TMCBLOG.com – Sobat sekalian, hari Jumat 30 Januari 2026, sebuah sejarah baru saja tertulis di kancah MotoGP. Jika selama puluhan tahun kita mengenal Tech3 sebagai tim satelit paling loyal milik Hervé Poncharal, maka mulai hari ini, struktur kepemilikan tim asal Prancis tersebut resmi berganti total.
Gak main-main Sob, Tech3 kini dikuasai oleh konsorsium kelas berat yang melibatkan IKON Capital, Bolt Ventures, dan Main Street Advisors. Dan yang paling bikin geger jagat balap: Guenther Steiner resmi menjabat sebagai CEO!
Guenther Steiner: Dari Paddock F1 ke Pucuk Pimpinan MotoGP
Ini adalah plot twist paling menarik. Guenther Steiner, mantan Team Principal F1 yang namanya meledak lewat serial Drive to Survive, kini memimpin proyek Red Bull KTM Tech3.
Steiner tidak datang sendirian. Ia membawa gerbong investor yang punya profil sangat mentereng di dunia olahraga Amerika Serikat:
-
David Blitzer (Bolt Ventures): Orang pertama yang punya saham di lima liga besar AS (NBA, NHL, NFL, MLB, dan MLS). Dia adalah pakar dalam hal hak siar dan manajemen liga.
-
Main Street Advisors: Grup yang dipimpin Paul Wachter ini punya koneksi kuat dengan atlet papan atas dunia dan industri hiburan global.
-
Pierre Gasly: Menariknya, pembalap F1 asal Prancis ini juga masuk dalam daftar investor melalui grup TRAIL SLAM.
Strategi “American Style” di MotoGP
Sobat sekalian, akuisisi ini bukan sekadar urusan beli tim balap. Ini adalah sinyal bahwa MotoGP sedang bersiap untuk “meledak” secara global, mengikuti jejak Formula 1.
Masuknya Liberty Media sebagai pemilik MotoGP tahun lalu adalah magnet utamanya. Investor AS melihat MotoGP sebagai “harta karun” yang belum digarap maksimal. Dengan Tech3 sebagai pionir, mereka ingin mengubah tim balap menjadi sebuah franchise olahraga yang punya nilai komersial tinggi, bukan sekadar tim yang balapan tiap hari Minggu.
Apa saja yang akan berubah di Tech3?
-
Infrastruktur Komersial: Akan jauh lebih profesional dan agresif dalam mencari sponsor global.
-
Fan Engagement: Pendekatan ke fans (terutama di Amerika dan Asia) akan dibuat lebih lifestyle-driven dan modern.
-
Performa Sportif: Dengan kucuran dana baru, Tech3 diposisikan untuk tidak lagi sekadar jadi “tim pengembang” pembalap muda, tapi jadi penantang serius di barisan depan.
Warisan Hervé Poncharal dan Masa Depan KTM
Meskipun kepemilikan berpindah, Guenther Steiner menegaskan komitmennya untuk menjaga heritage atau warisan yang sudah dibangun oleh Hervé Poncharal. Hervé sendiri mendapatkan apresiasi luar biasa atas dedikasinya selama ini.
Status Tech3 sebagai tim satelit utama KTM juga tampaknya tetap aman, namun dengan manajemen baru ini, Tech3 punya posisi tawar yang lebih kuat. Mereka bukan lagi sekadar “penyewa motor”, tapi sebuah entitas bisnis yang sangat mandiri dan kuat secara finansial.
Sobat, Masuknya modal raksasa ke Tech3 melengkapi kepingan puzzle modernisasi MotoGP. Kehadiran sosok seperti David Blitzer dan Guenther Steiner adalah bukti bahwa MotoGP kini dipandang sejajar dengan liga olahraga elit dunia lainnya. Tech3 kini bukan lagi tim “kecil” dari Bormes-les-Mimosas, melainkan sebuah kekuatan global yang berbasis di paddock MotoGP.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





“American Style”
Membayangkan MotoGP akan ada timeout dan pakai sirkuit oval ala Nascar
Tech3 era baru dimulai, mari kita saksikan transformasi nya jadi tim gede bagaimana nanti
Bakal banyak drama dan entertaintmentnya