TMCBLOG.com – Hari ini ada kabar super menarik dari ranah paddock MotoGP yang cukup menyita perhatian. Melansir kabar eksklusif yang dirilis oleh jurnalis senior Oriol Puigdemont melalui Motorsport.com, ternyata di balik meja diskusi antara Dorna Sports, MSMA (asosiasi pabrikan), serta IRTA (asosiasi tim), sedang diwacanakan sebuah perubahan regulasi format race weekend yang cukup mendasar!
Yups, MotoGP berencana memperkenalkan format dua kali sesi Kualifikasi di setiap akhir pekan Grand Prix, mirip seperti yang diterapkan di Formula 1 pada akhir pekan Sprint!
Maksudnya Dua Sesi Kualifikasi Gimana?
Jadi begini bro, kalau pada format reguler MotoGP saat ini (sejak musim 2023), cuma ada satu sesi Kualifikasi (Q1 & Q2) di hari Sabtu pagi. Hasil dari sesi kualifikasi tunggal tersebut langsung dipakai untuk menentukan posisi starting grid di Sprint Race (Sabtu sore) DAN Main Race (Ahad sore).
Nah, kalau wacana baru ini disahkan dan mulai diterapkan (kemungkinan besar menyasar musim 2027 atau bahkan bisa lebih awal jika disepakati), nanti susunan grid untuk Sprint Race dan Main Race akan dipisah dari dua sesi kualifikasi yang berbeda!
-
Satu sesi Kualifikasi khusus untuk menentukan grid Sprint Race.
-
Satu sesi Kualifikasi terpisah khusus untuk menentukan grid Main Race hari Minggu.
Perbedaan Utama dengan Format ala F1
Meski mengadopsi ide dasar dari Formula 1, tmcblog mencatat ada penyesuaian jadwal yang bakal membedakannya dengan ajang balap roda empat tersebut.
Di F1, sesi Sprint Race biasa digelar Sabtu pagi, lalu Sabtu sore diisi Kualifikasi untuk balapan utama hari Minggu. Namun untuk MotoGP, wacananya tetap menempatkan Sprint Race di Sabtu sore hari.
Selain itu, kabarnya ada sebagian pihak di internal paddock yang juga mendorong agar format eleminasi kualifikasinya dirombak total menjadi tiga babak (Q1, Q2, dan Q3) ala F1, alih-alih hanya dua babak (Q1 dan Q2) seperti yang kita kenal sekarang di MotoGP.
Latar Belakang dan Dilema Pembalap
Bro sekalian tentu ingat, wacana awal diperkenalkannya Sprint Race sendiri pertama kali berhembus di Spielberg (Red Bull Ring, Austria) beberapa tahun lalu sebelum akhirnya resmi diterapkan penuh di seluruh seri sejak 2023. Langkah Dorna ini terbukti dongkrak rating penonton di hari Sabtu.
Namun, dari sudut pandang pembalap dan teknisi tim, format saat ini sejujurnya menghadirkan tingkat stres dan risiko yang sangat tinggi:
-
Latihan Bebas Terpangkas: Pembalap praktis cuma punya sesi Free Practice (FP) singkat di Jumat pagi untuk meraba setup motor.
-
Langsung ‘Perang’ di sesi Práctice: Sesi Práctice Jumat sore sudah berubah jadi ‘kualifikasi terselubung’ karena memperebutkan 10 tiket lolos langsung ke Q2. Salah setup sedikit atau kena yellow flag, tamat sudah peluang berada di barisan depan untuk Sabtu dan Minggu sekaligus!
Dengan memisahkan sesi kualifikasi antara Sprint dan Main Race, margin of error pembalap jadi sedikit lebih longgar. Sial di Kualifikasi Sprint belum tentu memupuskan harapan untuk meraih pole position di Balapan Utama hari Minggu.
Kapan Regulasi Ini Mulai Berlaku?
Menurut laporan tersebut, draf wacana ini sudah masuk dalam meja diskusi bersama para stakeholder MotoGP. Mayoritas tim dan pabrikan menyambut positif ide ini. Kepastian resminya tinggal menunggu persetujuan akhir dari persidangan Grand Prix Commission (GPC) untuk diketok tular masuk ke dalam buku regulasi FIM.
Bagaimana menurut masbro sekalian mengenai wacana 2 kali kualifikasi ini? Apakah bakalan bikin akhir pekan MotoGP makin seru dan dramatis, atau justru bikin para pembalap makin lelah dan rentan cedera? Silakan ketik komentar dan opininya di kolom komentar di bawah ya!
Taufik of BuitenZorg / @tmcblog






Tambah resiko bagi pembalap
Sebenarnya bukankah motogp itu kelihatannya lebih menguras fisik dibanding f1, apalagi motogp itu rawan banget cedera, mengapa masih ditambah-tambahin beban lagi dan bukannya dikurangi?