Brivio Bukan Pengganti Puig Sebagai Manager Tim HRC MotoGP

TMCBLOG.com – Bro sekalian, dinamika paddock MotoGP untuk musim-musim ke depan makin hari makin hangat untuk dikulik. Salah satu teka-teki terbesar yang sedang menjadi sorotan adalah masa depan manajemen HRC (Honda Racing Corporation). Kita semua sudah tahu bahwa Alberto Puig dipastikan bakal melepas jabatannya sebagai Manajer Tim HRC per musim 2027 untuk bergeser ke peran penasihat senior (senior advisory position).

Awalnya, Nama Davide Brivio—pria bertangan dingin yang sukses membawa Valentino Rossi berjaya di Yamaha dan Joan Mir juara di Suzuki—langsung mencuat sebagai kandidat terkuat yang dikabarkan bakal merapat ke pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut.

Namun, ada satu sinyalemen menarik yang patut kita bedah. Berdasarkan update terbaru dari seri Catalunya, Brivio memang hampir pasti ke Honda, tetapi dia dipastikan BUKAN pengganti Alberto Puig sebagai Team Manager HRC. Lah, kok bisa? Mari kita kunyah-kunyah bareng strateginya.

Bocoran Davide Brivio: “Peran yang Belum Pernah Saya Jalani”

Setelah resmi dikonfirmasi akan meninggalkan posisinya sebagai Team Principal Trackhouse Racing (satelit Aprilia) di akhir musim, Brivio akhirnya sedikit bernyanyi mengenai pelabuhan baru tempatnya berlabuh. Dalam wawancaranya dengan Sky Italia, Brivio memberikan kisi-kisi yang sangat tebal:

“Saya akan bergabung dengan perusahaan besar dalam peran yang belum pernah saya emban sebelumnya: Saya akan kurang terlibat dalam aksi di lapangan (paddock) dan lebih fokus pada strategi serta perencanaan bisnis, bahkan melampaui MotoGP. Sangat menarik untuk bergabung dengan produsen sepeda motor terbesar di dunia.”

Kata kunci dari Brivio ini sangat jelas: “Kurang terlibat dalam aksi lapangan” dan “Fokus pada strategi & perencanaan bisnis, bahkan di luar MotoGP”.

Mengapa Ini Mengeliminasi Brivio dari Kursi Manajer Tim?

Jika kita melihat struktur organisasi tim balap, jabatan Team Manager (seperti yang diemban Alberto Puig saat ini) adalah jabatan yang sangat hands-on.

  • Tugasnya ada di garis depan paddock.

  • Mengurusi dinamika harian pembalap dan kru teknik di garasi.

  • Menjadi benteng pertama komunikasi tim saat pekan balap.

Sementara itu, pernyataan Brivio justru mengarah ke arah korporat yang lebih makro. Menatap Honda sebagai produsen motor terbesar di dunia, peran Brivio di 2027 disinyalir kuat berada di level Direktur Strategis HRC atau peran eksekutif global yang menjembatani aktivitas racing dengan pengembangan bisnis komersial roda dua Honda secara global.

Dengan kata lain, Brivio akan menjadi “arsitek di balik layar” yang merancang arah masa depan HRC, bukan orang yang berdiri memakai headset di pitwall setiap hari Minggu.

Kursi Manajer Tim HRC 2027 Masih Kosong, Siapa Mengisi?

Dengan bergesernya Alberto Puig ke posisi penasihat senior dan Brivio yang memegang kendali strategi makro, maka posisi Team Manager HRC untuk musim 2027 masih menjadi misteri besar.

Tugas Manajer Tim HRC di tahun 2027 dipastikan bakal sangat berat sekaligus menantang. Pasalnya, per musim tersebut HRC dirumorkan kuat akan menyambut all-new factory rider line-up yang sangat bombastis: kombinasi juara dunia Fabio Quartararo dan talenta muda fenomenal, David Alonso.

Menangani ego dan ekspektasi seorang Quartararo yang haus juara, sekaligus membimbing rookie sekelas Alonso di atas motor prototype Honda, jelas membutuhkan figur Team Manager yang tegas, punya kedekatan emosional yang baik dengan pembalap, dan taktis di lapangan.

Langkah HRC ini menunjukkan bahwa mereka sedang melakukan perombakan masif secara struktural untuk mengembalikan kejayaan RC213V.

  • Alberto Puig: Menjaga kontinuitas sebagai penasihat senior.

  • Davide Brivio: Menata ulang strategi bisnis, manajemen, dan visi global HRC jangka panjang.

  • Team Manager Baru (TBA): Eksekutor lapangan yang fokus 100% pada performa tim di sirkuit.

Kita tunggu saja bro, siapakah sosok yang akhirnya ditunjuk Honda untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan Puig di 2027 nanti? Apakah HRC akan menarik orang dalam dari Jepang, atau kembali membajak sosok potensial dari pabrikan Eropa? Silahkan dikunyah-kunyah dan berikan opini kalian di kolom komentar!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

5 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP