TMCBLOG.com – Halo Sobat Sekalian, Mas Bro… Ada kabar terbaru dari regulasi teknis WorldSBK menjelang seri Assen 2026. Setelah melewati Pos Pemeriksaan Konsesi terbaru (Checkpoint 2), FIM secara resmi menetapkan bahwa dua pabrikan, yaitu Ducati dan Bimota, telah melampaui ambang batas kinerja MSMA yang diatur dalam Pasal 2.4.3.2 peraturan teknis.
Akibat dominasi performa tersebut, keduanya harus menerima konsekuensi berupa pemotongan debit aliran bahan bakar (Fuel Flow) sebesar 0,5 kg/jam yang mulai berlaku di seri Assen mendatang.
Dominasi Nicolo Bulega yang Tak Terbendung
Keputusan FIM ini bukan tanpa alasan. Jika kita melihat statistik di lintasan, performa Ducati memang sangat menonjol. Nicolo Bulega tercatat belum terkalahkan sejak 12 Oktober 2025 dan telah mengantongi sepuluh kemenangan beruntun lintas musim.
Jika di Assen nanti Bulega kembali menyapu bersih podium satu, ia akan menyamai rekor legendaris yang saat ini dipegang oleh Toprak Razgatlioglu. Dari 18 total podium di enam balapan pertama musim 2026 ini:
-
Ducati: Mengamankan 12 podium.
-
Bimota: 3 podium (Phillip Island).
-
BMW: 3 podium (Portimao).
Detail Teknis: Perhitungan Fuel Flow 2026
Untuk Sobat sekalian yang menyukai sisi teknis, mari kita bedah angkanya. Peraturan tahun 2026 menetapkan laju aliran bahan bakar awal sebesar 46 kg/jam. Namun, ada sistem carry-over (pengurangan atau konsesi yang dibawa) dari musim sebelumnya.
-
Musim 2025: Ducati dan BMW sudah mengalami pengurangan total 1,5 kg/jam dalam tiga tahap.
-
Awal Musim 2026: Sesuai aturan, maksimal hanya 1 kg dari pengurangan tahun lalu yang dibawa ke musim baru. Artinya, mereka memulai musim 2026 dengan 45 kg/jam (bukan 44,5 kg/jam).
-
Update Assen 2026: Dengan penalti terbaru ini, Ducati harus turun ke angka 44,5 kg/jam.
Pemotongan ini diprediksi akan sangat terasa bagi Ducati. Mengapa? Karena mesin Panigale V4R terbaru kini memiliki putaran mesin (RPM) yang lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. Dalam rumus teknis aliran bahan bakar, pengurangan ini memiliki efek eksponensial: semakin tinggi putaran mesin, semakin besar kerugian tenaga yang dirasakan akibat limitasi bahan bakar tersebut.
Kejutan untuk Bimota KB998
Hal yang cukup mengejutkan adalah masuknya Bimota dalam daftar pemotongan ini. Bimota kini akan beroperasi di angka 45,5 kg/jam mulai dari Assen.
Banyak pengamat merasa ini ironis, mengingat Bimota KB998 yang digeber oleh Alex Lowes dan Axel Bassani secara data top speed justru sering tercatat sebagai salah satu yang paling lambat di lintasan lurus. Namun, karena regulasi performa MSMA melihat hasil secara kolektif (termasuk poin konsesi), Bimota tetap terkena imbas dari pencapaian podium mereka di awal musim.
Bagaimana menurut Mas Bro sekalian? Apakah pemotongan 0,5 kg/jam ini cukup untuk membendung laju Bulega di Assen, atau justru Ducati masih terlalu perkasa? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar ya!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






Canggih ya flowmeter
Yang kena semua pengguna Ducati? Atau bbulega doang?
harusnya semua seperti pabrikan lain
harusnya yg dipotong cuma ducati yg 12 podium, bimota kan sama saja bmw 3 podium
Ngarep nunggang desmo, ketemu TP54 aja masem2 wajahmu bul😁,gimana kalo TP54 Ampe nunggang motor yg sama ma kamu bul,KELEP PASTI😁🙏🙏🤪
kasihan insinyurnya…
Aneh aneh waee