Diputuskan Sebelum MotoGP 2026 Dimulai, Honda Berhasil Yakinkan Quartararo

TMCBLOG.com – Bro sekalian, jagat persilatan MotoGP memang nggak pernah sepi dari rumor kepindahan pembalap transfer window. Namun, pengakuan jujur dari Fabio Quartararo di sela-sela Seri Silverstone baru-baru ini menyibak tabir menarik. “Tidak ada negosiasi dengan Yamaha,” Yes, Juara Dunia MotoGP 2021 tersebut secara gamblang menyatakan bahwa perpanjangan kontrak dengan Yamaha sama sekali tidak masuk dalam opsi pertimbangannya untuk era baru MotoGP 850 cc yang akan dimulai pada 2027 mendatang. Loh, kok bisa?

Seperti yang kita ketahui bersama, kepastian bergabungnya El Diablo ke kubu Honda Racing Corporation (HRC) mulai 2027 sudah dikonfirmasi secara resmi setelah seri Sachsenring lalu. Menariknya, kesepakatan besar ini ternyata tidak dibuat secara mendadak di pertengahan musim, melainkan sudah dikunci jauh-jauh hari sebelum balapan pertama musim 2026 dimulai!

Momen Patah Hati Di Silverstone Musim Lalu

Jika dirunut ke belakang, benih-benih keraguan Quartararo terhadap pabrikan Garputala sebenarnya sudah mencapai puncaknya pada pertengahan musim lalu. Ingatkah tmcblog saat Fabio mencetak lap record fantastis 1:57,233 di Silverstone yang membawanya meraih pole position? Momen magis di Q2 itu sayangnya tidak berlanjut di balapan utama. Motor YZR-M1 miliknya mengalami kendala teknis saat memimpin balapan secara meyakinkan.

Kejadian tersebut menjadi turning point psikologis bagi Fabio. Usai kejayaan 2021 dan runner-up 2022, grafik performa Yamaha terus menurun hingga Quartararo harus puas finis di posisi ke-10 dan ke-13 pada klasemen akhir musim-musim berikutnya. Kepercayaan pada visi teknis Iwata runtuh, dan Fabio merasa butuh penyegaran total.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pabrikan sejak musim dingin lalu dan mengambil keputusan bahkan sebelum musim berjalan. Honda menjawab semua pertanyaan teknis yang saya ajukan dengan sangat tepat. Rencana jangka panjang mereka untuk regulasi baru sangat meyakinkan dan memberikan saya feeling yang benar untuk masa depan,” ungkap Quartararo di Silverstone.

Alasan Fabio Memilih Honda untuk Era 850 cc

Menarik untuk dicermati, Bro. Regulasi MotoGP yang beralih ke kapasitas mesin 850 cc pada tahun 2027 menandai perombakan regulasi terbesar dalam sedekade terakhir. Semua pabrikan memulai dari kertas putih (clean sheet).

Dalam negosiasi pra-musim tersebut, HRC memaparkan peta jalan (roadmap) pengembangan mesin 850 cc dan paket aerodinamika baru secara mendalam kepada Fabio. Kesiapan finansial, komitmen investasi riset, serta komitmen sumber daya teknis raksasa Jepang (HRC) terbukti mampu menjawab dahaga Fabio akan sebuah proyek juara yang realistis.

Fabio menegaskan bahwa perpindahannya bukan semata-mata karena rasa kecewa, melainkan kebutuhan untuk “menghirup udara segar” secara mental dan teknis. Seperti yang tertulis di paragraf awal, ia mengaku tidak melakukan negosiasi ulang atau memberi penawaran balik (counter-offer) kepada Yamaha. Keputusan untuk berpisah sudah bulat sejak awal tahun!

Restrukturisasi Paddock 2027

Langkah Quartararo berpaling ke Honda secara otomatis memicu efek domino di paddock. Yamaha sendiri bergerak cepat mengamankan servis Jorge Martin (Juara Dunia 2024) untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Fabio mulai 2027.

Nantinya, kepindahan Fabio Quartararo ke HRC akan menjadi salah satu pertaruhan paling menarik di era regulasi 850 cc. Akankah kombinasi sang Juara Dunia asal Prancis dengan kebangkitan raksasa Honda berhasil menghentikan dominasi pabrikan Eropa? Kita pantau bersama perkembangan teknisnya di tmcblog.com!

Taufik of BuitenZorg

12 COMMENTS

  1. kalo kombinasi juara dunia asal spayol dengan kebangkitan raksasa Yamaha berhasil menghentikan dominasi pabrikan Eropa gimana ya??

  2. Kayaknya bakal sering dibanding2kan dgn Mir yg akhirnya dapat motor impian walaupun harus rela turun kasta

  3. entahlah, kaya kurang meyakinkan juga motor hrc. Klu emang targetnya jurdun lagi ya desmo jawabannya, atau minimal rsgp.

  4. Pilihan yang sangat wajar buat taro,karena pabrikan Eropa sudah punya Ace ridernya masing2,jadi slot sudah penuh,jadi pilihannya tinggal ndaho,karena progres yamama juga stuck

  5. Tapi jangan muna juga ro, 15 jt per tahun itu juga pertimbanganmu kan
    Jangan cuma nyalahin motorlu, ku dituruti apa mau lu aja ga bisa kan
    Ga sabar liat tahun depan di seri keberapa ciki taro mau mukul visor rcv nya

    • Saya kira taro dengan hando akan bisa podium atau bahkan P1, tapi bukan jurdun. Saat ini april adalah motor pneumatic terbaik di grid, dan yang dibawa hando dari april adalah orang2 di kebangkitan april bukan orang2 versi terbaiknya april. Jadi sulit berharap motor hando akan lebih baik dari april. Sedangkan ymaha punya orang2 penting dan tim satelit dari dukati, apakah di 2027 motor ymaha akan lebih baik dari hando?
      Kita tunggu saja, tapi saya yakin!

  6. Klo kompetitif lagi mungkin iya bisa tp klo juara dunia lagi akan sulit sekali sepertinya, dulu bisa juara dunia saat pandemi covid19 dan klo gk salah kejuaraan jg cm berjalan setengah musim dan yg paling penting gk ada marc saat itu, jika nnti marc pensiun talenta2 muda pasti jg sudah matang dan siap utk bersaing jd juara dunia motogp

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP