Ducati Menggila di Jumat WSBK Assen 2026 : Lock-Out Top 3 di Tengah “Sunat” Fuel Flow

TMCBlog.com – Sobat sekalian, gelaran WorldSBK putaran Belanda di Sirkuit TT Assen tahun 2026 ini dimulai dengan dominasi mutlak dari pasukan Borgo Panigale. Nicolo Bulega yang memacu Ducati Panigale V4R dari tim Aruba.it Racing tampil sangat perkasa dengan menguasai jalannya sesi latihan bebas (FP1 & FP2) pada hari Jumat ini.

Meskipun diterpa regulasi teknis baru, Ducati seolah tak terbendung di “The Cathedral of Speed”. Mari kita bedah hasil lengkapnya, cekidot!

Ducati Menggila: Lock-Out Top 3 di Tengah “Sunat” Fuel Flow

Ada catatan teknis menarik pada akhir pekan ini. Berdasarkan hasil pengecekan poin konsesi terbaru, Ducati dan Bimota secara resmi dijatuhi pembatasan aliran bahan bakar (fuel flow restriction) sebesar 0.5 kg/h. Namun, sepertinya hal ini belum mampu meredam keganasan Bulega.

Bulega menjadi yang tercepat di kedua sesi hari Jumat. Pada sesi sore (FP2), ia mempertajam catatan waktunya menjadi 1’33.687s. Menariknya, posisi tiga besar sepenuhnya dikuasai oleh penunggang Ducati

Pos Rider Team Time Gap
1 Nicolo Bulega Aruba.it Ducati 1’33.687s
2 Lorenzo Baldassarri Team GoEleven 1’33.963s +0.276s
3 Iker Lecuona Aruba.it Ducati 1’34.017s +0.330s
4 Danilo Petrucci ROKiT BMW 1’34.092s +0.405s
5 Xavi Vierge Pata Maxus Yamaha 1’34.097s +0.410s
6 Sam Lowes ELF Marc VDS 1’34.143s +0.456s
7 Alex Lowes Bimota KRT 1’34.189s +0.563s
8 Alvaro Bautista Barni Spark Ducati 1’34.215s +0.582s
9 Yari Montella Barni Spark Ducati 1’34.332s +0.645s
10 Alberto Surra Motocorsa Racing 1’34.410s +0.723s

Dominasi ini menunjukkan bahwa set-up Panigale V4R sangat klop dengan karakter Assen yang mengalir cepat, bahkan dengan pembatasan fuel flow sekalipun.

BMW dan Yamaha Menguntit, Bimota Tetap Kompetitif

Di posisi keempat, ada Danilo Petrucci dari tim ROKiT BMW Motorrad. Meskipun sempat mengalami crash di Tikungan 16 pada sesi pagi, “Petrux” berhasil bangkit di sesi sore dan mencatatkan waktu 1’34.092s, menjadikannya pembalap non-Ducati tercepat.

Sementara itu, Xavi Vierge menjadi penyelamat muka Yamaha dengan menempati posisi kelima. Vierge berhasil melakukan late charge di 10 menit terakhir FP2 untuk mengamankan posisi 5 besar, mengungguli rekan setimnya, Andrea Locatelli yang tercecer di P13.

Untuk kubu Bimota, Alex Lowes yang memacu KB998 Rimini menunjukkan performa stabil di posisi ke-7 dengan selisih sekitar setengah detik dari Bulega. Rekan setimnya, Axel Bassani, harus puas mengakhiri hari pertama di posisi ke-12.

Situasi Sulit di Kubu Honda: Comeback Jonathan Rea & Perjuangan Chantra

Kabar mengejutkan datang dari garasi Honda HRC. Legenda hidup Jonathan Rea kembali ke lintasan akhir pekan ini untuk menggantikan Jake Dixon yang masih dalam masa pemulihan. Namun, proses adaptasi Rea dengan CBR1000RR-R sepertinya masih menemui kendali berat di Assen; ia mengakhiri hari di posisi ke-19.

Nasib serupa dialami oleh pembalap asal Thailand, Somkiat Chantra. Chantra harus puas berada di posisi ke-21 dengan catatan waktu 1’35.253s. Sepertinya HRC masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mencari pace yang kompetitif sebelum sesi Superpole dan Race 1 besok.

Sobat sekalian, apakah Bulega akan terus dominan di hari Sabtu ini, ataukah pembatasan fuel flow mulai terasa pengaruhnya saat balapan panjang nanti? Menarik untuk kita tunggu sesi Superpole dan Race 1. Jangan lupa pantengin terus update-nya ya!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

6 COMMENTS

  1. Enginer V4R KETAWA-KETIWI di BORGO😁, Ecek mah kalo cuman cut segitu,dah paham bakal disunat jadi dah siap😁…ingat ya, cuman enginer V4R yg ketawaketiwi✌️…
    Kalo enginer yg atu nya lg seruput kopi +5btg +pantengin layar 5jam/perhari😁✌️

  2. Mungkin seharusnya King Chantra jangan ambil kesempatan wsbk, biar pridenya g mkin jatuh.. biarpun paling blkang paling tidak cttanya dia balapan di motogp…kl yg skg ini makin buktikan kualitas dia.. ttep di blkang biar pun di wsbk.. kl nanti ballik ARRC dan g msuk podium jg ah..sudahlah..kasian.

    • Soalnya gak punya pilihan lain,balap kelas dunia selain MotoGP cm WSBK😁,kalo main kelas dibawahnya macam wss atau turun kelas di moto2 gengsinya makin jatuh

  3. Honda seolah tak menetapkan target jelas pada tim Honda WSBK.. sengaja bakar duit terus..
    Sekelas HRC cuma jadi penghibur di kompetisi roda 2 yg bergengsi sungguh aneh..

  4. Langsung kasih saja piala jurdun nya ke bulega,via J&T kilat tanpa harus menunggu akhir musim 😀

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP