dengan kacamata bisnis dan marketing yang sedikit menggelitik.
Pilihan R.O.I: Cinta Itu Butuh Biaya, Bisnis Butuh Laba
Dalam dunia korporasi, tidak ada yang namanya “setia sampai mati” kalau angka-angka di laporan akhir tahun menunjukkan grafik yang layu. Ini murni soal ROI (Return on Investment). Monster Energy melihat bahwa untuk mencapai target audiens yang lebih masif, mereka harus memilih medan tempur yang lebih strategis.
Di tahun 2026 ini, Monster Energy terlihat “all-in” di kejuaraan SMX (SuperMotocross) World Championship dengan kontrak fantastis berdurasi lima tahun. Kenapa? Karena di Amerika Serikat, pasar utama minuman energi, Supercross adalah raja. Penjualan minuman kaleng di sana jauh lebih kencang daripada sekadar melihat motor superbike berputar-putar di sirkuit yang penontonnya mungkin lebih suka minum kopi atau teh.
MotoGP Tetap Jadi “Anak Emas”
Lalu kenapa di MotoGP mereka masih bertahan dengan Yamaha? Jawabannya sederhana: Gengsi Global. MotoGP adalah etalase teknologi dunia. Meski biaya sponsorship-nya jauh lebih mahal, namun jangkauan siarannya mencapai miliaran pasang mata di seluruh penjuru bumi.
Bagi Monster Energy, WorldSBK mungkin dirasa sudah mencapai titik jenuh secara marketing. Apalagi dengan perubahan identitas tim Kawasaki yang kini bertransformasi menjadi Bimota by Kawasaki Racing Team. Mungkin saja, bagi tim legal and marketing Monster Energy, melakukan re-branding, re-juvenating, atau malah menyesuaikan citra dengan merk eksklusif seperti Bimota dianggap tidak se-linear dulu saat mereka masih “mesra” dengan Ninja.
Marketing Shift: Gen-Z Lebih Suka “Chaos” Ketimbang “Clean”
Ada tren menarik di mana sponsor besar mulai beralih ke ajang yang lebih lifestyle dan action-oriented. Kejuaraan seperti SMX atau bahkan kolaborasi dengan influencer otomotif kadang memberikan dampak penjualan yang lebih instan dibandingkan menempel stiker di fairing motor balap selama satu musim penuh.
Monster Energy sepertinya sedang melakukan pembersihan portofolio. Mereka ingin logo cakarnya ada di tempat yang paling banyak menciptakan noise. Di WorldSBK, dominasi merk lain atau mungkin pergeseran demografi penonton membuat mereka merasa: “Oke, cukup sepuluh tahun lebih kita di sini, saatnya cari mangsa baru.”
So? Mundurnya Monster Energy bukan berarti WorldSBK tidak menarik, tapi lebih karena strategi bisnis yang menuntut efisiensi. Seperti kata pepatah lama di dunia balap: “Cara paling cepat untuk jadi jutawan di balapan adalah dengan memulainya sebagai miliarder.” Monster memilih untuk tetap jadi miliarder dengan memindahkan uangnya ke tempat yang lebih menghasilkan “cuan”.
Tanpa Monster, kini beban ada di pundak penyelenggara untuk mencari sponsor yang tidak kalah ikonik. Kalau menurut Mas Bro, siapa nih yang cocok menggantikan logo cakar di motor-motor kencang WorldSBK? Apakah merk minuman energi lokal kita berani “Go International”? Silahkan dikomentari dan semoga bermanfaat!
Taufik of BuitenZorg |@tmcblogÂ





Saatnya uang kratingdaeng beraksi
Kuku bima energi,………rosa !!!
superbike lebih cocok untuk medan RnD motor jalan raya, sponsor yg mungkin cocok ya sparepart/aksesoris2 after market yg biasa ada dibengkel2 modifikasi. jadi bukan hanya nempel nama tp juga jualan produk
Inter Biru Kawasaki sepertinya menarik
Mayora
Gooo ngemil!
Roma kelapa Yamaha racing
Tolak angin atau Antangin. lebih sesuai dg kehidupan biker
Saatnya top coffee,kapal api go internasional
Soalnya pernah denger survey luar negeri kalo gen z sekarang mabok2an pun udah dianggap ga keren sama mereka ,mereka lebih suka gaya hidup sehat atau ngopi di cafe
desain moncong aruba mirip motor lain ya
gak lah, kan V4R baru emang gitu
Sponsor lokal ngapain di suruh ke WSBK?
Tayang di tv lokal juga ngga ini WSBK.
Race di sirkuit lokal juga udah nggak.
Jadi exposure apa yg di harapkan?
pindah ke main sponsor event UCI-Downhill wak haji..
Nah itu wak kaji sudah ngasih clue klo penonton nya cuma minum teh dan kopi. Yuk, teh pucuk, sosro segerakan.
Kiranti ato M Kapsul mungkin jozz..
Font kuning background putih kurang enak bacanya wak
KOPI LIONG!!!
Nah ini, juara!!!
efisiensi atau mau all in ke ducati yg dilirim redbull nih? hehe
dilirik*
Extra joss dan kuku bima energy cocok