Gila! Pace Superbike Nicolo Bulega di Jerez Nyaris Setara MotoGP Alex Marquez, Samai Rekor Legendaris Troy Bayliss!

TMCBLOG.com – Seri pamungkas World Superbike (WSBK) di Sirkuit Jerez, Spanyol, baru saja menyuguhkan drama yang luar biasa masif. Sang Juara Dunia WSBK, Nicolo Bulega, menutup musim ini dengan cara yang paling epik: menyapu bersih kemenangan alias hattrick (dreifachsieg), sekaligus memborong rekor-rekor gila yang bakal susah dipecahkan dalam waktu dekat!

Dominasi Total Ducati & Samai Rekor Kemenangan Troy Bayliss!

Musim ini benar-benar jadi panggung teatrikal buat Bulega dan Ducati Panigale V4R. Bayangkan saja, dari 12 seri yang digelar, Bulega sukses menyapu bersih kemenangan di 10 akhir pekan balap! Total ia mengoleksi 32 kemenangan dalam satu musim—jauh melampaui rekor lama Alvaro Bautista yang mencatatkan 27 kemenangan pada tahun 2023.

Nggak cuma itu, total kemenangan sepanjang kariernya di WSBK kini menyentuh angka 52 kali, yang artinya ia resmi menyamai rekor kemenangan legenda hidup asal Australia, Troy Bayliss! Padahal, Bulega baru tiga tahun turun di kasta tertinggi Superbike.

Dominasi pabrikan asal Borgo Panigale ini juga nggak main-main, bro. Pada Race 1 utama di Jerez, tujuh posisi terdepan semuanya diborong oleh para pembalap Ducati! Kejadian langka seperti ini sebelumnya cuma pernah terjadi dua kali dalam sejarah WSBK, terakhir kali pada tahun 2003 silam di Oschersleben.

Data Lap Time: WSBK Bulega vs MotoGP Alex Marquez!

Nah, ini bagian paling mind-blowing yang bikin geleng-geleng kepala. Kalau kita intip data catatan waktu saat sesi Superpole Race (Sprint) di Jerez:

  • Nicolo Bulega (WSBK – Ducati): 1:37,196 menit

  • Alex Marquez (MotoGP – Sprint Lap di trek yang sama dengan kondisi suhu mirip): 1:37,156 menit

Coba bro sekalian bayangkan! Selisih waktu lap tercepat antara motor Superbike spek WSBK dengan motor purwarupa prototipe MotoGP hanya terpaut 0,040 detik saja! Torehan pace Bulega ini membuktikan betapa dahsyatnya performa kombinasi motor dan rider andalan Aruba.it Racing ini yang sudah mendekati standar kecepatan kelas premier MotoGP.

Drama Sirkuit Jerez dan Air Mata Haru Sang Juara

Akhir pekan di Jerez juga diwarnai drama cuaca menjelang akhir balapan Race 2. Gerimis mulai turun dan bikin deg-degan para rider di lintasan, tapi Bulega tetap tenang mempertahankan posisi terdepan hingga bendera finis berkibar, sebelum akhirnya langit benar-benar tumpah memuntahkan air hujan lebat saat seremoni podium dimulai.

Bulega mengaku sempat tak kuasa menahan emosi di atas motornya selama putaran pendinginan (cool down lap).

“Begitu saya lepas kopling di grid start, air mata saya langsung menetes. Tiga lap pertama sangat sulit bagi saya… Saya datang ke paddock ini setelah tahun-tahun yang berat dan meninggalkannya dengan mentalitas terbaik dalam karier saya,” ungkap pembalap asal Italia berusia 27 tahun itu.

Dengan total 726 poin dalam semusim dan rekor 47 kali podium beruntun, Bulega menutup babak fantastisnya di WSBK dengan kepala tegak dan mental juara sejati. Sebuah kombinasi sempurna antara talenta pembalap Italia di atas kuda besi asal Italia: Fantastico!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

1 COMMENT

  1. Gendeng sih . Tahun2 akhir wsbk mencetak toprak, skarang bulega. Bisa2 taun dpn iker dominan dan mbalik motogp ?!? Taim wil tel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP