Pecco : Sirkuit Adelaide Lebih Membosankan dibandingkan Phillip Island

Bro dan Sis sekalian, kabar hangat dan cukup menyita perhatian datang dari paddock MotoGP di Aragon. Di tengah persiapan balapan, Dorna (MotoGP Sports Entertainment Group) bersama pemerintah Australia Selatan memperlihatkan simulasi komputer pertama dari Sirkuit Jalan Raya Adelaide, sirkuit yang dijadwalkan bakal menggantikan trek legendaris Phillip Island sebagai tuan rumah GP Australia mulai musim 2027!

Kepindahan dari Phillip Island yang ikonik ke sirkuit jalan raya Adelaide memang menimbulkan banyak pro dan kontra. Salah satu tanggapan menarik datang dari juara dunia MotoGP dua kali dari tim Ducati Lenovo, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia.

Bagaimana penilaian dan impresi awal Pecco Bagnaia mengenai calon sirkuit baru ini? Yuk, kita bahas bersama-sama bro!

Sekilas Gambaran Sirkuit Adelaide 2027

Sirkuit Jalan Raya Adelaide dirancang sepanjang 4,13 km dengan total 15 tikungan. Layout-nya memanfaatkan beberapa bagian trek lama Formula 1, seperti Stag Corner, Rundle Road, Brewery Bend, hingga trek lurus Dequetteville Terrace yang panjangnya sekitar 900 meter.

Dengan mesin prototype 850cc yang akan digunakan mulai 2027, simulasi mencatat top speed di Adelaide bisa menembus hingga 343 km/jam. Angka yang terbilang sangat kencang untuk sebuah sirkuit di dalam kota.

Komentar Pecco Bagnaia: “Lebih Membosankan dari Phillip Island, tapi…”

Setelah melihat tayangan simulasi video tersebut, Pecco Bagnaia memberikan pandangannya. Bagi Pecco, Phillip Island masih memiliki tempat spesial di hatinya karena karakter trek yang sangat mengalir (flowing), cepat, dan menyajikan pemandangan pemandangan alam Samudra Selatan yang megah di tepi pantai.

“Sangat sulit untuk membayangkan semuanya hanya dari sebuah video,” ujar Pecco Bagnaia.

“Kelihatannya menyenangkan, tapi saya belum tahu seberapa cepat kita akan melaju di sana atau seberapa sempit tikungan-tikungannya. Layout-nya terlihat tidak terlalu buruk — tetapi jelas tidak seperti Phillip Island. Kelihatannya jauh lebih membosankan dibandingkan Phillip Island, namun tampaknya masih lebih baik daripada Balaton,” tambah pembalap asal Italia tersebut.

Phillip Island Tetap Sulit Tersetandingi

Dari pernyataan Pecco, ada dua poin menarik yang bisa kita teliti:

  1. Phillip Island Adalah Mah karya Layout: Karakter Phillip Island yang mengalir berkecepatan tinggi (high-speed flowing circuit) dipadu dengan perubahan elevasi alami membuat setiap pembalap menyukainya. Menggantikan trek sejelas Phillip Island dengan sirkuit jalan raya berkonsep stop-and-go di tengah kota memang bakal terasa kurang greget dari segi estetika aliran lintasan.

  2. Sindiran Halus untuk Balaton Park: Komparasi Pecco dengan Sirkuit Balaton Park di Hungaria memperlihatkan bahwa layout sirkuit modern belakangan ini kerap dikritik karena terlalu sempit dan bersifat stop-and-go yang kurang cocok untuk menguras karakter motor MotoGP modern. Bagnaia menilai Adelaide setidaknya masih punya bagian mengalir yang lebih baik dibanding Balaton Park.

Langkah Liberty Media memboyong balapan ke sirkuit jalan raya Adelaide bertujuan mendekatkan MotoGP ke pusat keramaian penonton di perkotaan. Namun tantangan terbesar tentu berada pada faktor keselamatan (safety standard) balapan motor berkecepatan 340+ km/jam di antara dinding pembatas kota, serta kerinduan para pembalap dan fans akan romansa Phillip Island.

Nah, bagaimana kalau menurut Bro sekalian? Apakah setuju dengan pendapat Pecco Bagnaia bahwa Sirkuit Adelaide akan terasa lebih membosankan dibanding Phillip Island? Silakan tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg / @TMCBlog

1 COMMENT

  1. Fokus ke nyawa rider nya ajalah,masak balap MotoGP dekat SM dinding pembatas,dikira roadrace pasar senggol apa,jangan sampai terjadi tragedi yg sangat berbahaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP