TMCBLOG.com – Halo sobat sekalian! Belum kering peluh dari balapan akhir pekan kemarin di Sirkuit Catalunya, para pembalap MotoGP langsung kembali turun ke lintasan pada hari Senin, 18 May 2026, untuk melakoni sesi Official Barcelona Test. Namun, agenda pengujian tengah musim ini terpaksa rampung lebih awal alias red flag prematur setelah hujan deras mengguyur sirkuit pasca jeda siang. Praktis, semua catatan waktu terbaik dicetak pada sesi pagi hari di mana Pedro Acosta sukses menjadi yang tercepat, sementara sang juara dunia 2024, Jorge Martin, harus menyudahi tes lebih awal akibat Crash.
1. Red Bull KTM Factory & Tech 3: Konsolidasi Sasis dan Sensasi Pembalap Muda
KTM menunjukkan taji yang luar biasa di tes kali ini dengan menempatkan tiga motor RC16 di barisan empat besar. Setelah akhir pekan yang campur aduk di GP Catalunya—meraih pole namun didera masalah teknis dan jatuh di lap terakhir—Pedro Acosta (#37) mengamuk. ‘The Shark’ mengunci posisi P1 dengan catatan waktu terbaiknya di flying lap terakhir pada sesi pertama, meski sempat diganggu masalah teknis kecil di awal run.
-
Maverick Viñales (Red Bull KTM Tech 3) yang finis di posisi ke-4, melaporkan improvement yang sangat positif pada sektor front-end RC16 miliknya. Hal ini krusial untuk gaya balap Top Gun yang mengandalkan stabilitas corner entry.
-
Enea Bastianini juga bangkit di posisi ke-3 setelah akhir pekan tanpa poin, sementara Brad Binder tertahan di P12 karena fokus menguji komponen yang sebelumnya sudah pernah dicoba guna mencari baseline data yang lebih solid.
2. Yamaha: Sayap Depan Baru dan Jam Terbang ‘El Turco’
Di kubu garpu tala, Fabio Quartararo tampil menjanjikan dengan menempati posisi ke-2, hanya terpaut 0,064 detik dari Acosta. Secara teknis, El Diablo menguji perangkat front wings (sayap depan) baru untuk meningkatkan efek anti-wheelie.
Namun, Quartararo bersikap realistis; ia menyebut tingginya tingkat cengkeraman (grip) lebih dikarenakan kondisi trek yang sudah sangat rubbered-in setelah dipakai balapan seharian kemarin, bukan semata-olah karena solusi ajaib pengujian part baru.
Sementara itu di tim satelit Prima Pramac Yamaha, Jack Miller (P16) juga terlihat langsung menguji sayap depan baru tersebut. Di sisi lain garasi, Toprak Razgatlioglu (#19) menjadi pembalap paling sibuk dengan melahap 45 pangkuan (laps)—terbanyak di antara semua pembalap—demi mengumpulkan data metrikal krusial bagi adaptasi sasis prototype MotoGP miliknya.
3. Aprilia: Trackhouse Cemerlang, Jorge Martin Crash Berat
Tim satelit Trackhouse MotoGP Team mencuri perhatian. Raul Fernandez dan Ai Ogura tampil solid di akhir sesi dengan menempati P5 dan P6, sekaligus menjadi penunggang RS-GP tercepat. Fokus kerja Justin Marks’ team kali ini murni pada setup geometri motor.
Kabar kurang sedap datang dari Jorge Martin (Aprilia Racing). The Martinator mengalami low-side yang cukup keras di Tikungan 7 saat sedang menguji paket aerodinamika (aero packages) baru pada RS-GP miliknya.
Walau sempat berdiri, Martin segera dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan komprehensif. Beruntung, hasil pemindaian menyatakan tidak ada fraktur atau patah tulang, namun ia harus beristirahat total menjelang seri Mugello. Rekan setimnya sekaligus pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi, tertahan di P11.
4. Ducati: Skuad Minimalis, Fokus Pengembangan Swingarm
Ducati tampil pincang di tes ini dengan absennya beberapa pembalap akibat cedera pasca-balapan hari Minggu (Marc Marquez, Alex Marquez, dan Fabio Di Giannantonio absen). Praktis, tumpuan pengembangan tertuju pada sang juara bertahan, Francesco “Pecco” Bagnaia (P10).
Secara teknis, Pecco melanjutkan komparasi mendalam terhadap swingarm (lengan ayun) baru yang sempat ia pakai pada akhir pekan balapan. Komponen ini didesain untuk memberikan penyaluran tenaga (power delivery) yang lebih halus saat keluar tikungan (corner exit) guna mereduksi gejala chatter. Sementara itu, predikat Ducati tercepat justru diraih oleh pembalap muda Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing) di posisi ke-7.
5. Honda: Swingarm Modifikasi dan Knalpot Baru
Tanpa Johann Zarco yang cedera, HRC membagi tugas pengembangan kepada para pembalapnya yang tersisa:
-
Diogo Moreira (LCR Honda) tampil mengejutkan sebagai Honda tercepat di P9 dengan fokus mematangkan mechanical setup.
-
Luca Marini (P14) terlihat menguji side fairing (fairing samping) baru dengan profil lubang aero yang berbeda demi mengejar efek ground effect saat motor dalam posisi leaning.
-
Joan Mir (P15) menguji coba komponen knalpot (exhaust) baru dengan dimensi yang lebih ringkas yang dikombinasikan dengan modifikasi pada swingarm untuk membenahi masalah grip roda belakang yang menjadi penyakit kronis RC213V.
Meskipun durasi tes terpangkas oleh faktor cuaca (hujan deras), data yang dihimpun pada sesi pagi hari memberikan indikasi kuat bahwa peta persaingan di sisa musim 2026 akan semakin rapat. KTM RC16 kian matang di tangan duet pembalap muda dan senior mereka, Yamaha mulai berani bermain agresif di sektor aero, sementara Ducati dan Aprilia harus segera mengevaluasi kebugaran para pembalap utama mereka sebelum bertolak ke sirkuit sakral, Mugello, Italia.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog















M1 V4 umur 8 bulan sejak September 2025, kadang-kadang bisa lumayan juga di test kalau digeber Taro…
Taro sangat realistis, wajar sih terbukti saat QTT terlihat bagus ,begitu race resmi gampang dilewati pabrikan lain
Di Lemans maupun Catalunya M1 terlihat sekali kedodoran saat akselerasi.
Taro nggendong yamaha sendirian. Rin dkk cuman bagian dadah dadah di barisan blakang macam sweeper rombongan turing.
Turing ; turu miring
Ogura setelannya udah nihongo banget, helm arai race suit kushitani. Tapi motornya italy
Sing penting hasil bray…sponsor itumah gak usah kaku2 macam kanebo kering
Uhuyyyy
M1 Top speed masih menyedihkan
Semoga saja dengan aero kumis lele jumbo nya bisa masuk top 5
Ktm topspeed tertinggi..M1 masih kalah jauh topspeed mkny sering kedodoran