AKSELERASINYA NGEJAMBAK . . . Test Ride Honda Vario EVO 160

TMCBLOG.com – Tahun 2026 ini, Honda Vario EVO 160 dihadirkan oleh AHM sebagai produk generasi ke-9 dari Vario Series. Motor ini merupakan pembaruan (update) dari generasi ke-8 yang sudah mengaspal semenjak tahun 2022 lalu. Vario EVO 160 ini masih mengusung ide desain utama: Bigger, Greater & Prouder yang diaplikasikan pada sektor bodywork, kaki-kaki, sasis, dan elektronik yang tentunya berpengaruh ke sektor dapur pacu walau cukup minor.

Dari sisi bodywork sendiri, TMCBlog tetap merasakan aura menaiki Vario bertubuh besar. Namun kali ini, detail bodinya memiliki guratan desain yang terasa lebih tegas, tajam, dan agresif.

Ketika duduk di atas joknya yang empuk, untuk dimensi ergonomi tubuh TMCBlog pribadi, semua terasa sangat natural. Terlebih lagi, area dek ratanya sekarang didesain ulang sedemikian rupa sehingga memiliki leg room yang terasa lebih lega dan rata.

Melihat area setang, dashboard, plus bagian belakang dari tebeng depan, aura BIGGER itu memang masih sangat kental hadir, sob. Dari sinilah TMCBlog sangat yakin bahwa AHM tidak mengubah interpretasi mereka terhadap permintaan konsumen.

Berdasarkan klaim hasil riset dan survei internal mereka, pasar memang menginginkan skuter komuter berdimensi besar seperti ini, namun dengan eksekusi desain yang jauh lebih macho, manly, dan agresif untuk menantang kompetitor terdekatnya, Aerox.

Ergonomi dan Handling yang Natural

Karena dibangun dari basis sasis yang sama (eSAF), posisi riding atau ergonomi berkendara dari Vario EVO 160 ini tidak banyak berbeda dibandingkan dengan Vario 160 generasi sebelumnya.

Perbedaan kecil hanya terasa di daerah leg room yang kini sedikit lebih lapang. Seperti kita ketahui, Vario 160 generasi sebelum ini adalah Vario pertama yang mendobrak pakem dengan ide desain bodi yang besar dan lebar.

Karena ergonomi dan basis sasisnya serupa, Vario EVO 160 memiliki handling yang mirip dengan Vario awal—yakni karakter handling lincah khas generasi Vario 110/125/150 pertama yang cenderung natural.

Karakternya tidak se-kaku atau terlalu sporty seperti impresi kami pada Vario 150 generasi terakhir. Pada dasarnya, karakter handling seperti pada Vario EVO 160 ini tetap menjadi salah satu yang paling TMCBlog sukai.

Torsi Putaran Menengah Bukan Omon-Omon!

Torsi puncak motor ini hanya naik tipis sebesar 0,2 Nm, dan AHM mengklaim bahwa kenaikan ini sangat berpengaruh pada putaran mesin menengah. Ternyata, klaim tersebut bukan sekadar omon-omon belaka, sob!

Mulai dari pertama kali grip gas tangan kanan diputar, akselerasi motor ini asli gila… berasa ngejambak dan langsung ngisi banget semenjak betotan awal! Padahal, impresi visual motor ini terlihat besar dan padat.

Walaupun badannya bongsor, Vario EVO 160 ini tetap terasa agile alias lincah banget saat diajak meliuk-liuk di area slalom test Astra Honda Safety Riding Course. Kenapa bisa begitu ya? Apakah karena garis desain bodinya yang tetap dibuat agresif menunduk/menukik ke arah depan?

Untuk sektor roda dan ban, Vario EVO 160 tetap mempertahankan penggunaan ban berprofil lebar, yaitu ukuran 100/80-14 di bagian depan dan 120/70-14 di bagian belakang. Ban tersebut dibalut pada velg yang lebar (terutama velg belakang yang berukuran 3,5 inci).

Secara logika, kombinasi ini membuat contact patch (bidang kontak ban ke aspal)—terutama saat motor diajak menikung—menjadi lebih luas, sehingga menghasilkan grip atau daya cengkeram yang jauh lebih baik.

Setup ECU/ECM Baru untuk Karakter Stop-and-Go

Mari kita balik lagi membahas hentakan torsinya yang kuat semenjak awal gas dibuka. Secara umum, TMCBlog memperkirakan sepertinya ada parameter yang disetel ulang (setup ulang) pada bagian ECM/ECU motor ini.

Karakteristik pengapian dan bahan bakarnya jelas berbeda dari Vario 160 sebelumnya, atau bahkan jika dibandingkan dengan varian lain yang menggunakan mesin basis common engine serupa seperti PCX dan ADV.

Menurut TMCBlog, setelan elektronik ECM/ECU yang berbeda ini bukan hanya membuat Vario EVO 160 menjadi lebih nikmat dan responsif untuk penggunaan harian (Stop-and-Go), namun secara otomatis juga membuat konsumsi bahan bakarnya tetap irit.

Kita bisa membayangkan betapa tim insinyur Honda sempat dibuat pusing saat dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana membuat Vario 160 bisa tampil lebih besar dan kencang, namun tetap mempertahankan DNA besar nama Vario yang terkenal lincah dan hemat bahan bakar.

Dengan setup yang difokuskan pada karakter stop-and-go ini, pengendara tidak perlu membuka puntiran gas terlalu dalam hanya untuk mengail tenaga dan torsi tertentu di roda belakang. Imbas positifnya, efisiensi konsumsi bahan bakar pun tetap terjaga.

Catatan Sektor Suspensi Belakang

Untuk performa mesin dan handling, TMCBlog bisa menyimpulkan bahwa motor ini mengalami lompatan pembaruan yang meskipun secara angka terlihat kecil, namun terasa sangat signifikan oleh pengendaranya. Motor ini tetap besar, namun terbukti lebih lincah dan bertenaga.

Namun begitu, bagi TMCBlog pribadi, masih tersisa kesan yang agak nanggung ketika melihat sektor peredam kejutnya. Kok suspensi belakang Vario EVO 160 ini masih setia menggunakan jenis single shock (satu sokbreker)?

Kenapa tidak sekalian dibuat double shockbreaker seperti saudara-saudaranya yang lain, sebut saja Honda Airblade, ADV, atau PCX? Perlu dicatat juga sob, bahwa sejak lama, kompetitor di market yang mencoba menggerogoti pasar Vario rata-rata sudah membekali diri dengan suspensi belakang ganda.

Meskipun masih single shock, suspensi belakang Vario EVO 160 yang memiliki dimensi lumayan panjang dengan platform spiral (helix) dari per yang progresif ini, tetap mampu memberikan dukungan feel grip rear end yang natural pada ban.

Semua setup redaman (rebound dan compression) dibuat dengan setelan default bergaya komuter. Untuk urusan ini, Showa, Honda, dan AHM jelas sudah mengantongi seabrek data riset selama bertahun-tahun ke belakang.

Kesimpulannya adalah Honda Vario EVO 160 mencoba hadir dengan tidak membuang semua hal baik yang sudah ada pada Vario 160 generasi sebelumnya. Namun, AHM memberikan update segar berupa desain fisik luar yang jauh lebih agresif, serta feel jambakan akselerasi yang impresif karena adanya peningkatan torsi, walaupun secara angka di atas kertas peningkatannya tidak terlalu banyak. Silakan dikunyah-kunyah infonya, sob…

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

10 COMMENTS

  1. jujur desainnya lebih baik dari generasi sebelomnya yg kerasa bertumpuk2 di area tebeng.. sekarang lebih proporsional, cakep sih.. tp liat event launchingnya kayaknya masih PR buat rider yg tingginya 175cm ke atas, dengkul keliatan maish mepet ke area keyless..

  2. jaman dulu motor pada dual rear suspension, semua pada minta monoshock. sekarang giliran dikasih monoshock, mintanya dual shock. piye iki?

  3. Yang dipermasalahkan konsumen karena bagian kemudi mentok dengkul sih.

    Mengenai leg room, sejak gen sebelumnya sudah pas.

    • mungkim mereka pikir ntr gua kasih Shock tabung.. ujung2nya jg kalian modif dan ganti dengan merk lain 😀

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP