TMCBLOG.com – Bukan hanya soal ergonomi mengendarai Motor MotoGP Yamaha M1 V4 karena tubuhnya Yang tinggi. Toprak razgatlioglu Juga pasca tes Pra Musim baik di Malaysia malupun Thailand diperkirakan masih terkendala pemahaman tentang Ban Michelin sob.
Toprak Razgatlioglu. Setelah menyelesaikan rangkaian tes pra-musim di Sepang dan Buriram bersama Pramac Yamaha, juara dunia WSBK ini tampaknya masih berada di fase “mendaki gunung” yang sangat terjal.
Berdasarkan update terbaru—termasuk poin-poin krusial yang diangkat oleh jurnalis senior Alessio Piana—ada sebuah resume permasalahan teknis yang cukup mendalam mengenai adaptasi “El Turco” terhadap ban Michelin. Kenapa motor Yamaha M1 bermesin V4 barunya belum bisa “jinak” di tangan Toprak? Mari kita bedah secara analitik.
1. Masalah Front-End: Kehilangan “Sense of Limit” saat Lean Angle
Toprak dikenal sebagai raja late braking di WSBK. Namun, di MotoGP, kelebihannya itu justru menjadi bumerang. Toprak mengakui bahwa saat motor tegak (pengereman lurus), ia bisa menghentikan motor dengan sangat baik. Masalah muncul saat transisi ke lean angle (kemiringan).
Michelin memiliki karakter carcass (kerangka ban) yang sangat spesifik. Saat motor miring ekstrem, Toprak merasa tidak mendapatkan feedback yang jelas kapan grip ban depan akan “lepas”.
-
Analisis TMCBlog: Di Pirelli, ban memberikan peringatan sebelum slip. Di Michelin, batas antara grip dan crash sangatlah tipis. Toprak bahkan sempat berujar secara ekstrim bahwa ia mungkin “perlu crash” sekali untuk benar-benar tahu di mana limit ban depan tersebut berada. Ia merasa tertinggal jauh dari rekan setimnya, Jack Miller, yang bisa masuk tikungan dengan kemiringan ekstrem tanpa ragu.
2. Fenomena Rear Wheelspin yang “Tidak Mau Berhenti”
Ini adalah poin yang paling menarik dari data tes di Buriram. Toprak merasa ban belakang Michelin sangat sensitif terhadap throttle operation.
-
Resume Teknis: Di WSBK, saat ban Pirelli mengalami spin, Toprak masih bisa mengendalikan traksi dengan gaya balapnya yang agresif. Namun di Michelin, sekali ban belakang mengalami spin saat akselerasi, spin tersebut seolah-olah “tidak mau berhenti” dan terus meluncur bahkan di lintasan lurus (straight-line skating).
-
Hal ini membuat Toprak kehilangan banyak waktu saat keluar tikungan (exit corner), karena tenaga mesin V4 Yamaha tidak tersalurkan secara linear ke aspal.
3. Transisi Gaya Balap: Dari Agresif ke Smoothness ala Moto2
Toprak sedang dipaksa mengubah insting balapnya yang sudah mendarah daging selama bertahun-tahun. Untuk menjinakkan Michelin, seorang pembalap dituntut untuk membuka gas dengan sangat lembut (smooth)—hampir mirip dengan gaya balap Moto2 yang sangat mengandalkan corner speed. Toprak yang terbiasa “menyiksa” ban untuk membelokkan motor (teknik sliding) justru dibuat frustrasi karena Michelin tidak suka diperlakukan kasar.
Resume Permasalahan Toprak Jelang Seri Thailand:
-
Kurangnya Kepercayaan pada Ban Depan: Belum berani merebahkan motor sedalam pembalap lain karena feedback Michelin yang berbeda dari Pirelli.
-
Wheelspin Akut: Kesulitan mengontrol traksi ban belakang saat keluar tikungan, menyebabkan laptime jeblok terutama di sektor yang membutuhkan akselerasi kuat.
-
Adaptasi Engine V4: Karakter mesin baru Yamaha yang lebih powerful menuntut manajemen ban yang lebih presisi, sesuatu yang belum sinkron dengan riding style Toprak saat ini.
-
Gap Waktu: Di tes Buriram, Toprak masih tertinggal hampir 2 detik dari pembalap tercepat, sebuah jarak yang sangat lebar untuk ukuran kompetisi MotoGP modern.
Thailand akan menjadi ujian mental pertama bagi Toprak. Karakter Sirkuit Chang yang memiliki banyak hard braking (sektor 1 & 2) seharusnya menguntungkan Toprak, namun sektor 3 & 4 yang teknikal dengan tikungan panjang akan menjadi “neraka” jika ia belum menemukan chemistry dengan ban depan Michelin.
Apakah dalam waktu singkat tim teknis Pramac bisa memberikan setup yang membuat Toprak “percaya” pada ban depannya? Ataukah kita akan melihat Toprak bermain aman demi finis di seri perdana ini? Menarik untuk kita tunggu aksinya akhir pekan ini. Silahkan dikunyah-kunyah infonya, dan sampaikan pendapat sobat di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog









Pinter banget milih fotonya Wak, muka toprak kayak stress gitu
yg penting stoppi
Itu baru solo riding, ntar kalo udah race makin berat lagi. Seperti juara tes pra-musim si vina, kalo udah race lain ceritanya.
gimana mau crash, stock motor terbatas. hahahahaha
Sejauh itu ya ban proto
Sabda paduka hohe memang kebanyakan fakta
King mm93 aja pernah dalam fase yang sama saat di hrc dimana miselin emang ngeselin
Mungkin jg dia sedang di masa puasa ramadhan, jadinya ya gt…mau ngotot takut kelelahan
Di wawancara madam sirkuit dia sendiri bilang pas test dan balap nanti dia gak puasa kok biar punya tenaga
Manuk akal sih ini. Toprak simpen2 tenaga dl gak sih. Hbs teraweh dia baru gaspol kejar podium & takjil
Xixixi canda
Btw kalo pembalap yg kayak Toprak aja kewalahan pas switch ke Pirelli
Berarti ada kemungkinan pembalap MotoGP malah dengan mudah dan gampang buat adaptasi ke Pirelli kali ya?
Oliveira masih setragel sampe ngeloyor ke gravel kemarin
Iya sih
Tapi Olivera juga ga banyak tes kering juga sama BMW
Gara gara hujan dan masalah teknikal
Tapi perfoma nya bisa dibilang bagus kok
Udah bisa selevel sama petrux
Emang motogp pake pirelly
Tahun depan
kenapa ente bilang kewalahan pas switch ke pirelli? brrt maksudnya switch ke miselin ya
Eh iya salah tulis gw 😅
Segalanya bisa di atur kalo masih pake ecu inhouse japan..sejak aturan katro biar pabrikan yurop juara jadi begini.. yakin kalo dibalikin aturan bebas ecu auto honda yamaha cucuk cucukan lagi berebut podium..gk ngampas lg
wkwk mana ada
bisa disebut tahun ini boncos buat toprak? buat prepare tahun depan, buat adaptasi tahun depan? toh tahun depan ganti segala-gala nya, mesin dan ban juga ganti.
lebih ke masa pengenalan atmosfer paddock dan pengumpulan data.
lho ya memang. lucu aja yg terbuai ekspektasi toprak 2026 gacor
Itukan krn toprak dan manajernya sendiri koar2 over confident krn juara wsbk….blm tahu tekanan di motogp..skrg baru ngerasain🤣🤣🤣
biang keringatnya si michelin, sejak awal dipake ada aja masalahnya
ban, ergonomi, mesin baru nyang masi mentah.
Kemarin ada yg bahas masalah Toprak ini, bisa dibilang 12 th karir balapnya pakai Pirelli terus, diselingi Bridgestone saat balap Suzuka 8h itupun dia gak balapan. Ya pasti kesulitan krn bisa dibilang toolsnya Toprak yg udah ke set di bawah sadarnya ya Pirelli, ibarat biasa pakai Windows trus migrasi ke Linux pasti ngah ngoh ngah ngoh kan.
Masalahnya bukan cuma ban tapi M1 V4 nya juga belum jadi. Paling gampang comparenya sm Moreira dulu aja
Persis, gw butuh 3 hr adjust windows ke linux. Udah comfort pake linux. Ngliat windows kyak OS ba%&ke.
Yaaah… begitulaaahhh… BTW ada kemungkinan bisa juga di th 2027, saat Motogp pake Pirelli, maka itulah momen dimana Toprak akan menikmati….
tapi bodynya yg jangkung bikin kagok. belum bobot. nakalan keok ama pebalap2 mungil, marc, peco pedro martin
Bahas roki laennya jg dung wak…biar adil hehe
Sekelas x jurdun WSBK bisa2nya kesulitan adaptasi test timenya dibarisan belakang, mana nih para fansnya yg latah menganggap dia malaikat penyelamat yamama
Gak usah Toprak bre, mbah oci yg udah tahunan di kelas MotoGP aja nunggang Desmo 2 th dapat apa dia, sekelas oci loh
masalah yang sudah dikeluhkan rossi dari dulu.
setau gua rossi ngeluhin traksi dari dulu
di dashboardnya gk ada derajat kemiringan y? kalau ada tinggal copy aja brp rekor miller
Menunggu fp, berani ngga toprak nyoba ngepush m1 di tikungan, dgn resiko motornya hancur
baca artikel ini , pada akhirnya jadi salut sama marq ,,,hehehe
karna bisa ngesot di era michelin ??