Kupas Fungsi Winglet Buritan Baru Aprilia RSGP 26 yang mirip ‘Landak’

TMCBLOG.com – Halo sobat sekalian, selamat datang kembali di ulasan teknis khas blog balap. Kali ini kita akan membedah salah satu perangkat aerodinamika paling mencolok di grid MotoGP saat ini: Rear Wing Aprilia RS-GP. Aprilia paling tidak menguji tiga jenis Winglet Buritan di Tes Buriram. Namun memang yang paling menyita perhatian adalah yang berbentuk seperti ‘ Landak ‘

Selain Landak, Kalau dilihat sekilas dari belakang, bentuknya memang makin mirip antena router Wi-Fi berkecepatan tinggi ya? Tapi jangan salah, deretan bilah karbon ini bukan untuk menangkap sinyal internet, melainkan untuk memanipulasi udara demi keunggulan mekanis dan taktis yang luar biasa.

1. Stabilitas Pengereman dan Downforce saat Menikung

  • Secara fundamental, fungsi utama dari rear wing atau sayap belakang ini adalah menghasikan downforce. Di MotoGP modern, pengereman bukan lagi sekadar soal kampas rem bertemu cakram, tapi bagaimana menjaga ban belakang tetap menempel ke aspal saat deselerasi ekstrem.
  • Rear Stability: Saat pembalap melakukan hard braking dari kecepatan 350 km/jam, bagian belakang motor cenderung terangkat (pitching). Sayap ini memberikan tekanan vertikal agar ban belakang tetap anteng, sehingga engine brake bisa bekerja lebih efektif.
  • Cornering Downforce: Saat motor miring di tikungan, sayap-sayap kecil ini tetap bekerja memberikan traksi ekstra, membantu motor “memeluk” aspal lebih erat.

2. “Dirty Air”: Senjata Pelumpuh Lawan di Belakang

Nah, ini yang paling menarik dan sedikit “jahat” secara teknis. Aprilia tidak hanya mendesain sayap ini untuk membuat motor mereka cepat, tapi juga untuk membuat motor di belakangnya melambat atau kehilangan kendali.

Tujuan besar lainnya adalah menciptakan Aerodynamic Turbulence atau yang sering disebut Dirty Air (udara kotor).

Bilah-bilah sayap yang mirip antena router tersebut dirancang untuk memecah aliran udara yang tenang menjadi aliran yang kacau, bergejolak, dan turbulen tepat di belakang motor. Apa dampaknya bagi pembalap lawan yang mencoba melakukan slipstream?

Netralisasi Aero Lawan: Saat motor di belakang masuk ke area dirty air ini, sayap depan (front wing) mereka kehilangan aliran udara laminar yang bersih. Akibatnya, downforce mereka drop drastis secara mendadak.

Titik Pengereman Berantakan: Ini yang paling berbahaya. Ketika downforce depan hilang saat ingin menyalip, ban depan lawan tidak mendapat tekanan yang cukup. Hasilnya? Motor tidak mau berhenti meski rem sudah ditarik dalam-dalam. Efeknya, lawan sering kali bablas atau shoot straight keluar lintasan karena titik pengereman mereka menjadi berantakan.

Handling Liar: Dengan udara yang sangat turbulen, motor di belakang akan bergoyang (wobble) hebat. Pembalap di belakang jadi tidak punya ide motornya akan mengarah ke mana karena stabilitas aerodinamikanya dirusak oleh “sampah” udara dari Aprilia.

Perkembangan aerodinamika di MotoGP sudah sampai pada level di mana para engineer tidak lagi “asal tempel” winglet agar terlihat keren. Setiap lengkungan dan sudut bilah pada sayap belakang Aprilia ini diperhitungkan secara presisi di dalam Wind Tunnel.

Aprilia sadar bahwa cara terbaik untuk bertahan adalah dengan membuat area di belakang mereka menjadi “zona terlarang” yang tidak stabil bagi lawan. Sebuah evolusi teknis yang cerdik sekaligus kejam di lintasan balap.

Bagaimana menurut sobat sekalian? Apakah regulasi MotoGP perlu membatasi efek dirty air ini demi aksi salip-menyalip yang lebih aman, atau justru ini adalah seni teknologi yang harus terus dikembangkan?

13 COMMENTS

  1. kalo MM93 malah buat manasin ban depan biar pressure naik. mestinya juga diriset gimana dirty air juga menurunkan suhu biar ban depan lawan pressure turun biar kena penalty. biar sekalian di banned total tuh aero di ekor. dulu gaya cornering mulus karena teknik, sekarang dibantu aero kit. pret lah. balapan insinyur jadinya.

  2. Lebih bagus lagi dorna cabut aturan ecu seragam serta copot semua winglet..biar dilihat mana benar2 motor dan rider juara..aksi salip dan nikung pasti lbh joss

  3. Bagaimana menurut sobat sekalian? Apakah regulasi MotoGP perlu membatasi efek dirty air ini demi aksi salip-menyalip yang lebih aman, atau justru ini adalah seni teknologi yang harus terus dikembangkan?

    Yes, lanjutkan pengembangan teknologi perang di atas lintasan sirkuit, bikin lawan susah menantang, kalo perlu pasang tombol roket, atau penumpah oli dan air, biar di belakang gak bisa nyalip klo perlu sampe lawan jatuh… jadikan sirkuit sebagai arena pembataian aja sekalian… biar kayak arena gladiator…. hahahahaha….

    *edisi cuplikan adegan kejahatan pemilik bisnis yg gak peduli keselamatan orang lain dalam konteks imaginasi komedi ya, ini menurut keyakinan saya loh..
    hahahahaaa…

  4. Kalo bener fungsinya sampe segitu, harusnya di larang lah…ntar malah kejadian macam bez nyeruduk marc gara2 ketarik dirty air

  5. Ide dan teknologi yang mutakhir..hanya saja, jika tidak ada salip menyalip berarti bukan balapan namanya melainkan konvoi jadinya. 😔

  6. Mbah gigi sebagai pemain winglet senior pasti udah punya anti nya. Ngumpulin dirty air jadi lebih tertib, biar lurus lagi.

    • Susah bro, yang ada malah ketika udara di kondisi normal malah bikin downforce makin gede, sedangkan kalo downforce makin gede itu efeknya bikin ban lebih boros dan pembalap lebih capek. Bahkan di F1 aja gak ada pengumpul dirty air, karena ya efeknya jadi nambah downforce ketika di udara normal.

  7. akankah semakin sedikit aksi elbow to elbow? menang karena mempersulit lawan secara teknis, bukan insting rider untuk mengalahkan. jadinya mirip ‘korupsi yg dilegalkan’ di suatu negara 🤣

  8. Ya, nanti kalo sampe beneran tidak ada aksi saling menyalip ya bakal kena banned, sama halnya kek awal winglet dilarang karena kan menimbulkan turbulensi pembalap di belakang atau sampingnya.
    Alasan F1 makin mengurangi Aero karena biar ngurangi turbulansi dan Dirty Air biar mobil dibelakangnya bisa Slipstream. Karena di era puncak sekitar 2017 itu aksi salip menyalip makin minim, dan ya kemudian mulai dilakukan pengurangan Aero, sampai akhirnya regulasi berubah di 2021, tapi karena Covid maka realisasi mobil baru itu di tahun 2022 yang mengurangi dirty air cukup banyak. Termasuk Regulasi 2026 di F1 juga cukup ngurangi dirty air lagi, biar bisa lebih close racing.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP