Sobat sekalian, dominasi Nicolo Bulega di ajang WorldSBK musim 2026 ini benar-benar berada di level yang berbeda. Setelah mengamankan kemenangan ke-11-nya, sebuah testimoni menarik sekaligus mengejutkan datang dari mantan rekan setimnya yang kini membela tim satelit Barni Ducati, Alvaro Bautista. Pembalap veteran asal Spanyol ini melontarkan opini berani: Bulega punya potensi untuk memenangkan seluruh balapan di musim ini karena, menurutnya, saat ini tidak ada rival yang mampu mengimbangi kecepatannya.
Perjuangan Bautista di Assen
Pada Race 1 di sirkuit Assen sabtu kemarin, kita melihat Ducati melakukan clean sweep. Alvaro Bautista sendiri berhasil finis di posisi ke-4 setelah start dari posisi ke-7. Meski hasil ini cukup solid, Bautista mengakui bahwa ia belum sepenuhnya menyatu dengan motor Ducati versi terbaru di tim Barni Spark Racing.
Bautista mengungkapkan bahwa pada lap-lap awal, ia sering merasa hanya menjadi “penumpang” di atas motornya sendiri.
“Saya merasa sulit mengendalikan motor seperti yang saya inginkan, terutama di awal balapan. Motor terasa terlalu berat bagi saya,” ungkap Bautista.
Masalah berat motor ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Bautista, terutama saat harus melakukan defensive line seperti saat berduel dengan Alex Lowes. Ia mengaku sempat terjadi kontak karena ia tidak bisa mengambil jalur (racing line) yang diinginkannya akibat kesulitan menghentikan laju motor yang terasa berat tersebut.
Transisi ke Tim Satelit dan Proses Adaptasi
Menarik untuk disimak bagaimana Bautista memandang posisinya sekarang di tim satelit setelah bertahun-tahun di tim pabrikan Aruba.it. Secara mengejutkan, ia merasa dukungannya justru lebih personal. Di tim Barni, mekanik melakukan modifikasi spesifik yang diminta oleh Bautista, sesuatu yang menurutnya lebih fleksibel dibandingkan protokol kaku di tim pabrikan.
Meski begitu, ia mengakui adanya kendala teknis. Kurangnya sesi tes di awal musim membuat feeling terhadap motor belum mencapai titik optimal. Namun, Bautista tetap optimis bahwa ia dan chief engineer-nya mulai menemukan arah yang benar untuk membangun pondasi yang solid demi meraih podium kembali.
Opini Mengenai Dominasi Nicolo Bulega
Puncaknya adalah ketika Bautista ditanya mengenai performa impresif Nicolo Bulega yang seolah tak terhentikan. Dengan jujur, Bautista mengakui keunggulan juniornya tersebut.
“Dia (Bulega) bisa melakukannya (menang di semua balapan), karena saat ini tidak ada rival yang bisa mengimbangi kecepatannya. Saya mungkin harus mencoba mengurangi berat badan lagi agar punya peluang, tapi saat ini, dia terlalu cepat,” ujar Bautista sambil sedikit bercanda mengenai regulasi berat motor yang sempat menghimpitnya.
Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa peta persaingan WSBK 2026 saat ini memang sedang dikuasai oleh satu nama. Jika pembalap sekaliber Bautista saja merasa Bulega tidak memiliki kompetitor setara, maka tugas berat menanti para pembalap dari pabrikan lain seperti BMW, Yamaha, maupun Kawasaki untuk mematahkan dominasi pembalap Italia tersebut.
Sobat sekalian, apakah menurut kalian prediksi Bautista ini akan menjadi kenyataan? Apakah Nicolo Bulega benar-benar akan mencatatkan sejarah dengan menyapu bersih sisa balapan musim ini tanpa perlawanan berarti? Silahkan tulis opini kalian di kolom komentar.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Terima kasih Toprak
Efek 2 tahun Bulega bertarung ketat lawan Toprak
Jadi kemampuan dia udah tinggi sekali
Makanya yg lain jadi kayak ga ada lawan
Satu satunya harapan ya di Iker
Belum tentu,siapa tau kalo udah dikasih dumbbell jadi keteteran karena feeling ke motor jadi berubah total wkwkwk
lah knapa dikasih dumbbel..? kl berat total dia+motor seusuai regulasi ya aman.. kl bautista krn BB+motor dibawah regulasi makanya gendong barbel wkwkw, yg ada cekek BBM/Jam. sdh tahap 1 tp spt gak ngefek.. ducati pinter, mngkin buat mesin awal yg mmg sdh dirancang bisa dicekek bbm, krn tau bakal dominan.
2026 ini pembalap lain mending tidur aja di rumah.
Hanya hiu putih yg dapat melawan paus bulega
Langsung kasih aja tropinya.. Kesuwen😄
masalahnya motor2 lain ngga mau buat masspro yg sama dengan duca sekarang…meski cuma 500 unit aja
bulega otw jurdun jadi legenda wsbk. Padahal dia ngarep masuk motogp lwt pintu ducati. Tp ducati full rider wkwkwwk sabar mas bule. Tuh liat toprak gedor2 yamaha aja butuh brp taon. Itu jg stlh jurdun di pabrikan bapuk bmw