TMCBlog.com – Sobat sekalian, ada sebuah kabar yang bisa dibilang sebagai “bocor halus” namun dampaknya cukup menggetarkan lantai paddock MotoGP. Ini mengenai masa depan sang Juara Dunia dua kali, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, yang selama ini kita kenal sangat identik dengan merahnya Borgo Panigale.
Muncul sebuah narasi emosional yang menyebutkan bahwa impian Pecco untuk mengakhiri karirnya bersama Ducati kini mulai pudar dan menemui jalan buntu. Apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita bedah bersama, Sob.
Impian “One Man, One Team” yang Terbentur Realita
Selama ini, Pecco Bagnaia tidak pernah menutupi keinginannya untuk menjadi legenda Ducati yang hanya membela satu pabrikan saja hingga gantung helm. Sebuah loyalitas yang jarang terjadi di era modern. Namun, dalam sebuah pertemuan dengan fans di Italia baru-baru ini, Pecco memberikan sinyal bahwa “hal-hal bisa berubah.”
“Impian dan tujuan saya adalah memulai dan mengakhiri karier MotoGP saya bersama mereka (Ducati). Sayangnya, musim lalu (2025) kami mengalami berbagai kesulitan dan wajar jika keadaan bisa berubah,” ungkap Pecco Via AS dengan nada yang cukup getir.
Efek Domino: Pedro Acosta dan Marc Marquez
Bocoran ini semakin menguat seiring dengan kabar yang menyebutkan bahwa Pedro Acosta diprediksi akan merapat ke tim pabrikan Ducati Lenovo untuk mendampingi Marc Marquez mulai musim 2027—era baru regulasi 850cc.
Keputusan Ducati untuk mempertahankan Marquez dan membawa talenta muda sekelas Acosta seolah menjadi sinyal bahwa posisi Pecco sudah tidak lagi menjadi prioritas utama sebagai “anak emas.” Inilah yang memicu rumor kuat bahwa Pecco akan mencari pelabuhan baru untuk tetap menyandang status pebalap pabrikan (factory rider).
Aprilia Menjadi Tujuan Berikutnya?
Menariknya, nama Aprilia muncul sebagai kandidat terkuat tempat Pecco akan berlabuh. Setelah Marco Bezzecchi dipastikan bertahan di pabrikan Noale tersebut, Aprilia seolah menjadi tempat pelarian yang logis bagi pebalap Italia yang ingin tetap berada di atas motor kompetitif buatan tanah airnya.
Pecco mengakui bahwa di sepanjang musim 2025, ia merasa kesulitan mengekspresikan potensi maksimalnya di atas Desmosedici. “Marc datang dan mendominasi, tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu. Saya kesulitan mengendarai motor yang berubah dibanding tahun sebelumnya saat motor itu sempurna,” akunya jujur.
Akhir dari Sebuah Era?
Jika benar Pecco Bagnaia hengkang dari Ducati di akhir 2026 nanti, maka ini akan menjadi penanda berakhirnya sebuah era di mana Ducati berhasil bangkit dari masa sulit (sejak era Stoner 2007) berkat pengembangan yang dilakukan bersama Pecco.
Tentu sangat disayangkan jika duet maut Italia-Italia ini harus berakhir bukan karena keinginan sang pebalap, melainkan karena pergeseran strategi pabrikan dan dinamika persaingan internal. Woke, kita pantau terus perkembangannya, Sob. Apakah Pecco akan benar-benar berseragam hitam Aprilia di 2027 nanti?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Sepertinya akan
The true Italia kan neng april
Everyone brings joy to the office, some when they enter and some when they leave:
Walaupun sdh memberi gelar jurdun 2x bagi duc duc, tapi duc duc tetap menilai berdasarkan performa pembalap
Gap terasa vs Marc
Kan memang pecco bakal ke noale Wak….bukan berita panas lagi sih. Tinggal tunggu siap yg duluan kasih pengumuman aja.
Mas pecco sadar,pada akhirnya tiada yg abadi. Bakal plot twist bgtu pecco out 2027, markes pensiun 2027
Heuheuheu
Yamaha n F riends. Comunnity
Padahal dari hasil pengembangan dan input dari peccolah ducati bisa maju sperti ini
Tetep lorenzo ah