Setelah rentetan hasil sulit dan mimpi buruk konsisten gagal lolos langsung ke Q2 sejak libur musim panas (terakhir kali di GP Assen), Francesco “Pecco” Bagnaia akhirnya berhasil mengunci posisi 10 besar pada sesi Practice Jumat di Pertamina Mandalika International Circuit. Hasil positif di Jumat Mandalika ini tidak datang secara tiba-tiba. Pecco mengungkapkan bahwa pelajaran penting saat balapan di Motegi, Jepang, pekan lalu menjadi fondasi utama.
“Jujur, kalau melihat kemarin saya tidak mengira bisa langsung tembus di sini, karena biasanya kami cukup kesulitan. Tapi pagi ini, berkat balapan di Jepang di mana kami memahami sesuatu, saya merasa lebih baik saat pengereman dan entry tikungan.” — Pecco Bagnaia
Perubahan pada feeling pengereman ini memungkinkan Pecco mencetak lap beruntun (consecutive laps) dengan lebih konsisten. Hal ini membangun kepercayaan dirinya di atas Desmosedici GP yang sempat hilang dalam beberapa seri terakhir.
Drama Dua Motor dengan Setup Berbeda
Perjalanan Pecco sepanjang sesi Practice Jumat sore tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat berulang kali hampir kehilangan kendali bagian depan (losing the front).
Menariknya, Pecco menyebut ada faktor teknis tertentu yang melatarbelakangi masalah tersebut namun memilih untuk tidak membukanya ke publik:
-
Tugas Berat Berpindah Motor: Pecco harus bergonta-ganti di antara dua unit Desmosedici sepanjang sesi sore.
-
Perbedaan Setup: Kedua motor dibekali karakter dan setelan geometri yang berbeda, memaksa Pecco beradaptasi secara instan di tiap keluar pitlane.
-
Evaluasi Lean Angle: Dengan sedikit mengurangi kemiringan motor (less lean angle), Pecco justru berhasil memangkas waktu di beberapa sektor sirkuit.
Meskipun performanya meningkat signifikan, Pecco bersikap realistis mengenai jaraknya dengan barisan depan, khususnya para pembalap Aprilia yang tampil dominan di Mandalika. Pecco optimistis untuk sesi Kualifikasi dan Sprint Race Sabtu. Dengan menyamakan setup pada kedua motornya serta sedikit penyesuaian gaya balap, Ducati Lenovo Team yakin masih memiliki margin peningkatan untuk memangkas jarak.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog



