BREAKING! Marc Marquez Jalani Operasi Ganda: Masalah Baut Bahu Senggol Saraf Radial & Patah Tulang Metatarsal!

TMCBlog.com – Sobat sekalian, kabar mengejutkan datang dari garasi Marc Marquez pasca insiden crash yang ia alami di sesi Sprint Race MotoGP Le Mans 2026. Bukan hanya soal cedera baru akibat jatuh kemarin, namun sebuah rahasia besar mengenai kondisi fisiknya akhirnya terungkap ke publik. Marc mengonfirmasi bahwa ia harus segera naik meja operasi untuk menangani dua masalah sekaligus: Tulang Metatarsal kaki kanan dan Bahu kanan.

Kronologi Cedera Kaki di Le Mans

Pasca terjatuh di Sprint, Marc langsung merasakan ada yang tidak beres dengan kaki kanannya. “Saya langsung sadar ada masalah di kaki,” ungkap Marc kepada Sky. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, dikonfirmasi bahwa ia mengalami patah tulang metatarsal kelima pada kaki kanannya. Cedera ini sebenarnya sudah cukup untuk membuatnya absen, namun ternyata ada agenda medis lain yang selama ini ia tutup-tutupi.

Misteri Bahu Kanan: Baut yang Bergeser 1-2mm

Ini yang menarik secara teknis, Sob. Marc mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah merencanakan operasi bahu kanan tepat setelah seri Barcelona nanti. Namun karena crash di Le Mans ini, jadwalnya pun dipercepat agar bisa dilakukan sekalian.

Marc menceritakan bahwa sejak seri Jerez, ia merasa ada yang aneh. Setelah dilakukan pengecekan mendalam, tim dokter menemukan fakta yang cukup mencengangkan:

  • Penyebab: Sebuah fixation screw (baut fiksasi) sisa operasi lama (dari insiden Mandalika) ternyata patah atau bergeser posisinya sebanyak 1 hingga 2 mm dari posisi semula.

  • Efek Klinis: Pergeseran yang sangat tipis ini ternyata membuat baut tersebut menyenggol Saraf Radial (radial nerve) yang mengontrol pergerakan lengan.

  • Dampak di Lintasan: Inilah jawaban mengapa Marc merasa cara balapnya tidak konsisten dan sering mengalami crash yang aneh. Tubuhnya tidak merespons perintah otaknya dengan sinkron karena gangguan saraf tersebut.

Ada poin menarik yang disampaikan Marc, Sob. Ia merasa baik-baik saja saat berlatih motocross atau membawa motor harian (street bikes). Namun, saat memacu motor MotoGP, masalah itu muncul.

Logikanya begini, Sob: Ergonomi dan posisi berkendara (body position) di motor MotoGP sangat ekstrem. Saat lean angle mencapai lebih dari 60 derajat dan beban fisik saat pengereman (braking force) yang luar biasa besar, posisi bahu dan lengan berada dalam tekanan maksimal. Di titik itulah baut yang bergeser tadi menyentuh saraf radial.

Target Kembali di Mugello?

Operasi pengambilan baut ini disebut sebagai operasi yang memakan waktu lama namun memiliki risiko yang relatif rendah. Marc sendiri bersikap optimis namun tetap realistis:

“Sekarang kita harus memperbaiki semuanya dan melihat apakah mungkin untuk kembali di Mugello.”

Marc menegaskan bahwa ia tidak melihat masa pemulihan yang panjang di depan mata. Dengan ditemukannya akar masalah “inkonsistensi” performanya selama ini, Marc justru merasa lega karena setidaknya ada solusi medis yang jelas untuk masalahnya.

Kita pantau bersama ya Sob, apakah The Baby Alien bisa kembali tepat waktu untuk seri Mugello nanti, ataukah ia harus menepi lebih lama untuk memastikan saraf radialnya benar-benar pulih 100%.

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

22 COMMENTS

  1. Waduh baut Frankenstein nya geser ternyata sejak insiden Mandalika
    GWS Marc,pantesan jadi agak kurang bergairah nonton MotoGP,lebih fokus dukung veda jg sih wkwk

  2. kalo seandainya ini mah, peco ke aprilia, ducita mm sm Pedro misalnya, trs karena crash ini mm pensiun, ducita ambil siapa ya?

  3. Tahun depan davide brivio gabung ke hrc jd internal consultant. Puig perpanjang kontrak 2 tahun lagi.

  4. Sepertinya sudah harus memikirkan pensiun..krn fisiknya sudah gak sejalan dengan sklillnya…umur tidak bisa bohong…hiahiahia

    • Dia emang udah ancang-ancang pensiun, kontrak sama Ducati agak tarik ulur aja karna dia masih ragu buat lanjut

  5. Meski aku fans marc, tapi kalo kondisi kaya gini, mending pensiun aja dah. Ambisi mu udah melampaui fisik mu marc.

  6. pas baru jatohh masih kuat bangun..jalan normal..pas sampe pinggir pembatas..mulai ngerasaiin kakinya sakit
    efek adrenalin bener2 bisa bikin orang strong walau sekejap

  7. Sebenarnya kasihan Marco Bezzheci…

    Jika musim 2026 ini Marco Bezzechi bisa juara dunia, walaupun gembira, tetapi masih ada ganjalan yg membuat perasaannya tidak tenang.

    Ya…seperti perasaan Pedro Acosta saat juara sprint race di seri pembuka di GP Thailand kemarin dimana dia lebih memilih Runner up daripada menang dgn cara seperti itu.

    Bezzechi lebih kasihan, dia sudah tambah dewasa dan sudah bersikap fair kepada MM93.

    Statistik MM93 sebelum terhenti karena cedera baik di Mandalika 2025 ataupun Jerez 2020 sangat fantastis.
    Sebelum terhenti di Mandalika, MM93 memulai musim GP 2026 dgn catatan statistik fantastis, dari 17 seri dia menang 12 race, menang 12 sprint race, hampir podium terus dan sudah dipastikan juara dunia ditangan dgn selisih point sangat besar.

    Mirip dgn statistik sebelum cedera panjang tahun 2020, di musim 2019 MM93 tak terbendung dgn statistik dari 19 race, 12 kemenangan, 6 Runner up dan 1 kali crash saat memimpin jauh di GP Austin.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP