TMCblog.com -Sobat sekalian, tensi di Chang International Circuit, Buriram, Thailand sudah mulai memanas sejak hari Jumat kemarin. Namun, ada yang menarik dari sesi Post-Practice di mana dua rider pengguna Ducati Desmosedici, Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, justru terlibat dalam aksi saling lempar status “favorit”. Bukannya jumawa dengan catatan waktu mereka yang impresif, keduanya malah menunjuk satu sama lain sebagai The Man to Beat untuk balapan hari Minggu nanti.
Bezzecchi: “Marc Marquez Punya Sesuatu yang Lebih”
Marco Bezzecchi, yang tampil cukup solid di hari pertama, secara blak-blakan menyebut bahwa Marc Marquez adalah pembalap yang paling kompetitif saat ini di Buriram. Meskipun Bez merasa motor RSGP26 miliknya bekerja dengan sangat baik di lintasan Thailand yang punya karakteristik hard braking dan tikungan cepat, dia melihat Marc punya keunggulan tersendiri.
“Bagi saya, Marc adalah yang memiliki kecepatan paling banyak (pace terbaik). Dia sangat kuat, terutama dalam cara dia menyerang tikungan,” ujar Bezzecchi. Pembalap binaan VR46 ini merasa bahwa meskipun dirinya cepat, Marc mampu menjaga konsistensi lap time dengan lebih mudah. Bezzecchi juga menyoroti bagaimana Marc bisa langsung kencang sejak keluar dari pit, sebuah kemampuan yang menurutnya akan sangat krusial dalam manajemen ban di cuaca panas Buriram.
Marc Marquez: “Favoritnya Adalah Bezzecchi!”
Nah, uniknya sobat, ketika Marc Marquez ditanya mengenai peluangnya setelah berada di posisi dua di Jumat Buriram, The Baby Alien justru menepis status favorit tersebut. Marc malah mengarahkan telunjuknya ke arah Marco Bezzecchi.
Menurut Marc, Bezzecchi memiliki ritme yang sangat konsisten dan sangat “mengerikan” di sektor-sektor tertentu di Buriram. “Jika Anda melihat ritme secara detail, Bezzecchi adalah yang tercepat. Dia membalap dengan sangat baik di sini tahun lalu, dan tahun ini dia tampak menemukan kembali kepercayaan dirinya dengan RSGP26,” ungkap Marc.
Marc menambahkan bahwa meskipun dia sendiri mencetak rekor waktu tercepat, melakukan satu putaran panas (time attack) sangat berbeda dengan menjaga ritme selama 26 putaran balapan dalam kondisi suhu aspal yang membara. Marc merasa Bezzecchi lebih “halus” dalam mengelola ban di trek ini.
Strategi Psikologis atau Realita?
Sobat sekalian, fenomena saling favoritkan ini sebenarnya hal yang lumrah di MotoGP, Bezzecchi memang punya sejarah bagus di Buriram (ingat pole position-nya di 2022?). Sementara Marc Marquez Memguasai ketika tahin lalu pertama Resmi berwerpak merah di sirkuit ini.
Apakah ini bentuk psychological warfare untuk saling memberikan tekanan beban mental sebagai favorit? Atau memang data telemetri internal Ducati menunjukkan bahwa keduanya memang saling menempel ketat dari segi race pace?
Satu yang pasti, jika Bezzecchi dan Marquez sama-sama merasa kuat, maka penontonlah yang akan diuntungkan dengan tontonan duel sengit di barisan depan. Siapa yang akan menang? Kita lihat saja di sesi Race nanti. Silahkan dikunyah-kunyah dulu opininya sob, dan jangan lupa pantau terus update-nya di sini.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog


Joss wak
” dua rider pengguna Ducati Desmosedici, Marco Bezzecchi dan Marc Marquez ”
Lah si bez masih nunggang ducati aja ini 🙄
Entahlah, artikel sebelumnya juga belibet
Kenapa jadi begini ya blog ini. Yang nulis pegawai baru ya Wak
Jangan ketergantungan pake ai Wak.. kita tau mana tulisan asli eka haji mana hasil ai..
Contoh tulisan asli..hodna😁
Konklusi wawancara keduanya juga AI banget. AI kalau ditanya suka sok bijak tapi gk ngasi konklusi
Ya ampun, lama-lama AI sangat mengesalkan ya gaes. Apa mungkin ini lagi mode autopilot?
Masi lebih terima ciri khas warung zaman dulu yg typo daripada sekarang Wak.
Dalam rangka melatih pemahaman english saya, kayanya saya bakal jarang buka warung ini lagi. Mending lgsg menjelajah warung di luar sekalian.
siap siap ditinggal pembaca kalau tidak berubah
Soul tulisannya ilangbsejak pake AI 😓
Salah kata teruss mantap 😬
Lebih parah dari typo wak aji
Semoga ada duel dogfight kayak Marc vs Fabio rookie di Buriram