TMCBLOG.com – Setelah kita bahas soal drama “delay” kontrak Marc Marquez, kali ini kita geser fokus ke garasi sebelah, tepatnya ke sang Juara Dunia dua kali, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Di hari terakhir tes pramusim Buriram 2026, Pecco memberikan sinyal kuat bahwa ia telah menemukan kembali “jiwa” yang sempat hilang di musim lalu.
Meskipun tahun 2026 ini akan menjadi musim terakhirnya bersama Ducati sebelum pindah ke Aprilia, Pecco tampaknya ingin pergi dengan kepala tegak. Mari kita kunyah-kunyah curhatan Pecco mengenai impresi GP26-nya.
1. Speed yang Cepat di Pagi Hari
Pecco langsung tancap gas di sesi pagi Hari ke-2 tes Buriram. Ia berhasil mencatatkan waktu 1:28,883. Angka ini gila, Sob, karena hanya terpaut tipis (kurang dari 0,2 detik) dari rekor lap miliknya sendiri di tahun 2024 (1:28,700).
Meski kemudian catatan waktu ini dipatahkan tipis oleh Marc Marquez (1:28,836), Pecco terlihat tidak terlalu ambil pusing. Baginya, lap time satu putaran bukan prioritas utama di hari terakhir ini.
Marc Marquez torehkan 1:28,836. Menurut saya memang sengaja dipush sama dia, mungkin agak ‘panas’ setelah Pecco torehkan 1:28,883. Cek progress Marc Menuju laptime itu ; agak ‘random ‘ dan terlihat banget Push( beda sama progress pecco ) . . Marc nggak mau Lebih pelan dari Pecco pic.twitter.com/0hnTkAQgkY
— tmcblog (@motoupdate) February 22, 2026
Mengenai hal ini ada perbedaan pendekatan antara Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. tmcblog sudah mendiskusikannya di X silahkan sobat ikut berkomentar di sana Yaa
2. Fokus pada Race Pace dan Kendala Teknis
Di sesi sore, strategi Pecco berubah total. Ia tidak ikut-ikutan melakukan time attack seperti yang dilakukan duet Aprilia (Bezzecchi dan Ogura). Pecco lebih memilih fokus mencari ritme balap (race pace) dengan ban bekas, konsisten di angka 1 menit 30 detik kecil.
Sayangnya, rencana simulasi balapnya sedikit terganggu. Pecco mengaku ada kendala teknis yang membuatnya hanya bisa melahap 18 lap di sore hari. Namun, ia tetap santai: “Lebih baik masalahnya muncul sekarang di tes, daripada pas akhir pekan balapan nanti,” ujarnya bijak.
3. Sensasi yang selama ini ia cari
Ini adalah poin paling krusial. Pecco secara terang-terangan menyebut bahwa Ducati GP26 memberikan sensasi yang selama ini ia cari. Temen-temen pasti ingat, tahun lalu dengan GP25, Pecco sempat “tersesat” dan kesulitan mengendalikan motor, terutama di sirkuit seperti Buriram.
“Tahun lalu saya kesulitan sejak awal. Selama tes ini, kami bekerja keras pada gaya balap baru dan memahami motor. Saya rasa kami sudah melangkah maju,” ungkap Pecco.
Beberapa poin evaluasi Pecco terhadap GP26:
-
Feeling Pengereman: Ia merasa jauh lebih baik, namun masih mencari konsistensi saat masuk tikungan (corner entry).
-
Masalah Vibrasi: Terkadang motor masih bergetar saat pengereman berulang (repetitive braking).
-
Corner Speed: GP26 terasa lebih cepat di tengah tikungan, sehingga menuntut Pecco untuk sedikit mengubah gaya balapnya agar lebih konsisten.
“The Last Dance” yang Emosional?
Ada hal menarik di sini. Pecco sudah dipastikan akan meninggalkan Ducati dan merapat ke Aprilia pada akhir tahun 2026. Namun, justru saat ia sudah “berpamitan”, Ducati malah memberikan motor yang sangat ia sukai karakternya.
Ini bisa jadi pedang bermata dua bagi Ducati. Di satu sisi, mereka punya motor pemenang di tangan pembalap hebat. Di sisi lain, jika Pecco berhasil tampil dominan dan meraih gelar juara dunia lagi dengan GP26 sebelum pindah ke rival, tentu akan menjadi cerita “perpisahan” yang sangat ikonik sekaligus menyesakkan bagi publik Bologna. . . Hmm Apakah No#1 di Ducati akan kembali dipakai Aprilia Buat 2027 . . DeJA Vu dong kalo itu terjadi hehe
Pecco sepertinya ingin membuktikan bahwa ia belum “habis” dan siap bertarung habis-habisan dengan rekan setimnya, Marc Marquez, di musim terakhirnya bersama Pabrikan Borgo Panigale ini.
Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog




Lalu 2027 pergi
Kalau 2026 pecco bisa perform apik, malah keren sekali. Biar ke depan ducati ndak merasa jumawa sebagai tim grade A di padok.
Kan udah kejadian taun 2025.
Fans Martin bilang gitu juga.
Sabar, race nya belom mulai.
plot twist nya: bagnia juara dunia 2026 trus 2027 pindah ke aprilia..
jadi pasukan sakit hati lagi
pecco bilang gp26 lebih baik, lebih baik dalam artian kesesuaian dengan gaya balapnya.. kalo dalam angka2 msh blm bisa bilang..
side profile sama doubel profile di head ga dicoba lagi ?
Keren sekali jika bisa mjd #1 kemudian pamitan ke motor lawan
Kok gw ada feeling musim ini marc bakal cedera cukup panjang ya…semoga tidak sih
Tahunya Pecco nih seperti di F1 tahunya Ferrari semoga tiffosi tahun ini seneng semua sekalian juara pildunya Italy? Eh Italy lolos Pildun gak sih tahun ini?
Tenang …balapan belum di mulai tapi sudah ngarep yakin peco juara dunia ….juara dunia motogp itu tidak semudah itu ferguso ….serinya banyak , pesaingnya banyak , belum lagi nasib sial …..tahun lalu di awal2 juga mana ada yang nyangka peco akan kesulitan dan mana yang nyangka marq juara …nanti setengah musim balap baru bisa meraba2