TMCBLOG.com – Ada kabar menarik dari kubu pabrikan garpu tala, Yamaha. Manager Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, baru-baru ini memberikan pernyataan yang cukup jujur dan terbuka mengenai peta kekuatan serta tantangan yang sedang dihadapi Yamaha di musim 2026 ini. Berbicara di sela-sela tes Jerez, Meregalli mengakui bahwa Yamaha sebenarnya sudah memprediksi bahwa awal musim 2026 tidak akan berjalan dengan mudah. Namun, ternyata tantangan di lapangan jauh lebih kompleks dari hitung-hitungan di atas kertas.
“Tentu saja, kami sadar ini tidak akan mudah,” ungkap Meregalli. “Tapi harus saya katakan bahwa saya pikir itu akan sedikit lebih mudah (daripada kenyataannya).”
Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada pengembangan pada YZR-M1 V4, namun langkah maju yang diambil oleh kompetitor ternyata melampaui estimasi awal Yamaha.
Adanya “Jalan Tak Terduga” yang Menghambat Development
Salah satu poin penting yang disampaikan Meregalli adalah adanya hambatan teknis yang tidak terduga. Hal ini rupanya cukup berpengaruh pada timeline pengembangan motor.
“Sayangnya, kami menghadapi jalan yang mungkin tidak kami duga, yang sedikit memperlambat proses pengembangan,” tambahnya.
Meskipun Meregalli tidak merinci secara teknis apa “jalan tak terduga” tersebut—apakah terkait dengan integrasi aerodinamika baru, manajemen elektronik, atau karakteristik mesin—hal ini mengonfirmasi bahwa proses evolusi M1 V4 sedang menemui sedikit kerikil tajam.
Tetap Positif Menyongsong Paruh Kedua Musim
Meskipun awal musim terasa sangat menuntut (demanding), suasana di dalam box Yamaha dikabarkan tetap kondusif. Kehadiran komponen-komponen baru di tes Jerez diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi para pembalap dan kru.

“Tim sendiri terus menekan seperti biasa, semaksimal mungkin. Dan atmosfernya, menurut saya, bagus. Ketika ada sesuatu yang baru, itu sudah membawa kepositifan dan menjadi dorongan tambahan,” jelas Meregalli.
Yamaha nampaknya yakin bahwa mereka memiliki roadmap internal yang realistis. Sejak awal musim, mereka sudah berdiskusi secara internal bahwa paruh pertama musim 2026 akan menjadi periode yang sangat berat. Namun, ada secercah harapan yang mereka simpan untuk beberapa bulan ke depan.
“Kami masih percaya pada bagian kedua (musim ini) kami mungkin mulai melihat hasil yang berbeda. Jadi, katakanlah kami baru saja berada di awal, dan sejauh ini kami berada di posisi yang kami pikir kami bisa capai,” tutupnya.

Dari apa yang disampaikan Meregalli, jelas terlihat bahwa Yamaha sedang dalam fase kalau menggunakna istilah orang Jawa bisa dibilang cukup “prihatin” namun tetap bekerja keras. Mereka mengakui ada miskalkulasi kecil mengenai tingkat kesulitan di awal musim, namun mereka terlihat tidak panik.
Strategi Yamaha musim ini sepertinya adalah bertahan dan mengumpulkan data sebanyak mungkin di paruh pertama, sambil berharap paket pengembangan yang sedang disiapkan bisa memberikan hasil signifikan mulai paruh kedua musim nanti. Mampukah YZR-M1 V4 kembali kompetitif dan memangkas jarak dengan pabrikan Eropa? Kita pantau terus progresnya temen-temen!
Taufik of BuitenZorg – @TMCBlog




Musim pertama untuk mesin yang benar2 baru memangnya bisa berharap apa?
Dari hasil saat ini tentu bisa dinilai gsk buruklah.
Mungkin bisa lihat kompetitornya, Hando yang sejak motogp 4tak sudah memakai mesin V, mencoba bangkit sejak 2020 sampai sekarang sudah berada di level apa?
Setiap orang tentu punya pendapat berbeda terhadap ymaha saat ini, tapi yang dikatakan si meregalli memang bisa diterima.
belajar V4
Pas udah agak Mateng,begitu di turunin CC nya jadi 850 ternyata jadi ambyar lagi, akhirnya ngulang lagi siklusnya dr awal
Jangan lupa ban nya diganti juga.
Ecu nya salah settingan lagi.
Nah itu yamaha terlalu gambling membuat mesin v4 disaat akan switch ke 850cc
Dah, fokus saja ke taon 2027
Masalah tak terduga itu mungkin adalah mesinnya yang mudah rusak.
Jiahahaa… iya bener kye mesinnya (lihat kasus Taro) jika dioprek spt ducati bakal meleduk… Hadeuhh alamat Yamaha bakal prihatin smp akhir musim
Gara2 ECU Pirelli dan mesin 1/4 silinder..😓
Kocak gak sih, sekelas pabrikan jepang yg cukup besar dengan prestasi termasuk bagus,bikin mesin kencang kok bisa jebol😅,pabrikan lain kendalanya gak sefrontal ini dah
Menurut google, pada 2013 hando dengan rc213v sedang mengembangkan motor dengan pneumatic valve mengalami jebol mesin saat race (pedrosa). Pernah juga marques juga mengalami jebol mesin saat gp inggris.
Bahas valve, jadi ingat skandal valve gate ðŸ¤
Tapi tidak sesering yamama, sekelas pabrikan besar ,yamama terlalu parah berulang kali mengalami mesin jebol,saat race sejak era Lorenzo rosi,tragedi 2020,lalu awal musim v4 2026,apakah insinyur nya sudah gak layak
Yg tdk mereka duga kemungkinan terkait reliabilitas dan karakter mesin. Sempat stop 1 hari di pre-season test, entah apa komprominya, lalu kmrn Fabio komen ttg tdk ada karakternya. Sdh masalah fundamental ini..
Mungkin sebaiknya, Yamaha fokus utk 2027, 850 cc, minim winglet
Mungkin saat ini M1 V4 bisa di barisan depan bila kompetitor pakai motor 2022-23
Dah lah jgn banyak alasan. Intinya bajak mekanik2 jago dari pabrikan sebelah buat bikin motor kenceng& bs nikung lagi kyk dulu
bedol desa lagi?
Bedol duit wkwkk karena menuju juara jalur shortcut