Aleix Espargaro Tutup Shakedown Test MotoGP Sepang 2026 sebagai yang Tercepat

TMCBLOG.com – Sobat sekalian, hari ketiga sekaligus hari pamungkas dari sesi Shakedown Test MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, telah usai. Jika di dua hari pertama kita melihat para rookie masih meraba-raba aspal dan para test rider sibuk melakukan debugging sistem, hari Sabtu ini tensi mulai naik. Dan hasilnya? Sebuah kejutan yang cukup menyenangkan bagi para penggemar sayap tunggal.

Ya, di tengah panas teriknya Sepang yang menyengat aspal, Aleix Espargaro, sang veteran yang kini mengemban tugas krusial sebagai ujung tombak tim penguji Honda (HRC), berhasil mencatatkan waktu tercepat!

Lagu Angsa Era 1000cc: HRC All Out?

Seperti yang kita tahu, musim 2026 ini adalah musim yang unik. Ini adalah tahun terakhir sebelum kita beralih ke regulasi baru 850cc di tahun 2027. Artinya, motor-motor yang kita lihat di Sepang saat ini adalah evolusi terakhir, puncak pengembangan, atau bisa dibilang “Lagu Angsa” (Swan Song) dari era monster 1000cc.

Dan sepertinya, HRC tidak ingin menutup era ini dengan kepala tertunduk.

Aleix Espargaro, dengan segudang pengalamannya mengembangkan Aprilia RS-GP dari motor papan bawah menjadi penantang gelar, sepertinya langsung “nyetel” dengan Honda RC213V versi 2026. Catatan waktu yang ia torehkan cukup impresif untuk ukuran sesi Shakedown di mana kondisi trek belum sepenuhnya optimal karetnya.

Yang menarik untuk dianalisis lebih dalam—dan ini khas TMCBlog banget—adalah apa yang membuat Aleix bisa kencang? Dari pengamatan visual di pinggir trek dan foto-foto yang beredar, RC213V 2026 yang digeber Aleix terlihat membawa paket aerodinamika yang kembali direvisi secara masif.

Tampaknya HRC masih berjuang keras mengatasi masalah klasik mereka: rear grip (daya cengkeram ban belakang) saat keluar tikungan dan turning (kemampuan motor untuk berbelok). Fairing samping terlihat memiliki saluran udara yang lebih kompleks, mengindikasikan upaya lebih ekstrem untuk menciptakan ground effect demi menekan motor ke aspal. Aleix yang dikenal sebagai pembalap yang sangat sensitif terhadap perubahan sasis dan aero, tampaknya memberikan feedback positif lewat catatan waktunya.

Apakah ini sinyal kebangkitan Honda di tahun terakhir era 1000cc? Masih terlalu dini, sob. Ini baru Shakedown. Tapi setidaknya, ada setitik cahaya terang di ujung terowongan gelap yang dialami HRC beberapa tahun terakhir.

Bagaimana Pabrikan Lain?

Tentu saja, Aleix tidak sendirian. Di belakangnya, selisih waktu sangat ketat.

KTM dengan test rider andalan mereka (Dani Pedrosa atau Pol Espargaro yang juga hadir) terus menunjukkan konsistensi. RC16 terlihat sudah sangat matang dan siap tempur. Mereka tidak mencari time attack gila-gilaan, tapi ritme balap mereka konsisten menakutkan.

Yamaha juga terus bekerja keras. Dengan konsesi yang masih mereka pegang, mereka mencoba berbagai konfigurasi mesin dan aero fairing untuk mencari keseimbangan antara top speed, karakter penyaluran tenaga yang halus khas Yamaha dengan Downforce yang balance.

Ducati? Seperti biasa, sang raja MotoGP beberapa tahun terakhir ini terlihat santai. Michele Pirro hanya bertugas memvalidasi data dasar sebelum Pecco Bagnaia dan Marc Marquez turun gunung di tes resmi nanti. Mereka tidak perlu pamer kekuatan di Shakedown.

Progres Para Rookie

Hari ketiga juga menjadi ajang pembuktian bagi para rookie MotoGP 2026. Setelah dua hari beradaptasi dengan tenaga monster 1000cc dan rem karbon yang pakemnya minta ampun, hari ini mereka mulai berani menekan. Gap waktu mereka dengan para test rider senior mulai terpangkas. Ini modal penting sebelum mereka “dilepas ke kandang macan” bersama para pembalap reguler di tes resmi minggu depan.

Kesimpulan Shakedown

Sobat sekalian, hasil hari ke-3 ini memberikan kita gambaran awal yang menarik. Aleix Espargaro dan Honda memberikan kejutan di “last dance” era 1000cc. Namun, Shakedown tetaplah Shakedown. Banyak tim masih menyembunyikan kartu as mereka.

Peta kekuatan sesungguhnya baru akan mulai terlihat saat tes resmi pra-musim dimulai beberapa hari lagi di sirkuit yang sama, di mana semua pembalap utama akan hadir. Apakah kecepatan Aleix ini bisa direplikasi oleh Joan Mir dan Luca Marini? Itu pertanyaan besarnya. Stay tuned di TMCBlog, kita akan bedah terus teknis MotoGP 2026!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

HASIL hari ke-3 Shakedown test MotoGP 2026 – Sepang

  1. Aleix Espargaro (Honda HRC Test Team) 1’57″173
  2. Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing) 1’57″299
  3. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) 1’57″690
  4. Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) 1’57″892
  5. Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) 1’58″094
  6. Diogo Moreira (Pro Honda LCR) 1’58″338
  7. Dani Pedrosa (Red Bull KTM Factory Racing) 1’58″464
  8. Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha MotoGP) 1’58″465
  9. Michele Pirro (Ducati Lenovo Team) 1’58″899
  10. Lorenzo Savadori (Aprilia Racing) 1’58″948
  11. Mika Kallio (Red Bull KTM Factory Racing) 1’59″807
  12. Andrea Dovizioso (Yamaha Factory Racing Test Team) 2’00″162

12 COMMENTS

  1. Wkwkw lulusan moto2 emang gak obat😁,pemuja balap masprod mulai asam kecut,gak belajar dari fakta data masa lalu

  2. Kayaknya quartararo nyengir2 sendiri dibalik helm “keknya gw ga salah nih pilih tunggangan tahun depan”

    • Dan di balik helm toprak after 2nd ride test : “ya elah,pantes aja rider yg udh test nie engine V4 yamaha pada masem muka nya” ✌🙏✌🤦‍♂️

  3. Masih belum bisa jadi patokan emang kalo untuk laptime rookie, meskipun di rookie nya Acosta ya dia emang kenceng. Ditambah untuk Tester Ducati dan Aprilia lebih fokus ngetest perangkat daripada ngejar laptime, tahu sendiri lah Savadori seberapa kencengnya. Yamaha apakah gak ada tester dari Jepangnya? Kalo Honda kan emang selang seling biasanya antara Aleix sama Nakagami. Kalo menurutku tolak ukur yang bisa dilihat ya laptime dari Honda dan KTM, karena kalo Yamaha menurutku masih terlalu wajar bisa kencang di Sepang karena ya ini sirkuit harusnya cocok buat yamaha buat ngejar kenceng di tikungan.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP