TMCBlog.com – menarik membaca ulasan The-Race yang menunjukan bahwa Aprilia kembali mengukuhkan posisinya sebagai raja inovasi aerodinamika di MotoGP. Menjelang musim 2026, mereka memperkenalkan sistem aerodinamika aktif pertama di kelas utama dengan memanfaatkan celah (loophole) regulasi dengan sangat cerdik. Berikut analisa probadi tmcblog mengenai cara kerja hal dan fungsi Peranti aero Baru ini
Sobat Bisa lihat, bentuk tunnelnya pipih dan ini akan membuat aliran Udara yang mengalir dari depan terkena afek venturi, kecepatan makin bertambah, Tekanan berkurang.
Kehadiran Tunnel ini berlaku sebagai ‘Layer kedua’ dari Ground Effect Aero selain gembunhan Fairing yang jika berjarak tipis dengan asphal juga akan berlaku Efek Venturi.
Bisa dibayangkan, Aprilia saat ini punya Dua Layer Ground Effect Aero, yang artinya ada dua sumber downforce yabg bisa bikin ban motor lengket ke Asphal saat menikung
​1. Masalah: Dilema Downforce vs Top Speed
​Motor modern seperti Aprilia RS-GP menggunakan desain fairing “ground effect” (efek tanah) , sobat bisa lihat dengan hadirnya fairing menggembung di sisi kanan dan kiri dan sekarang ditambah tunnel pipih Baru.
- ​Sisi Positif: Menciptakan tekanan udara yang menekan motor ke aspal, membuat motor sangat stabil saat menikung dan pengereman.
- ​Sisi Negatif: Desain ini menciptakan drag (hambatan angin) yang besar di lintasan lurus, sehingga mengurangi kecepatan puncak (top speed).
​2. Aturan yang Menghambat
Berdasarkan regulasi MotoGP saat ini, perangkat aerodinamika dilarang keras memiliki bagian yang bergerak secara mekanis (seperti sayap yang bisa naik-turun). Semua komponen harus statis dan kaku.
​3. Solusi Aprilia: “Fluidic Switch” (Saklar Cairan/Udara)
​Alih-alih menggerakkan sayap, Aprilia mengubah arah atau mengganggu aliran udara di tunnel sendiri dengan cara pebalap membuka dan menutup tunnel aliran udaranya.
-
- ​Cara Kerja: Aprilia membuat lubang ventilasi khusus pada bagian atas fairing.
- ​Aksi Pembalap: Saat di lintasan lurus dan pembalap dalam posisi merunduk (tuck-in), lengan bawah mereka secara alami akan menutupi lubang tersebut.
- ​Efek Teknis: Penutupan lubang ini mengubah aliran udara yangbujungnya mengubah tekanan udara di dalam lapisan fairing (double skin). Hal ini menyebabkan aliran udara yang menciptakan ground effect terhenti atau mengalami “stall” (kehilangan daya tekan secara sengaja).
​Hasilnya: Hambatan angin berkurang drastis di lintasan lurus tanpa melanggar aturan “komponen bergerak”, karena yang bergerak adalah tubuh pembalap, bukan komponen part bagian motor.
​Perbandingan Sejarah: Belajar dari F-Duct McLaren
​Trik ini identik dengan sistem F-Duct yang diperkenalkan McLaren di Formula 1 pada tahun 2010.
-
-
- ​Pembalap F1 saat itu menggunakan lutut atau tangan untuk menutup lubang di kokpit.
- ​Udara kemudian dialirkan ke sayap belakang untuk menghilangkan drag, menambah kecepatan hingga 10 km/jam di trek lurus.
- ​Meskipun legal secara teknis saat itu, F1 melarangnya pada tahun 2011 karena alasan keamanan (pembalap harus melepas tangan dari kemudi).
-
​Mengapa Aprilia Unggul?
-
- ​Integrasi Alami: Berbeda dengan F1, posisi lengan pembalap MotoGP saat merunduk sudah sangat alami dan statis karena memang begitu alami posisinya . . . sehingga risiko keamanan jauh lebih kecil.
- ​Efek Jangka Panjang: Karena regulasi MotoGP hanya mengizinkan satu kali pembaruan aero per musim, dan regulasi besar baru akan berubah pada 2027, Aprilia kemungkinan akan menikmati keuntungan ini sendirian dalam waktu yang cukup lama.
Taufik of Buitenzorg | @tmcblog








Tekanan angin yg menghantam pembalap bakal makin besar,efek fatigue pembalap Aprilia bakal lebih terasa,padahal waktu tuck in itu biasanya digunakan pembalap buat relaksasi otot sejenak karena sekaligus menghindari tekanan angin ,sekarang lengan dan kaki masih kedorong angin tekanan tinggi.
Udah kayak balapan pake motor naked tapi deburan angin ke badannya lebih parah
Riiivola riiivola
Antangin berjaya kalau begitu, yang waras.
Mantap memang Italia aseli
pengendali udara
Italia aseli vs Italia Jerman
Italia Asli vs Italia Fasis
Weh mind blowing inovasinya. Lama2 tar race suit pembalap jg dikasi sayap/sirip atau flaps untuk membantu aero dinamika motor.