Selamat Tinggal Ban Khusus Kualifikasi (SCQ) Di WorldSBK 2027

TMCBLOG.com – Sob, Seprti Juga MotoGP, Jagat balap motor produksi massal terbesar di dunia, World Superbike (WorldSBK), juga sedang siap-siap melakoni era baru yang benar-benar radikal pada musim 2027 mendatang. Seiring berpindahnya takhta pemasok ban tunggal dari Pirelli ke pabrikan raksasa Prancis, Michelin, mulai musim 2027 nanti bakal banyak perubahan regulasi teknis yang bikin kaget. Salah satu kabar paling menyengat yang dirilis GPone adalah: Di WorldSBK 2027, Kita Wajib Mengucapkan Selamat Tinggal pada Ban Khusus Kualifikasi (Qualifying Tyre)!

Kok bisa ban ‘super-duper soft’ yang cuma bertahan 1-2 lap ini dihapuskan? Dan apa akan ada gantinya dari Michelin?

1. Kematian Ban Khusus Kualifikasi (No More Q-Tyre!)

Selama bertahun-tahun di era Pirelli, sesi Superpole WorldSBK selalu menyajikan drama yang sangat dramatis berkat hadirnya ban belakang kompon Super Soft SCQ khusus kualifikasi. Ban ini punya grip seperti lem yang mampu memangkas waktu lap secara instan, namun komponnya langsung terkelupas habis hanya dalam hitungan 1 atau 2 putaran saja.

Mulai WorldSBK 2027, Michelin memutuskan untuk menghapus secara total alokasi ban khusus kualifikasi ini dari paddock.

Pabrikan asal Clermont-Ferrand tersebut menilai penggunaan ban yang cuma bertahan satu putaran sudah tidak relevan lagi dengan filosofi efisiensi dan pengembangan ban modern mereka. Jadi, para pembalap harus mencetak lap time kualifikasi menggunakan kompon ban balap biasa yang juga dipakai saat race!

2. Selamat Datang Ban Belakang Asimetris!

Sebagai gantinya, Michelin membawa teknologi yang sudah sangat matang mereka kembangkan di ajang MotoGP ke WorldSBK: Ban Belakang Asimetris (Asymmetric Rear Tyres).

Sirkuit-sirkuit modern di kalender WorldSBK juga punya karakter yang tidak seimbang—misalnya lebih banyak tikungan kanan daripada tikungan kiri (atau sebaliknya). Penggunaan ban asimetris ini menggunakan dua kompon karet berbeda dalam satu tapak ban:

  • Sisi ban yang lebih sering dipakai melibas tikungan akan diberi kompon yang lebih keras/tahan lama untuk menahan stress dan suhu tinggi.

  • Sisi ban yang jarang menyentuh aspal diberi kompon lebih lembut agar suhu ban tidak mendadak drop (cooling down) dan tetap memberikan grip maksimal saat dipakai membelok mendadak.

Teknologi ban asimetris ini diklaim Michelin bakal bikin performa motor jauh lebih konsisten dari lap awal sampai chequered flag berkibar.

3. Filosofi Michelin: Efisiensi & Sustainability

Langkah Michelin menghapus ban kualifikasi dan fokus pada ban asimetris ini bukan tanpa alasan. Ada dua faktor utama dari POV internal Michelin:

  • Penyederhanaan Logistik & Alokasi: Memangkas jenis kompon yang diproduksi dan dikirim ke tiap seri. Tim tidak perlu pusing menata strategi pemakaian ban khusus Superpole.

  • Keamanan Pembalap (Safety): Ban asimetris meminimalisir risiko kecelakaan tragis akibat sisi ban dingin (cold-side crash) yang sering terjadi di sirkuit-sirkuit bersuhu dingin atau berpola banyak tikungan searah.

Hilangnya ban kualifikasi di era Michelin WorldSBK 2027 tentu bakal merubah total peta persaingan dan setup mekanis motor di sesi Superpole.

Pembalap yang biasanya punya keahlian one-lap magic atau mahir memaksimalkan extra grip ban Superpole harus mulai beradaptasi. Penentuan starting grid 2027 bakal murni menguji racikan geometri sasis dan daya tahan pacing pembalap menggunakan kompon ban balap murni. Gimana ? Bakal kangen dengan drama ban kualifikasi yang cuma bertahan 1 lap itu, atau justru lebih setuju dengan pendekatan ban asimetris ala Michelin ini? Silakan tulis pendapatmu di kolom komentar ya

Taufik of BuitenZorg / @tmcblog

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP