TMCBLOG.com – Sobat sekalian, peta persaingan masa depan MotoGP untuk regulasi baru 2027 tampaknya mulai memperlihatkan hilal yang sangat menarik. Baru-baru ini, sebuah tes penting yang difasilitasi oleh Pirelli sebagai pemasok ban masa depan dilakukan di Sirkuit Brno. Ini adalah kali pertama para pebalap di bawah kontrak resmi turun ke lintasan bersama beberapa test rider untuk menguji purwarupa mesin 850cc. Namun, sorotan terbesar tmcblog justru tertuju pada garasi garpu tala. Bagaimana tidak? Toprak Razgatlioglu yang menggeber purwarupa Yamaha M1 bermesin V4 850cc berhasil bertengger di posisi ke-4 tercepat!
Berdasarkan data yang dilansir oleh jurnalis Italia, Rosario Triolo, Toprak mencatatkan waktu 1:54.2. Catatan waktu ini jelas bukan kaleng-kaleng, karena ia sukses berada di depan pebalap top seperti Pedro Acosta yang menunggangi KTM RC16 850cc (1:54,3) dan bahkan Marc Marquez di atas Ducati (1:54,4).
Motor MotoGP 850cc terbaru menghadirkan perubahan teknis terbesar sejak MotoGP lahir pada tahun 1949: mesin diturunkan dari 1000cc menjadi 850cc untuk mengurangi kecepatan di lintasan lurus, aerodinamika lebih pendek, lebih sempit, dan lebih rendah untuk mengurangi downforce, tanpa pengatur ketinggian pengendaraan (RHD) atau perangkat holeshot, tanpa perangkat lunak kopling elektronik, bobot minimum 153 kilogram, turun dari 157 kilogram, 20 liter bahan bakar, turun dari 22 liter (dari 12 menjadi 11 untuk sprint) dan ban Pirelli sebagai pengganti Michelin.
Perbedaan terbesar dengan peraturan aerodinamika adalah fairing depan yang 50mm lebih sempit, yang telah digeser mundur ke belakang sejauh 50mm, yang akan secara signifikan mengurangi downforce untuk roda depan.
Faktor “DNA” Pirelli dan Karakter Mesin V4 Baru Yamaha
Melihat performa impresif Toprak, ada beberapa analisis intuitif yang bisa kita tarik:
-
Familiaritas dengan Ban: Lapangan luar melaporkan bahwa Toprak langsung merasa at home sejak lap pertama. Ini sangat logis mengingat karakter dan DNA ban Pirelli sudah sangat ia pahami luar-dalam selama bertahun-tahun mendominasi di ajang WorldSBK.
-
Konfigurasi V4 yang Mulai Menjanjikan: Keberhasilan mencetak waktu lebih cepat dari Acosta dan Marquez memberikan indikasi kuat bahwa proyek radikal Yamaha beralih ke konfigurasi mesin V4 untuk era 850cc berada di jalur yang benar.
Meskipun para pebalap melaporkan bahwa impresi berkendara motor 850cc ini sangat berbeda dari motor 1000cc saat ini—terutama karena absennya perangkat ride-height device (perangkat penurun buritan)—namun dari sisi visual luar, catatan waktu mereka sudah sangat mendekati ritme balap motor 1000cc.
Ukuran bore maksimum untuk mesin 1000cc adalah 81mm. Dengan asumsi pabrikan menggunakan bore selebar mungkin, bore dan stroke mesin MotoGP 1000cc akan berukuran 81 x 50,5mm. Ukuran maksimum bore untuk mesin 850cc adalah 71mm. Sekali lagi, dengan asumsi para insinyur menggunakan bore selebar mungkin, mesin 850cc akan berukuran 71mm x 48,1mm.
Hal ini membuat mesin 850cc memiliki rasio bore dan stroke yang lebih kecil dibandingkan mesin 1000cc, yang berarti mesin 850cc seharusnya lebih ‘mudah dikendalikan’ daripada mesin 1000cc. Biasanya, mesin yang lebih mudah dikendalikan menghasilkan performa balap yang lebih baik dan memberikan potensi bagi pembalap untuk menggunakan teknik keluar tikungan yang berbeda.
| Posisi | Pebalap | Pabrikan / Motor | Catatan Waktu |
| 1 | Marco Bezzecchi | Aprilia RSGP27 850cc | 1:53,9 |
| 2 | Raul Fernandez | Aprilia RSGP27 850cc | 1:53,9 |
| 3 | Fermin Aldeguer | Ducati GP27 850cc | 1:54,0 |
| 4 | Toprak Razgatlioglu | Yamaha V4 850cc | 1:54,2 |
| 5 | Pedro Acosta | KTM RC16 850cc | 1:54,3 |
| 6 | Marc Marquez | Ducati GP27 850cc | 1:54,4 |
Kabar Melegakan untuk Jorge Martin dan Ai Ogura
Jika kita melihat peta persaingan jangka panjang, hasil tes Brno ini jelas merupakan sebuah angin segar dan kabar yang lumayan melegakan bagi masa depan pabrikan Iwata. Progres cepat dari motor prototype pabrikan Jepang yang mulai memangkas jarak dengan raksasa Eropa (Aprilia dan Ducati) tentu akan membuat para calon pebalap baru mereka tersenyum lebar.
Sebut saja nama besar seperti Jorge Martin dan pebalap muda potensial seperti Ai Ogura. Proyeksi masa depan mereka di atas motor Yamaha kini tidak lagi terlihat sebagai perjudian spekulatif. Ketika fondasi motor 850cc V4 terbukti kompetitif bahkan di tahap awal pengujian, hal ini memberikan jaminan psikologis bahwa mereka akan memiliki paket motor yang siap bertarung memperebutkan gelar juara saat regulasi baru resmi digulirkan.
Apakah ini pertanda kebangkitan total Yamaha di era baru MotoGP nanti? Silakan dikunyah-kunyah opininya, dan sampaikan komentar Sobat di kolom komentar.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






No komen
pabrikan2 gak pengen mencoba tobat dulu gitu pakai mitir bersih tanpe winglet2an
Lah iku komen cak.
Westalah optimis taun ngarep yamaha (isyaallah) rodok didepan, sitik tapi. Sak srit
Quartararo nyesel gak ya keluar dari yamaha?
poor quartararo sepertinya salah pilih kartu hehehe
Bagaimanapun jg tes sangat berbeda dgn balapan,banyak variabel dan tujuan dr masing2 pabrikan saat tes.anggap sj semua pabrikan satu tujuan dlm tes ini yaitu mencetak fastest laps maka yamaha berpotensi tarung di pack depan.semoga semua pabrikan dlm level seimbang maka balapan akan semakin seru ditonton
Minimal Yamaha kali ini tes menggunakan mesin V4, bukan I4. Seperti yg kita tahu klo I4 kenceng saat di dpn ga ada hambatan pembalap lain krn perbedaan cara pengambilan tikungan. Itulah dulu sebabnya Vina slalu hampir tercepat saat tes dan latihan bebas tp memble klo duel dgn V4 yg udah pake aero. Paduka Hohe jg dulu memilih balapan ngacir di depan sendirian hehe
sepanjang 2026 ini kan udah v4
ijin wak koreksk ukuran borenya bukan 71 melainkan 75 mm
Belum bisa dijadikan acuan, V4 yamama anggap aj masih bau kencur, walaupun pakai regulasi baru ,masak baru 1 tahunan, improvementnya cepat amat ,ngalahin waktu pabrikan senior lainnya pakai mesin V
Yamaha itu kalo soal Test dari dulu terdepan
Hahaha fakta. Fastest lap kok diliat waktu test.
tahun ini sepertinya berbeda bro… ini emang karena faktor Toprak udah apal aja sama ban Pirelli.
begitu lihat laptime aldeguer ….hehehehe terbuka lha semua kalo MM ga ngejar lap time ….Aman saudara2 hahaha , ada yang di simpen …pastes langsung ambil 2 tahun
emang Marc udah bilang dari kemaren dia cuma penasaran sama karakter ban Pirelli nya dibanding sama motornya. ibaratnya motor sebuluk apapun bisa dia handle dengan adaptasinya.
Bagaimana jika faktor pembeda nya adalah toprak bukan motor v4nya
krn do’i sangat familiar dengan pirelli
Semangat horhe
Cieciee… Kang Toprak ketemu besti nya lagi si Pirelli langsung gacor
Baru juga test pertama, gak bisa langsung ambil konklusi. Apalagi ini test privat yg gak umbar data resmi, dan di sini, para test rider gak ada yg kecantum lap time nya.
konotasi 850cc lebih mudah dikendalikan apakah artinya lebih mudah ditekuk2. kalau iya ada potensi semakin banyak aksi2 takeover yg lebih seru dibandingkan mesin 1000cc. Patut ditunggu