TMCBLOG.com – MotoGP akhirnya akan segera memulai tur Eropanya, dan seri pembuka Eropa di Sirkuit Jerez akhir pekan ini dipastikan akan menjadi medan tempur yang sangat krusial. Setelah tiga seri pembuka yang cukup dinamis, fokus kini tertuju pada Borgo Panigale. CEO Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, baru-baru ini berbicara kepada Moto.it untuk meredam keraguan yang menyelimuti timnya, terutama terkait kondisi fisik para pebalapnya dan performa motor Desmosedici yang mulai ditempel ketat oleh rival.
Marc Marquez Kembali ke Performa 100%
Salah satu sorotan utama adalah kondisi fisik Marc Marquez. Sejak awal musim, banyak rumor beredar mengenai pemulihan cedera bahu kanannya yang cukup lama. Namun, Gigi Dall’Igna dengan tegas menepis kabar miring tersebut.
“Saya melihatnya dalam kondisi baik. Saya rasa dia sudah akan berada di level 100% di Jerez nanti,” ujar Gigi. Pernyataan ini adalah sebuah deklarasi kuat bahwa Ducati tetap menaruh kepercayaan penuh kepada sang juara dunia tersebut. Jeda balap selama hampir satu bulan terakhir dimanfaatkan secara maksimal oleh Marc untuk mencapai kebugaran fisik yang ia tunjukkan pada tahun 2025 lalu.
Bukan hanya Marc, Gigi juga memberikan catatan positif untuk sang juara bertahan, Pecco Bagnaia. Menurutnya, Pecco saat ini berada dalam kondisi yang tenang, jernih, dan siap kembali masuk ke dalam persaingan perebutan podium utama setelah perlahan-lahan menemukan ritmenya kembali.
Mengejar Ketertinggalan dari Aprilia
Ducati tidak menutup mata bahwa awal musim 2026 ini menjadi panggung bagi pabrikan Noale, Aprilia. Secara teknis, Aprilia dianggap telah melakukan lompatan kualitas yang luar biasa. Sobat bisa lihat faktanya: dari tiga balapan hari Minggu yang sudah digelar, ketiganya dimenangkan oleh Aprilia.
Nama Marco Bezzecchi muncul sebagai sosok protagonis utama dengan menyapu bersih tiga kemenangan tersebut (bahkan mencatatkan lima kemenangan beruntun jika dihitung dari akhir musim lalu). Saat ini Bezzecchi memimpin klasemen dengan 81 poin, ditempel ketat oleh Jorge Martin dengan selisih hanya 4 poin.
Gigi mengakui bahwa Ducati harus “menyingsingkan lengan baju” untuk kembali menjadi referensi di grid. “Kami di sini untuk berjuang demi kemenangan. Kami harus bekerja keras untuk kembali menjadi standar bagi yang lain,” tegas insinyur jenius tersebut.
Tantangan Sistem Konsesi
Ada satu hal menarik yang diungkapkan Gigi mengenai regulasi. Dengan dominasi Ducati di musim-musim sebelumnya, mereka berada pada level tertinggi dalam sistem konsesi, yang artinya ruang gerak untuk pengembangan selama musim berjalan sangat terbatas. Sebaliknya, para rival justru mendapatkan keuntungan lebih banyak karena posisi mereka di klasemen sebelumnya.
“Ini adalah sistem yang menyeimbangkan segalanya. Ini menghukum Ducati yang selama ini menjadi titik referensi,” ungkap Gigi. Meski merasa agak dirugikan oleh aturan ini, Ducati tidak menyerah. Di Jerez nanti, baik selama akhir pekan balap maupun pada sesi tes resmi setelahnya, Ducati akan menguji beberapa solusi teknis baru untuk menutup celah dengan Aprilia.
Jerez: Titik Balik Ducati?
Ducati punya alasan kuat untuk tetap optimis di Jerez. Selain persiapan matang selama jeda satu bulan, sirkuit di Andalusia ini secara historis cukup bersahabat dengan Desmosedici. Jangan lupa, tahun lalu Alex Marquez berhasil meraih kemenangan di sini.
Bagi Borgo Panigale, GP Jerez 2026 bukan sekadar balapan biasa, melainkan sebuah titik balik (inflection point) untuk merebut kembali takhta yang sementara ini diduduki oleh rival senegaranya. Apakah duet maut Marc Marquez dan Pecco Bagnaia mampu membendung dominasi Bezzecchi dan Aprilia? Kita lihat saja aksinya akhir pekan ini!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog







Siap bangkit kah
Optimis aja, perkara hasil belakangan. Apa pun bisa terjadi di MotoGP, tidak hanya faktor motor sempurna, talenta rider, dan konsistensi, kalo sedang tidak beruntung dan crash itu adalah nasib lain. Bisa akibat kesalahan sendiri / krn rider lain. Namanya juga balapan.
Tapi optimisme tinggi tetap dipertahankan di kubu Lenovo Ducati. Ini sudah bagus. Mental yang kuat.
tapi kadamg masih kesel soal Bezz yg nabrak Marc pas lintasan lurus.kesannya sengaja😁
Iya, dampaknya sampai awal musim 26
Betul, dan yang paling kesal Dorna hanya memberikan double LLP bukan sanksi yg bikin jera.
POV motogp di mata netizen indo :
seri eropa adalah titik taruhan dimana : fans yellow padepokan ngumpet atau pada berbondong2 keluar dari kubur untuk exist kembali
Sama seperti pembaca di sini yg ngumpet ketika MM93 kembali juara
kalau di declare gk fit, takutnya sepi penonton
“Bukan hanya Marc, Gigi juga memberikan catatan positif untuk sang juara bertahan, Pecco Bagnaia”
Kasian marc gak dianggap